Menkes: Saya Sangat Tidak Mendukung Perkawinan Usia Dini

Kompas.com - 17/04/2018, 08:58 WIB
Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/1/2017) KOMPAS.com/Nabilla TashandraMenteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/1/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Kesehatan Nila Moeloek tidak setuju dengan perkawinan dini yang dilaksanakan sepasang kekasih yang masih duduk di bangku SMP di Bantaeng, Sulawesi Selatan.

"Saya terus terang sangat tidak mendukung perkawinan usia dini seperti itu," ujar Nila di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Alasannya, organ reproduksi anak belum bekerja optimal. Menikah usia dini akan meningkatkan risiko penyakit tertentu.

"Belum lagi angka kematian (anak hasil perkawinan dini) tinggi, mungkin karena panggulnya belum cukup besar. Itu harusnya diperhatikan," ujar Nila.


Baca juga: Kegigihan Pelajar SMP di Bantaeng yang Bersikeras Ingin Menikah...

Selain itu, secara mental dan psikologis, anak juga belum siap membangun rumah tangga. Menikah usia dini berpotensi mengancam keberlangsungan rumah tangga itu sendiri.

"Bayangkan saja, umur masih belasan, istilahnya masih main bekel, tetapi dia sudah menikah, lalu hamil dan punya anak. Tanggung jawabnya tentu akan berkurang," ujar Nila.

Meski demikian, Nila mengaku tak bisa menerapkan kebijakan khusus kepada sepasang remaja dari Bantaeng tersebut. Sebab, pernikahan dilangsungkan atas dasar suka sama suka, ada persetujuan dari orangtua dan Kementerian Agama.

Baca juga: Perkawinan Dini Dinilai sebagai Akar Masalah Perdagangan Orang

Nila berharap tidak ada lagi kejadian serupa di masa mendatang.

"Harusnya memang peran orangtua yang memberikan pengertian kepada anaknya, ya. Kami akan tetap meminta perhatian Kementerian Agama agar alasan-alasan mengapa pernikahan dini jangan dilakukan itu dijadikan pertimbangan. Benar, dari sisi kesehatan, (pernikahan dini) tidak menguntungkan," ujarnya.

Pernikahan remaja

Sepasang remaja yang masih duduk di bangku SMP di Bantaeng menikah. Penikahan pasangan remaja ini menjadi viral di media sosial.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahfud MD, Komnas HAM, dan Jaksa Agung Bertemu, Bahas Penuntasan 11 Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu

Mahfud MD, Komnas HAM, dan Jaksa Agung Bertemu, Bahas Penuntasan 11 Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu

Nasional
Komnas HAM: Jika Pendekatan Pemkot Baik, Warga Tamansari Bersedia Dimediasi

Komnas HAM: Jika Pendekatan Pemkot Baik, Warga Tamansari Bersedia Dimediasi

Nasional
Hari HAM Sedunia, Komnas HAM Surati Jokowi soal Tiga Masalah Utama

Hari HAM Sedunia, Komnas HAM Surati Jokowi soal Tiga Masalah Utama

Nasional
Wawancara Khusus - Mahfud MD Menjawab Rumor hingga Bicara Upaya Atasi Industri Hukum - (Bagian 1 dari 2 Tulisan)

Wawancara Khusus - Mahfud MD Menjawab Rumor hingga Bicara Upaya Atasi Industri Hukum - (Bagian 1 dari 2 Tulisan)

Nasional
Jelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Mendagri Instruksikan Ini ke Kepala Daerah

Jelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Mendagri Instruksikan Ini ke Kepala Daerah

Nasional
Kasus Tamansari, Komnas HAM Minta Kapolda Jawa Barat Tegur Anak Buahnya

Kasus Tamansari, Komnas HAM Minta Kapolda Jawa Barat Tegur Anak Buahnya

Nasional
PKPI Tak Persoalkan Dana Parpol, Ada atau Tak Ada Optimistis Tetap Eksis

PKPI Tak Persoalkan Dana Parpol, Ada atau Tak Ada Optimistis Tetap Eksis

Nasional
LPSK Pastikan Lindungi Keluarga Randi-Yusuf dari Intimidasi

LPSK Pastikan Lindungi Keluarga Randi-Yusuf dari Intimidasi

Nasional
Berkat Jalur Layang KA, Waktu Tempuh Stasiun Medan - Bandara Kualanamu Hanya 28 Menit

Berkat Jalur Layang KA, Waktu Tempuh Stasiun Medan - Bandara Kualanamu Hanya 28 Menit

Nasional
Ketua DPR: Jangan Sampai Penggusuran Rugikan Masyarakat dan Semena-mena

Ketua DPR: Jangan Sampai Penggusuran Rugikan Masyarakat dan Semena-mena

Nasional
Ketum PKPI: Kalau Dana Parpol Harus Terbuka, Kami Siap...

Ketum PKPI: Kalau Dana Parpol Harus Terbuka, Kami Siap...

Nasional
Libur Natal dan Tahun Baru 2020, Pemerintah Antisipasi Ancaman Teror hingga Sweeping

Libur Natal dan Tahun Baru 2020, Pemerintah Antisipasi Ancaman Teror hingga Sweeping

Nasional
Dilema Pekerja Media, Membela dan Jadi Korban Pelanggaran HAM

Dilema Pekerja Media, Membela dan Jadi Korban Pelanggaran HAM

Nasional
Alasan Rekam Jejak, Jokowi Tunjuk Wiranto Jadi Ketua Wantimpres

Alasan Rekam Jejak, Jokowi Tunjuk Wiranto Jadi Ketua Wantimpres

Nasional
PPP Minta Anggota Dewan Pengawas KPK Tak Aktif di Parpol

PPP Minta Anggota Dewan Pengawas KPK Tak Aktif di Parpol

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X