Ketum PPP Sengaja Ungkap Upaya Jokowi Tawari Prabowo Jadi Cawapres - Kompas.com

Ketum PPP Sengaja Ungkap Upaya Jokowi Tawari Prabowo Jadi Cawapres

Kompas.com - 17/04/2018, 08:27 WIB
Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy saat mendampingi Presiden Joko Widodo di Universitas Islam Malang (Unisma) Kamis (29/3/2018)KOMPAS.com / Andi Hartik Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy saat mendampingi Presiden Joko Widodo di Universitas Islam Malang (Unisma) Kamis (29/3/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan, Ketua Umum PPP Romahurmuziy sengaja mengungkapkan upaya Presiden Joko Widodo menggandeng Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden pada Pemilu Presiden 2019.

Arsul Sani menjelaskan hal ini untuk merespons tanggapan Gerindra yang menyebutkan bahwa Jokowi menjanjikan Prabowo sejumlah posisi menteri jika bergabung.

Menurut dia, Romahurmuziy alias Romi sengaja mengungkapkan upaya Jokowi itu untuk membantah pernyataan petinggi Gerindra.

Baca juga: Prabowo Diberitakan Minta 7 Kursi Kabinet jika Jadi Cawapres Jokowi, Gerindra Sebut Hoaks

Sekjen PPP Arsul Sani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3/2018).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Sekjen PPP Arsul Sani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/3/2018).
Ia memastikan keinginan Jokowi untuk menggandeng Prabowo murni demi persatuan nasional.

"Itu, kan, dimulai dari lontaran Gerindra terlebih dahulu bahwa ada upaya menjadikan Prabowo sebagai cawapres dengan iming-iming sejumlah tertentu. Kan, mulainya dari situ," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Arsul mengatakan, upaya menyatukan Jokowi dan Prabowo bertujuan untuk menghindari terbelahnya masyarakat pada Pemilu 2019. 

Baca juga: Gerindra Siapkan Sanksi untuk Kader Tak Setuju Pencapresan Prabowo

"Ada pihak lain di internal Gerindra yang orangnya enggak usah kita sebut, yang justru menyuarakan bahwa Prabowo diiming-imingi jadi cawapres Jokowi dalam tanda kutip dapat jumlah tertentu. Saya kira itu aja untuk meng-counter itu aja," lanjut Arsul.

Sebelumnya, Ketua Umum PPP Romahurmuziy mengungkapkan, Jokowi sempat menanyakan pendapatnya jika ia menggandeng Prabowo sebagai cawapres pada Pilpres 2019.

Hal ini disampaikan Romy saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama PPP di Hotel Patra, Semarang, Jumat (13/4/2018).

Baca juga: Hidayat Nur Wahid Anggap Prabowo Belum Tentu Maju sebagai Capres

Romi mengaku menyambut baik ide Jokowi tersebut. Prabowo, kata Romi, juga mengapresiasi tawaran Jokowi.

Romi menyampaikan, saat itu Prabowo merasa terhormat karena mendapatkan tawaran dari Jokowi untuk menjadi cawapres.

Ia mengatakan, dua pekan yang lalu, Prabowo mengirim utusan ke Jokowi untuk menanyakan kelanjutan tawaran cawapres.

Namun, kata Romi, Jokowi belum bisa menjawab karena masih harus mendengar masukan dari semua ketua umum parpol yang beberapa di antaranya masih berada di luar negeri atau masih disibukkan urusan partai.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar
Close Ads X