Ditanya soal Rumah yang Disita KPK, Ini Respons Emirsyah Satar

Kompas.com - 16/04/2018, 16:01 WIB
Mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar usai diperiksa KPK sebagai tersangka, Senin (16/4/2018). KOMPAS.com/IhsanuddinMantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar usai diperiksa KPK sebagai tersangka, Senin (16/4/2018).
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar memilih irit bicara setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kepada wartawan, Emirsyah hanya menjawab bahwa ia diperiksa sebagai saksi dengan tersangka CEO PT Mugi Rekso Abadi Soetikno Soedarjo.

"Saya jadi saksinya Pak Soetikno," kata Emirsyah usai menjalani sekitar 4 jam di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (16/4/2018).

Untuk diketahui, Emirsyah dan Soetikno telah ditetapkan tersangka oleh KPK terkait pembelian pesawat dan mesin pesawat maskapai Garuda Indonesia dari Airbus S.A.S dan Rolls - Royce P.L.C.

(Baca juga: Periksa Emirsyah Satar, KPK Klarifikasi soal Kepemilikan Aset Soetikno Soedarjo)

 

Namun, saat ditanya mengenai materi pemeriksaan, Emirsyah mengunci mulutnya rapat-rapat.

"Kalau materi tanya penyidik deh," kata dia.

Terkait rumahnya di bilangan Pondok Pinang, Jakarta Selatan yang disita KPK, Emirsyah juga memilih tak menjawab. Ia bungkam saat wartawan bertanya diperoleh dari mana rumah mewah seharga Rp 8,5 miliar dimilikinya.

"Tolong tanya penyidik saja," ujarnya sambil terus berjalan ke Mobil Innova B 123 MPP.

Sebelumnya, KPK menduga uang untuk membeli rumah tersebut berasal dari Soetikno Soedarjo, tersangka yang diduga merupakan perantara suap.

Emir diduga menerima suap berupa uang senilai 2 juta dollar AS dan barang senilai 2 juta dollar AS yang tersebar di Singapura dan Indonesia, dari perusahaan asal Inggris Rolls-Royce.

(Baca juga: Kasus Suap Emirsyah Satar, KPK Sita Rumah Senilai Rp 8,5 Miliar)

Menurut KPK, suap diberikan Rolls-Royce agar perusahaan asal Inggris tersebut menjadi penyedia mesin bagi Garuda.

Kerja sama pengadaan mesin pesawat tersebut juga diduga diperantarai oleh Soetikno.

Perusahaan Connaught International Pte Ltd, yang berdomisili di Singapura, di mana Soetikno merupakan beneficial owner Connaught International Pte Ltd, memiliki hubungan dengan Airbus dan Rolls-Royce, yakni sebagai konsultan penjualan pesawat dan mesin pesawat di Indonesia.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X