Kompas.com - 12/04/2018, 16:32 WIB
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Jakarta, Jumat (29/12/2017) Kompas.com/YOGA SUKMANAKetua Umum PAN Zulkifli Hasan di Jakarta, Jumat (29/12/2017)
Penulis Moh Nadlir
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menegaskan, sampai saat ini calon presiden PAN pada Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019 adalah dirinya.

Karena itu, kata dia, jika ada perubahan calon presiden yang akan diusung, maka perubahan tersebut akan diputuskan dalam Rapat Kerja Nasional PAN 2018.

"Nanti kalau ada perubahan, kami rakernas lagi," ujar Zulkifli di kantor DPP PAN, Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Hal senada diungkap Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno. Dia mengatakan, partainya saat ini masih mantap ingin mengusung Zulkifli Hasan sebagai capres.

"Saya pikir sampai saat ini kami masih konsisten. Kami secara konsisten ingin mengedepankan kader terbaik, kader terbaik kami hari ini namanya Zulkifli Hasan," ujar Eddy.

(Baca juga: Zulkifli Hasan: Capres PAN Namanya Masih Zulkifli Hasan...)

Menurut Eddy, sikap PAN itu sesuai dengan hasil Rakernas PAN 2017 di Bandung, Jawa Barat. Eddy sendiri berharap, rakernas tahun ini bisa digelar dalam waktu dekat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mudah-mudahan sebelum puasa di pertengahan Mei," kata Eddy.

Saat ini, Zulkifli Hasan meminta semua pihak bersabar untuk menunggu keputusan final mengenai calon presiden dari partai berlambang matahari tersebut.

"Ya kalau ada perubahan nanti tunggu tanggal mainnya," ujar Zulkifli yang juga Ketua MPR RI tersebut.

Dia juga mengungkapkan, PAN tak ingin buru-buru menentukan dukungan, apakah ke kubu Presiden Joko Widodo atau Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Belum, masih jauh Belanda-nya," ujar Zulkifli.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KPK Sita Uang Rp 225 Juta dalam OTT Bupati Kolaka Timur

KPK Sita Uang Rp 225 Juta dalam OTT Bupati Kolaka Timur

Nasional
KPK Beberkan Kronologi OTT Bupati Kolaka Timur

KPK Beberkan Kronologi OTT Bupati Kolaka Timur

Nasional
KPK: Bupati Kolaka Diduga Minta Uang Rp 250 Juta ke Kepala BPBD sebagai Fee Proyek Jembatan

KPK: Bupati Kolaka Diduga Minta Uang Rp 250 Juta ke Kepala BPBD sebagai Fee Proyek Jembatan

Nasional
KPK Tahan Bupati Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Kolaka Timur

KPK Tahan Bupati Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Kolaka Timur

Nasional
KPU Sebut Pencoblosan Pemilu 2024 di Bulan April Akan Problematik

KPU Sebut Pencoblosan Pemilu 2024 di Bulan April Akan Problematik

Nasional
KPK Tetapkan Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Tersangka Suap

KPK Tetapkan Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan Kepala BPBD Tersangka Suap

Nasional
Anggaran Bansos 2022 Rp 74,08 Triliun, Risma: Bansos Tidak Dihentikan

Anggaran Bansos 2022 Rp 74,08 Triliun, Risma: Bansos Tidak Dihentikan

Nasional
Kejagung: Alex Noerdin Perintahkan Pencairan Dana Hibah Pembangunan Masjid Sriwijaya Tanpa Proposal

Kejagung: Alex Noerdin Perintahkan Pencairan Dana Hibah Pembangunan Masjid Sriwijaya Tanpa Proposal

Nasional
Komnas HAM Gali Kesaksian 3 Pegawai KPI Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Komnas HAM Gali Kesaksian 3 Pegawai KPI Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Nasional
2 Eks Pejabat Diten Pajak Didakwa Terima Suap Rp 57 Miliar Rekayasa Laporan

2 Eks Pejabat Diten Pajak Didakwa Terima Suap Rp 57 Miliar Rekayasa Laporan

Nasional
Rapat dengan Kemenlu, Pimpinan Komisi I Sebut Tak Ada Tambahan Anggaran pada 2022

Rapat dengan Kemenlu, Pimpinan Komisi I Sebut Tak Ada Tambahan Anggaran pada 2022

Nasional
Kasus Pembangunan Masjid Sriwijaya yang Libatkan Alex Noerdin Diduga Rugikan Negara Rp 130 Miliar

Kasus Pembangunan Masjid Sriwijaya yang Libatkan Alex Noerdin Diduga Rugikan Negara Rp 130 Miliar

Nasional
Ke Lampung, Panglima TNI Perintahkan Habiskan Semua Dosis Vaksin Covid-19

Ke Lampung, Panglima TNI Perintahkan Habiskan Semua Dosis Vaksin Covid-19

Nasional
Kemenkes: Varian Delta Virus Corona Mendominasi di 34 Provinsi

Kemenkes: Varian Delta Virus Corona Mendominasi di 34 Provinsi

Nasional
Alex Noerdin Kembali Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Kali Ini Terkait Pembangunan Masjid

Alex Noerdin Kembali Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Kali Ini Terkait Pembangunan Masjid

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.