Kompas.com - 12/04/2018, 11:54 WIB
Presiden Joko Widodo saat berpidato di depan seribuan relawan di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/4/2018). Fabian Januarius KuwadoPresiden Joko Widodo saat berpidato di depan seribuan relawan di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar Psikologi Politik Universitas Indonesia Hamdi Muluk menilai perebutan calon wakil presiden di koalisi pendukung Presiden Joko Widodo cenderung sengit. Sebab, koalisi pendukung Jokowi dihuni oleh banyak partai.

"Cawapres Jokowi itu paling sengit perebutannya, karena partai di situ banyak dan kemungkinan bisa deadlock," ujar Hamdi kepada Kompas.com, Kamis (12/4/2018).

(Baca juga: Gelar Munas Alim Ulama, PPP Bahas Cawapres Jokowi)

Menurut Hamdi, setiap partai koalisi pasti menginginkan kadernya masuk dalam pilihan kandidat cawapres Jokowi. Hamdi tak menutup kemungkinan setiap partai akan memiliki ego yang tinggi dalam penentuan cawapres Jokowi.

Hamdi MulukKOMPAS.com/Indra Akuntono Hamdi Muluk

"Misalnya, yang paling gamang itu Cak Imin, dia kan udah pasang baliho dan sebagainya, ngotot lah jadi cawapres. Cuma kan, misal kalau Golkar enggak rela, atau dari Nasdem enggak rela, dan lain-lain. Akan ribut kira-kira," katanya.

Oleh karena itu, Hamdi menegaskan Jokowi berperan penting dalam menangani ego partai koalisi pendukungnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Daripada koalisi terbelah, Jokowi disarankan mencari calon pendamping non partai. Ia melihat Jokowi ingin fokus melanjutkan program-program kerjanya jika terpilih kembali.

(Baca juga: Banyak Jenderal di Belakang Jokowi, Moeldoko Sebut Bukan untuk Lawan Prabowo)

 

"Jokowi kan akan kerja habis-habisan, dia enggak peduli nanti di tahun 2024 siapa yang mencalonkan jadi presiden," kata dia.

Ia menganggap nama-nama seperti Sri Mulyani, Moeldoko, dan Mahfud MD bisa menjadi kandidat alternatif yang potensial, demi menunjang kinerja Jokowi.

"Ya bisa saja berpaling kepada sosok-sosok non partai, seperti Mahfud MD, Moeldoko atau Sri Mulyani yang aman. Jadi semua partai bisa enggak ada yang marah," katanya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengamat: Golkar Harus Pilih Kader Berintegritas Gantikan Azis sebagai Pimpinan DPR

Pengamat: Golkar Harus Pilih Kader Berintegritas Gantikan Azis sebagai Pimpinan DPR

Nasional
Cegah Covid-19 Klaster PON XX Papua, BNPB Bekali 110 Relawan Protokol Kesehatan

Cegah Covid-19 Klaster PON XX Papua, BNPB Bekali 110 Relawan Protokol Kesehatan

Nasional
Penggugat dari KLB Deli Serdang Cabut Gugatan, Demokrat Harap Sidang PTUN Tak Dilanjutkan

Penggugat dari KLB Deli Serdang Cabut Gugatan, Demokrat Harap Sidang PTUN Tak Dilanjutkan

Nasional
Mulai PTM Lagi, Pemerintah Siapkan Akomodasi Layak bagi Murid Penyandang Disabilitas

Mulai PTM Lagi, Pemerintah Siapkan Akomodasi Layak bagi Murid Penyandang Disabilitas

Nasional
Golkar Bakal Umumkan Pimpinan DPR Pengganti Azis Syamsuddin Selasa Depan

Golkar Bakal Umumkan Pimpinan DPR Pengganti Azis Syamsuddin Selasa Depan

Nasional
Menteri PPPA Sebut Perempuan Berperan Penting Pulihkan Ekonomi akibat Pandemi Covid-19

Menteri PPPA Sebut Perempuan Berperan Penting Pulihkan Ekonomi akibat Pandemi Covid-19

Nasional
Mantan Anak Buah Edhy Prabowo Dieksekusi ke Lapas Kelas I Surabaya

Mantan Anak Buah Edhy Prabowo Dieksekusi ke Lapas Kelas I Surabaya

Nasional
Menko PMK Minta Bangka Belitung Dapat Perhatian Lebih Soal Penanganan Covid-19

Menko PMK Minta Bangka Belitung Dapat Perhatian Lebih Soal Penanganan Covid-19

Nasional
PON XX Papua, BNPB Akan Bagikan 1.000 Masker Setiap Hari

PON XX Papua, BNPB Akan Bagikan 1.000 Masker Setiap Hari

Nasional
4,2 Juta Kasus Covid-19 di Indonesia dan Antisipasi Lonjakan Kasus di PON Papua

4,2 Juta Kasus Covid-19 di Indonesia dan Antisipasi Lonjakan Kasus di PON Papua

Nasional
Mengenang Salim Kancil, Aktivis yang Dibunuh karena Menolak Tambang Pasir

Mengenang Salim Kancil, Aktivis yang Dibunuh karena Menolak Tambang Pasir

Nasional
[POPULER NASIONAL] KPK Tahan Azis Syamsuddin | Profil Azis Syamsuddin

[POPULER NASIONAL] KPK Tahan Azis Syamsuddin | Profil Azis Syamsuddin

Nasional
Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Nasional
Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Nasional
Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.