Indraguna Sutowo Penuhi Panggilan KPK dalam Kasus Emirsyah Satar

Kompas.com - 10/04/2018, 18:32 WIB
Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi, Maulana Indraguna Sutowo (kanan) dan rekan kerjanya, Michael Tampi di gedung KPK, Selasa (10/4/2018). Indraguna diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang melibatkan Emirsyah. KPK telah menetapkan Emirsyah Satar sebagai tersangka sejak Januari 2017. DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.comDirektur Utama PT Mugi Rekso Abadi, Maulana Indraguna Sutowo (kanan) dan rekan kerjanya, Michael Tampi di gedung KPK, Selasa (10/4/2018). Indraguna diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang melibatkan Emirsyah. KPK telah menetapkan Emirsyah Satar sebagai tersangka sejak Januari 2017.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi, Maulana Indraguna Sutowo, memenuhi panggilan pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, Selasa (10/4/2018).

Indraguna diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Kasus ini menjerat mantan Dirut Garuda Indonesia, Emirsyah Satar. KPK telah menetapkan Emirsyah Satar sebagai tersangka sejak Januari 2017.

Suami dari artis Dian Sastrowardoyo ini terlihat keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 16.00 WIB setelah menjalani pemeriksaan sekitar 6 jam. Ia keluar didampingi oleh rekannya, Michael Tampi.

Baca juga : Kasus Emisyah Satar, Indraguna Sutowo Mangkir dari Panggilan KPK

Sebelumnya, Indraguna tak menghadiri panggilan pemeriksaan beberapa waktu lalu.

"Kami ingin klarifikasi, mengenai pemanggilan sebelumnya, kami sudah memohon maaf karena tidak hadir atas alasan bahwa saat itu baru saja pulang tugas dari luar negeri. Sudah clear semuanya dengan KPK, semua berjalan dengan baik hari ini," ujar Michael.

Sementara itu, Indraguna mengaku lega telah memenuhi pemeriksaan yang dijadwalkan KPK karena telah memenuhi kewajibannya sebagai saksi.

"Dari saya, saya ucapkan terima kasih, saya apresiasi undangan KPK. Sebagai warga negara yang baik saya menghargai panggilan dari KPK," kata Indraguna.

Saat ditanya soal materi pemeriksaan, pihak Indraguna enggan mengungkapkan secara detil dan menyerahkan sepenuhnya kepada KPK.

Baca juga : Kasus Suap Emirsyah Satar, KPK Sita Rumah Senilai Rp 8,5 Miliar

Dalam kasus ini, Emirsyah diduga menerima suap dalam bentuk transfer uang dan aset yang nilainya diduga lebih dari 4 juta dollar AS atau setara dengan Rp 52 miliar dari perusahaan asal Inggris Rolls-Royce.

Selain Emir, KPK juga menetapkan Soetikno Soedarjo sebagai tersangka.

Soetikno yang merupakan beneficial owner Connaught International Pte Ltd diduga bertindak sebagai perantara suap.

KPK menduga suap tersebut terkait pengadaan mesin Rolls-Royce untuk pesawat Airbus milik Garuda Indonesia pada periode 2005-2014.

Uang dan aset yang diberikan kepada Emir diduga diberikan Rolls-Royce agar perusahaan asal Inggris tersebut menjadi penyedia mesin bagi maskapai penerbangan nomor satu di Indonesia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X