Kompas.com - 09/04/2018, 18:25 WIB
Kompas TV Pada 9 April, TNI AU merayakan hari ulang tahun ke-72.

Setelah Kadet Penerbang Mulyono lepas landas ke Semarang, serangan udara dilanjutkan ke Salatiga. Serangan ke Salatiga menggunakan Pesawat Cureng yang diawaki Kadet Penerbang Soetardjo Sigit.

Lagi-lagi dengan pesawat yang tak memadai karena tak dilengkapi dengan lampu penerangan dan radio, TNI AU berhasil menemukan sasaran penyerangan yang diyakini sebagai markas militer Belanda di Salatiga.

Tiga kota dihujani bom TNI AU


Bom pun dilepas oleh awak Pesawat Cureng lainnya. Namun, hampir saja sisa bom yang ada tak diluncurkan ke bawah karena waktu terbang di daerah musuh sudah terlalu lama.

Akhirnya bom yang tersisa lebih dulu dibuka kunci pengamannya langsung dilepas paksa untuk diluncurkan ke bawah.

Pesawat Cureng pun kembali ke Maguwo dengan terbang rendah di antara pucuk pepohonan guna menghindari kejaran musuh.

Selanjutnya Pesawat Cureng lainnya diterbangkan oleh Kadet Penerbang Suharnoko Harbani menuju Salatiga. Ia mendapat giliran terbang terakhir. 

Namun kesalahan terjadi lantaran Suharnoko salah mengikuti jalur penerbangan pesawat. Semestinya untuk menuju Salatiga ia mengikuti jalur Soetardjo. Tetapi yang terjadi, Suharnoko malah mengikuti jalur penerbangan Mulyono menuju Semarang.

Karena sudah terlanjur berada di udara, ia pun menyerang kota terdekat yang ia lalui. Saat dirundung rasa bimbang, Suharnoko tengah terbang di atas Rawa Pening yang berdekatan dengan Ambarawa. Ia lantas memutuskan menyerang Ambarawa karena kota itu juga telah diduduki Belanda.

Setelah sukses melaksanakan misi, ketiga pesawat kembali ke Pangkalan Udara Maguwo. Tujuan yang ingin dicapai dalam operasi tersebut bukan semata untuk menghancurkan kekuatan Belanda, mengingat personil dan armada TNI AU kalah jauh dibandingkan Belanda.

Serangan udara tersebut lebih ditujukan untuk memperlihatkan eksistensi TNI AU di mata dunia internasional. Dan benar saja, serangan udara di Semarang, Salatiga, dan Ambarawa menarik perhatian dunia internasional. Radio Singapura menyiarkan serangan tersebut sebagai berita utama. 

Mau tak mau, Belanda pun merespons serangan tersebut dengan mengeluarkan pernyataan, namun berdana meremehkan. Di sisi lain, meski Belanda meremehkan serangan tersebut, mau tak mau mereka mengakui keberadaan TNI AU yang hanya bermodalkan dua Pesawat Cureng dan satu Pesawat Guntai, namun tetap mampu memberikan perlawanan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah dan DPR Diminta Buka Ruang Diskursus Pembahasan RKUHP

Pemerintah dan DPR Diminta Buka Ruang Diskursus Pembahasan RKUHP

Nasional
Kasus Pencabulan Anak Kiai Ponpes Jombang, Kemenag Dukung Polisi Tegakkan Hukum

Kasus Pencabulan Anak Kiai Ponpes Jombang, Kemenag Dukung Polisi Tegakkan Hukum

Nasional
Jokowi Ingatkan Pentingnya Kemandirian Pangan, Minta Lahan Kosong untuk Ditanami

Jokowi Ingatkan Pentingnya Kemandirian Pangan, Minta Lahan Kosong untuk Ditanami

Nasional
Anak Kiai di Jombang Tersangka Pencabulan, Kemenag Akan Bahas Permintaan Pembekuan Izin Ponpes

Anak Kiai di Jombang Tersangka Pencabulan, Kemenag Akan Bahas Permintaan Pembekuan Izin Ponpes

Nasional
Pimpinan MPR Sepakat dan Terima Hasil Kajian PPHN, Pintu Amendemen UUD 1945 Ditutup

Pimpinan MPR Sepakat dan Terima Hasil Kajian PPHN, Pintu Amendemen UUD 1945 Ditutup

Nasional
Kemenag Minta Masyarakat Patuhi Prokes Saat Perayaan Idul Adha

Kemenag Minta Masyarakat Patuhi Prokes Saat Perayaan Idul Adha

Nasional
PDI Perjuangan Ungkap Puan Hingga Kini Belum Temui Parpol Lain untuk Bahas Pemilu 2024

PDI Perjuangan Ungkap Puan Hingga Kini Belum Temui Parpol Lain untuk Bahas Pemilu 2024

Nasional
Jokowi Kenakan Baju Adat Toba Selama Berkegiatan di Medan

Jokowi Kenakan Baju Adat Toba Selama Berkegiatan di Medan

Nasional
Epidemiolog Sebut Penerapan PPKM Jabodetabek Kembali ke Level 1 sebagai Langkah yang Tepat

Epidemiolog Sebut Penerapan PPKM Jabodetabek Kembali ke Level 1 sebagai Langkah yang Tepat

Nasional
Didampingi Bobby Nasution, Jokowi Canangkan Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan

Didampingi Bobby Nasution, Jokowi Canangkan Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan

Nasional
DPR dan Pemerintah Diminta Tak Abaikan Partisipasi Bermakna dalam Membahas RKUHP

DPR dan Pemerintah Diminta Tak Abaikan Partisipasi Bermakna dalam Membahas RKUHP

Nasional
RUU Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya Disetujui Jadi Usul Inisiatif DPR

RUU Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya Disetujui Jadi Usul Inisiatif DPR

Nasional
Kabareskrim Imbau Orangtua Murid Pindahkan Anaknya dari Ponpes Shiddiqiyyah

Kabareskrim Imbau Orangtua Murid Pindahkan Anaknya dari Ponpes Shiddiqiyyah

Nasional
Kritisi RKUHP, Pengamat Pertanyakan Cara Penegak Hukum Bedakan Kritik dan Penghinaan

Kritisi RKUHP, Pengamat Pertanyakan Cara Penegak Hukum Bedakan Kritik dan Penghinaan

Nasional
Jokowi: Kita Harus Kerja Keras Turunkan Persentase Stunting

Jokowi: Kita Harus Kerja Keras Turunkan Persentase Stunting

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.