Promosikan Islam Toleran, Indonesia Undang 50 Ulama dari Berbagai Negara

Kompas.com - 05/04/2018, 13:07 WIB
Din Syamsuddin di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Rabu (14/3/2018)Kompas.com/Markus Yuwono Din Syamsuddin di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Rabu (14/3/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan mengundang 50 ulama dari berbagai negara untuk menghadiri Konsultasi Tingkat Tinggi Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia di Bogor, Jawa Barat.

Dalam acara itu, Indonesia akan mempromosikan kepada dunia Islam yang moderat dan toleran.

Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban Din Syamsuddin melaporkan kepada Presiden Joko Widodo mengenai penyelenggaraan acara tersebut.

Acara itu rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden Jokowi di Istana Bogor, pada 1 Mei 2018.

Acara kemudian dilanjutkan di Hotel Novotel Bogor dan akan ditutup Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 3 Maret.

"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dari penunaian mandat pada kami, utusan khusus Presiden," kata Din kepada wartawan usai menghadap Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Din mengatakan, dalam butir ketiga Keppres pengangkatannya, ia bertugas untuk melakukan promosi Islam Wasathiyah. Islam Wasathiyah adalah islam berdasarkan prinsip rahmatan lil alamin.

"Islam yang mendekatkan jalan tengah dengan kriteria moderat, toleran, tenggang rasa, terbuka dan lain sebagainya," ucap Din.

Din mengatakan, 50 ulama yang diundang ke Indonesia berasal dari berbagai negara Islam di belahan dunia.

Bahkan, ada juga ulama yang berasal dari negara yang bukan mayoritas Islam, seperti Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Korea Selatan dan Cina.

Dari dalam negeri, akan diundang juga sekitar 50 ulama yang mewakili berbagai organisasi.

"Semua kalangan, semua kelompok kita undang apapun kategorinya, apapun mahzab," kata dia.



Terkini Lainnya

Direktur Penyidikan Jadi Plt Deputi Penindakan KPK

Direktur Penyidikan Jadi Plt Deputi Penindakan KPK

Nasional
Kata KPK soal Keluhan Tahanan Terkait Pemborgolan hingga Penyitaan Pemanas Makanan

Kata KPK soal Keluhan Tahanan Terkait Pemborgolan hingga Penyitaan Pemanas Makanan

Nasional
Kata Moeldoko soal Bagi-bagi Jabatan di Pemerintahan Jokowi Periode Kedua

Kata Moeldoko soal Bagi-bagi Jabatan di Pemerintahan Jokowi Periode Kedua

Nasional
Menhan Pertimbangkan Penangguhan Penahanan Kivlan Zen, Ini Kata Polri

Menhan Pertimbangkan Penangguhan Penahanan Kivlan Zen, Ini Kata Polri

Nasional
Budiman Sudjatmiko: Jokowi Harus Bisa Lahirkan Pemimpin yang Lebih Baik dari Dirinya

Budiman Sudjatmiko: Jokowi Harus Bisa Lahirkan Pemimpin yang Lebih Baik dari Dirinya

Nasional
Jaksa KPK Soroti Disposisi Staf Pribadi Menpora dalam Proposal Dana Hibah KONI

Jaksa KPK Soroti Disposisi Staf Pribadi Menpora dalam Proposal Dana Hibah KONI

Nasional
Politisi PDI-P Sebut Perlu Ada Partai di Luar Pemerintahan

Politisi PDI-P Sebut Perlu Ada Partai di Luar Pemerintahan

Nasional
Mantan Deputi Penindakan KPK Brigjen Firli Ditarik Kembali ke Polri

Mantan Deputi Penindakan KPK Brigjen Firli Ditarik Kembali ke Polri

Nasional
Pengacara Sebut Polisi yang Diduga Terlibat Kasus Novel Pernah Halangi OTT KPK

Pengacara Sebut Polisi yang Diduga Terlibat Kasus Novel Pernah Halangi OTT KPK

Nasional
SBY Tengah Siapkan Buku dan Lagu tentang Ani Yudhoyono

SBY Tengah Siapkan Buku dan Lagu tentang Ani Yudhoyono

Nasional
BPN Anggap KPU Terlalu Pede Hanya Hadirkan Satu Ahli di MK

BPN Anggap KPU Terlalu Pede Hanya Hadirkan Satu Ahli di MK

Nasional
Ahli KPU yang Tak Hadir pada Sidang di MK Jelaskan soal BUMN dan Anak Perusahaan BUMN

Ahli KPU yang Tak Hadir pada Sidang di MK Jelaskan soal BUMN dan Anak Perusahaan BUMN

Nasional
Moeldoko Klarifikasi soal Materi Pelatihan TKN 'Kecurangan Bagian dari Demokrasi'

Moeldoko Klarifikasi soal Materi Pelatihan TKN "Kecurangan Bagian dari Demokrasi"

Nasional
KPK Sebut Pemeriksaan Novel Hanya Pengulangan, Tak Ada Hal Baru

KPK Sebut Pemeriksaan Novel Hanya Pengulangan, Tak Ada Hal Baru

Nasional
KPU Pertanyakan Keaslian Amplop yang Dibawa Saksi 02

KPU Pertanyakan Keaslian Amplop yang Dibawa Saksi 02

Nasional

Close Ads X