Mahfud MD Minta Polisi Jangan Takut Ungkap Kasus Muslim Cyber Army

Kompas.com - 04/04/2018, 19:59 WIB
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD di Jakarta, Kamis (16/11/2017) Kompas.com/YOGA SUKMANAMantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD di Jakarta, Kamis (16/11/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar hukum tata negara Mahfud MD meminta polisi tidak gamang dalam mengusut tuntas kelompok penyebar berita bohong seperti Muslim Cyber Army.

Polisi, menurut dia, saat ini dalam posisi yang serba salah. Pihak tertentu menyudutkan Polri karena menciduk anggota kelompok tersebut.

"Kasihan. Misal umumkan terlalu cepat bilang direkayasa. Kalau terlalu lambat, nanti dibilang sengaja ditutup-tutupi," ujar Mahfud dalam diskusi di PTIK, Jakarta, Rabu (4/4/2018).

(Baca juga: Polisi Belum Melihat Afiliasi Muslim Cyber Army dengan Oposisi Pemerintah)

Meski mendapat tekanan, Mahfud meminta Polri bekerja profesional. Polri, kata dia jangan takut diserang kelompok tertentu karena menegakkan hukum yang merupakan tugas utamanya.

"Jalan saja, tidak usah takut. Memang tugasnya begitu," kata Mahfud.

"Kewibawaan polisi akan di situ nantinya," lanjut dia.

Mahfud mengaku tak sepakat dengan kalimat Wakil Kapolri Komjen Pol Syafruddin yang tidak ingin kelompok itu disebut MCA lagi. Menurut Syafruddin saat itu, MCA tidak merepresentasikan umat muslim.

(Baca juga: Polri: Ada Kaitan Muslim Cyber Army dengan Kelompok Saracen)

 

Mahfud mengatakan, semestinya Polri bangga mengungkap kelompok tersebut untuk menunjukkan bahwa MCA adalah kelompok bobrok yang mengaku-aku islam.

"Kan memang itu nama akunnya itu. Dan itu yang mengadu domba. Jelas-jelas bawa-bawa islam. Ini bukan islam sebenarnya," kata Mahfud.

Mahfud meminta polisi membongkar kelompok MCA hingga ke akarnya. Saat ini, kata dia, tak ada perkembangan berarti soal penanganan kelompok itu. Ia meyakini bahwa ada aktor politik yang bermain di belakangnya seperti kelompok Saracen.

"Mereka memperjualkan agama untuk adu domba bangsa ini. Hati-hati ini sangat sensitif," kata Mahfud.

Kompas TV Hal ini diungkap oleh ketua penasehat persaudaraan alumni 212 Kapitra Ampera.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X