69,3 Meter Kubik Minyak Berhasil Dilokalisir di Teluk Balikpapan

Kompas.com - 03/04/2018, 22:10 WIB
Warga melihat asap tebal yang menyelimuti Kota Balikpapan, Sabtu (31/3/2018) Tribunkaltim.co/Siti ZubaidahWarga melihat asap tebal yang menyelimuti Kota Balikpapan, Sabtu (31/3/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim gabungan hingga Selasa (3/4/2018) ini masih terus melokalisasi tumpahan minyak di Teluk Balikpapan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menjelaskan, tim mengumpulkan 'oil boom' dari sejumlah perusahaan yang ada di sekitar lokasi. 'Oil boom' itu digunakan untuk menggiring genangan tumpahan minyak di perairan ke area fasilitas Pertamina.

"Hingga Senin kemarin (2/4/2018), sudah berhasil dikumpulkan tumpahan minyak sebanyak 69,3 meter kubik," ujar Siti kepada wartawan melalui pesan singkat, Selasa malam.

(Baca juga: Pemerintah akan Kejar Ganti Rugi Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan)

 

Siti juga telah menginstruksikan tim untuk memprioritaskan pembersihan tumpahan minyak di wilayah permukiman penduduk.

"Instruksi ini mengingat bau yang menyengat dan potensi risiko lainnya," lanjut Siti.

Seiring dengan itu, tim dari KLHK melakukan pengukuran luasan area terdampak tumpahan minyak. Pengukuran dilakukan secara langsung.

Mengingat lokasi terdampak yang luas, tim dibagi menjadi lima. Tim pertama mengukur panjang pesisir pantai daerah Kabupaten Penajam Paser Utara. Sementara empat tim lainnya mengukur dari Kota Balikpapan.

"Targetnya untuk mendapatkan panjang pantai yang terdampak tumpahan minyak. Sampai (Selasa) sore, kegiatan ini masih berlangsung. Hasilnya akan di-update segera mungkin," ujar Siti.

(Baca juga: Menteri Siti Terjunkan Tiga Dirjen Tangani Tumpahan Minyak di Teluk Balikpapan)

Siti juga telah menerbangkan fixed drone untuk melihat area terdampak dari udara. Bahkan, Siti sudah berkomunikasi dengan LAPAN soal ini. Harapannya, LAPAN memberikan data satelit di area terdampak tumpahan minyak.

Peristiwa tumpahnya minyak di Teluk Balikpapan terjadi sejak hari Sabtu (31/3/2018) dini hari. Tumpahan itu menyebabkan kebakaran.

Komandan SAR Balikpapan Oktavianto masih belum mengetahui asal muasal api itu. Namun, diduga minyak berasal dari kebocoran pipa.

Kompas TV Tumpahan minyak di Teluk Balikpapan menimbulkan bau menyengat.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemendagri Tegur 67 Kepala Daerah yang Belum Jalankan Rekomendasi Sanksi Netralitas ASN

Kemendagri Tegur 67 Kepala Daerah yang Belum Jalankan Rekomendasi Sanksi Netralitas ASN

Nasional
Jokowi Dukung Seniman dan Budayawan Tetap Berkreasi Saat Pandemi

Jokowi Dukung Seniman dan Budayawan Tetap Berkreasi Saat Pandemi

Nasional
La Nina, Sejumlah Daerah Berpotensi Banjir pada November 2020 hingga Januari 2021

La Nina, Sejumlah Daerah Berpotensi Banjir pada November 2020 hingga Januari 2021

Nasional
KPK Kembangkan Kasus Suap Pengesahan RAPBD Jambi

KPK Kembangkan Kasus Suap Pengesahan RAPBD Jambi

Nasional
Megawati: 270 Calon Kepala Daerah Bukan Saya yang Pilih, Semua Berembuk

Megawati: 270 Calon Kepala Daerah Bukan Saya yang Pilih, Semua Berembuk

Nasional
Megawati: Ngapain Demo kalau Merusak, Mending Bisa kalau Disuruh Ganti

Megawati: Ngapain Demo kalau Merusak, Mending Bisa kalau Disuruh Ganti

Nasional
Penyuap Nurhadi Ditangkap, MAKI Kini Tagih KPK Tangkap Harun Masiku

Penyuap Nurhadi Ditangkap, MAKI Kini Tagih KPK Tangkap Harun Masiku

Nasional
Ingatkan Kader Milenial Tak Cuma Mejeng, Megawati: Cari Makan Bisa di Tempat Lain

Ingatkan Kader Milenial Tak Cuma Mejeng, Megawati: Cari Makan Bisa di Tempat Lain

Nasional
Ingatkan Kader Mulai Program Tanaman Pendamping Beras, Mega: Ini karena Saya Cinta Rakyat

Ingatkan Kader Mulai Program Tanaman Pendamping Beras, Mega: Ini karena Saya Cinta Rakyat

Nasional
Mahfud Minta Masyarakat Tak Anarkistis Tanggapi Pernyataan Presiden Perancis

Mahfud Minta Masyarakat Tak Anarkistis Tanggapi Pernyataan Presiden Perancis

Nasional
Tegaskan Pernyataan, Megawati Kini Bertanya Berapa Banyak Anak Muda Tolong Rakyat

Tegaskan Pernyataan, Megawati Kini Bertanya Berapa Banyak Anak Muda Tolong Rakyat

Nasional
Kurang dari Sebulan, Jumlah Pasien RSD Wisma Atlet Turun Lebih dari 50 Persen

Kurang dari Sebulan, Jumlah Pasien RSD Wisma Atlet Turun Lebih dari 50 Persen

Nasional
UPDATE: 3.143 Kasus Baru Covid-19 di 30 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi dengan 750

UPDATE: 3.143 Kasus Baru Covid-19 di 30 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi dengan 750

Nasional
 Wiku Adisasmito: Penanganan Covid-19 di Indonesia Lebih Baik dari Rata-rata Dunia

Wiku Adisasmito: Penanganan Covid-19 di Indonesia Lebih Baik dari Rata-rata Dunia

Nasional
UPDATE 31 Oktober: Pemerintah Periksa 29.001 Spesimen Covid-19 dalam Sehari

UPDATE 31 Oktober: Pemerintah Periksa 29.001 Spesimen Covid-19 dalam Sehari

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X