Ada Miliaran Rupiah untuk Biaya Bos First Travel Plesir Keliling Eropa

Kompas.com - 02/04/2018, 18:56 WIB
Terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan biro perjalanan umrah First Travel, Direktur Utama Andika Surachman (kedua kanan), Direktur Anniesa Hasibuan (kedua kiri), dan Direktur Keuangan Kiki Hasibuan (kiri) menjalani sidang dengan agenda keterangan saksi dari JPU di Pengadilan Negeri Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (21/3). Sidang yang seharusnya mengagendakan mendengarkan keterangan saksi dari penyanyi Syahrini batal dilakukan karena ketidakhadiran Syahrini. Pemanggilan tersebut merupakan kali kedua Syahrini mangkir untuk memberikan kesaksian dalam kasus First Travel. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye/18Indrianto Eko Suwarso Terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan biro perjalanan umrah First Travel, Direktur Utama Andika Surachman (kedua kanan), Direktur Anniesa Hasibuan (kedua kiri), dan Direktur Keuangan Kiki Hasibuan (kiri) menjalani sidang dengan agenda keterangan saksi dari JPU di Pengadilan Negeri Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (21/3). Sidang yang seharusnya mengagendakan mendengarkan keterangan saksi dari penyanyi Syahrini batal dilakukan karena ketidakhadiran Syahrini. Pemanggilan tersebut merupakan kali kedua Syahrini mangkir untuk memberikan kesaksian dalam kasus First Travel. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye/18

DEPOK, KOMPAS.com - Saksi Usya Soemiarti Soeharjono mengatakan, dirinya pernah menerima kiriman uang dari bos First Travel di luar untuk pembayaran pembelian restoran di London.

Berdasarkan penelusuran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), ada pengiriman uang dari rekening First Anugerah Wisata ke rekening Usya sejak 2014. Padahal, restoran baru berperasi pada pertengahan 2015. Jaksa menanyakan peruntukan uang yang dikirim pada 2014 hingga 2015 itu.

"Kalau ditotal ada Rp 24 miliar. Saya mau nanya, ini transfer dimulai 2014. Sementara pembelian restoran 2015. Transfer 2014 buat apa?" tanya jaksa di Pengadilan Negeri Depok, Senin (2/4/2018).

Menurut Usya, uang tersebut merupakan pengganti biaya jalan-jalan Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan istrinya Anniesa Hasibuan keliling Eropa bersama keluarganya.

"Biaya liburan keluarga Andika dan Anniesa ke Eropa," kata Usya.

Baca juga : Forbes Tarik Kembali Penghargaan Wanita Inspiratif dari Anniesa Hasibuan

Negara yang dikunjungi Andika dan keluarga yakni London, Paris, Amsterdam, Swiss, dan Italia di waktu berbeda. Bahkan, pernah Andika membawa rombongan keluarga sekitar 12 orang. Biaya pengeluaran selama liburan, kata Usya, biasanya ia yang menalangi di awal. Kemudian diganti Andika belakangan melalui transfer dari rekening First Travel.

"Menginapnya di hotel Continental. Yang saya tahu sangat mahal sekali, mungkin Rp 8 juta semalam," kata Usya.

Selain untuk biaya keliling Eropa, Andika juga pernah mengirim uang untuk acara Hello Indonesia pada 2014 dan 2015. Acara itu merupakan festival untuk memperkenalkan budaya Indonesia. Salah satunya merupakan fashion show dari koleksi pakaian rancangan Anniesa Hasibuan. Andika merupakan sponsor utama dalam acara itu.

"Beliau (Anniesa) ingin memperagakan desainnya di London," kata Usya.

Baca juga : Dengan Uang Calon Jamaah Umrah, Anniesa Hasibuan Beli Cincin Berlian dan Tas Mewah

Dalam surat dakwaan, disebutkan bahwa terdakwa diduga menggunakan uang setoran calon jemaah umrah untuk kegiatan pribadi yang tak berhubungan dengan umrah.

Dalam kurun waktu 2014-2015, Andika, Anniesa, dan Kiki berpelesir ke Eropa yang seluruh biayanya diambil dari uang setoran calon jemaah umrah First Travel. Nilainya sekitar Rp 8,6 miliar.

Selain itu, uang tersebut juga digunakan untuk menyewa booth event "Hello Indonesia" yang digelar di Trafalgar Square, London, pada 2014 dan 2015. Event tersebut merupakan salah satu keperluan bisnis Anniesa. Uang yang dikeluarkan untuk keperluan tersebut sebesar Rp 2 miliar.

Selebihnya, uang ditransfer ke sejumlah rekening dan membayar sewa gedung kantor First Travel.

Uang calon jamaah juga disembunyikan dengan membeli tanah dan bangunan serta sejumlah kendaraan mewah.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X