Novanto Sebut Tujuh Anggota DPR Terima Uang E-KTP, KPK Akan Dalami

Kompas.com - 28/03/2018, 22:17 WIB
Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (16/2/2018). Kompas.com/Robertus BelarminusJuru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (16/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah mengatakan, KPK akan mencari bukti mengenai pernyataan terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto terkait dugaan aliran dana kasus e-KTP kepada tujuh anggota DPR.

Dalam sidang perkara dugaan korupsi proyek e-KTP Kamis (22/3/2018), Novanto menyebut keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo memberikan uang kepada tujuh anggota DPR yang nilainya masing-masing 500.000 dollar Amerika Serikat.

"Pasti kami dalami. Namun, keterangan terdakwa itu harus kita lihat, apakah didukung atau tidak, sesuai atau tidak, dengan bukti-bukti yang lain, apakah (didukung) saksi yang lain. Karena kami tidak bisa mengambil kesimpulan sejak awal, kalau hanya ada satu keterangan saja," kata Febri di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Irvanto hari ini diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka kasus korupsi e-KTP Made Oka Masagung.

(Baca juga: Kata Novanto, Ada 7 Anggota DPR Terima Masing-masing 500.000 Dollar AS)

Febri belum mengetahui apakah aliran dana kepada tujuh anggota DPR itu termasuk yang ditanya penyidik kepada Irvanto dalam pemeriksaan hari ini.

"Saya belum dapat informasi dari tim (penyidik) karena pemeriksaan masih berjalan saat ini. Tapi saya kira dalam pemeriksaan terhadap Irvanto atau saksi-saksi lain, pasti informasi-informasi itu akan didalami," ujar Febri.

"Contoh yang paling sederhana ketika Setya Novanto bicara bahwa Irvanto menyerahkan uang kepada sejumlah pihak di DPR, maka tentu itu menjadi salah satu bagian dari pertanyaan KPK. Meskipun kami tidak bisa membuka secara rinci apa saja materi pemeriksaan, karena itu kan sifatnya teknis materi perkara," kata dia.

Tujuh anggota DPR yang disebut terima aliran dana e-KTP yakni Melchias Markus Mekeng, Olly Dondokambey, Tamsil Linrung, Mirwan Amir. Uang juga diberikan kepada Arif Wibowo, Ganjar Pranowo, dan M Jafar Hafsah.

Selain tujuh nama itu, Novanto juga menuding politisi PDI-P Pramono Anung dan Puan Maharani menerima 500.000 dollar AS. Namun, menurut Novanto, informasi itu dia peroleh dari Made Oka.

Mekeng sebelumnya menyebut pernyataan Novanto sebagai bualan. Mengenai hal itu, KPK menyatakan hal itu merupakan hak dari politisi Partai Golkar tersebut.

"Ya tidak apa-apa, kalau ada pihak-pihak yang bantah itukan hak mereka. KPK pun sampai saat ini belum simpulkan kebenaran atau tidak benarnya informasi-informasi yang disampaikan (Novanto) tersebut. Karena kami kan harus uji ya," ujar Febri.

(Baca juga: Mekeng Bantah Menerima 500.000 Dollar AS dari Proyek E-KTP)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Uji Klinis Vaksin Nusantara Berlanjut, Guru Besar FKUI: Jelas Ada Pelanggaran

Uji Klinis Vaksin Nusantara Berlanjut, Guru Besar FKUI: Jelas Ada Pelanggaran

Nasional
Soal Vaksin Nusantara, PB IDI Harap BPOM Tidak Diintervensi oleh DPR

Soal Vaksin Nusantara, PB IDI Harap BPOM Tidak Diintervensi oleh DPR

Nasional
Jokowi Ingin Kota Semakin Infklusif, Terbuka bagi Seluruh Warga

Jokowi Ingin Kota Semakin Infklusif, Terbuka bagi Seluruh Warga

Nasional
Kemenkes Belum Dapat Laporan Uji Praklinis Vaksin Nusantara

Kemenkes Belum Dapat Laporan Uji Praklinis Vaksin Nusantara

Nasional
Jokowi: Indonesia Harus Punya Kekhasan Ketika Buat Perencanaan Wilayah

Jokowi: Indonesia Harus Punya Kekhasan Ketika Buat Perencanaan Wilayah

Nasional
LBM Eijkman Targetkan Vaksin Merah Putih Dapat Izin BPOM Pertengahan 2022

LBM Eijkman Targetkan Vaksin Merah Putih Dapat Izin BPOM Pertengahan 2022

Nasional
Menkominfo: Indonesia Butuh 600.000 Talenta Digital untuk Atasi Digital Talent Gap

Menkominfo: Indonesia Butuh 600.000 Talenta Digital untuk Atasi Digital Talent Gap

Nasional
UPDATE 17 April: Sebaran 5.041 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI Jakarta

UPDATE 17 April: Sebaran 5.041 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI Jakarta

Nasional
UPDATE: Pemerintah Periksa 64.838 Spesimen dalam Sehari, Total 13.776.810

UPDATE: Pemerintah Periksa 64.838 Spesimen dalam Sehari, Total 13.776.810

Nasional
UPDATE 17 April: Ada 60.699 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

UPDATE 17 April: Ada 60.699 Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 17 April: 5.889.716 Orang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

UPDATE 17 April: 5.889.716 Orang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

Nasional
Jokowi Ingin Desain Smart City Ibu Kota Negara Baru Jadi Rujukan Negara-negara Dunia

Jokowi Ingin Desain Smart City Ibu Kota Negara Baru Jadi Rujukan Negara-negara Dunia

Nasional
Jokowi: Perencanaan Bukan Sekadar Rancang Gedung, Perencanaan adalah Bangun Tempat Hidup

Jokowi: Perencanaan Bukan Sekadar Rancang Gedung, Perencanaan adalah Bangun Tempat Hidup

Nasional
UPDATE 17 April: Ada 106.243 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 17 April: Ada 106.243 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: Bertambah 132, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 43.328 Orang

UPDATE: Bertambah 132, Pasien Covid-19 Meninggal Jadi 43.328 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X