Rachmawati Soekarnoputri: Pak Prabowo Tetap Maju, Tunggu Tanggal Mainnya

Kompas.com - 27/03/2018, 08:13 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ketika ditemui saat perayaan HUT Partai Gerindra ke-10 di kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta, Sabtu (10/2/2018).KOMPAS.com/ MOH NADLIR Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ketika ditemui saat perayaan HUT Partai Gerindra ke-10 di kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta, Sabtu (10/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri menuturkan bahwa ketua umum partainya, Prabowo Subianto, akan maju sebagai capres pada Pilpres 2019. Ia mengungkapkan, Prabowo akan segera mendeklarasikan pencalonannya itu dalam waktu dekat.

"Kalau pilpres insya Allah Pak Prabowo tetap akan maju. Insya Allah. Ya nanti tunggu tanggal mainnya saja," ujar Rachmawati saat ditemui di rumah pribadi Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Senin (26/3/2018) malam.

Saat ini, kata Rachmawati, internal partai masih membahas sosok yang tepat untuk mendampingi Prabowo sebagai cawapres.

Namun, ia enggan untuk menyebutkan siapa saja sosok yang tengah menjadi sorotan partai Gerindra.

Baca juga: Pilpres 2019, Prabowo Minta Masyarakat Bersabar soal Deklarasi Capres

"Kalau mau maju ya pasti ada cawapresnya dong, cuma siapanya itu kan masih rahasia. Ya kalau saya hitung banyak juga sih," tutur putri Presiden RI pertama Soekarno itu.

Racmawati sendiri mengaku sudah mengusulkan kriteria yang cocok untuk menjadi cawapres Prabowo. Ia menilai sosok cawapres harus mampu mengerti, sinkron, dan bekerja sama dengan Prabowo.

Ia pun mencontohkan pernyataan Prabowo yang belakangan ramai diperdebatkan terkait prediksi bubarnya Indonesia pada tahun 2030. Menurut Rachmawati, pernyataan itu seharusnya menjadi perhatian bangsa Indonesia.

Baca juga: Gerindra Bentuk Tim Pemenangan Prabowo Subianto di Pilpres 2019

Ia juga tak mempersoalkan apakah sosok cawapres tersebut berasal dari kalangan sipil ataupun militer.

"Bagaimanapun juga Pak Prabowo ini sebagai antitesa (antitesis) dengan keadaan sekarang ini, maka dari itu kalau kita lihat dari paradoks Indonesia atau sekarang lagi ramai tentang bubarnya Indonesia 2030, seharusnya menjadi satu perhatian kita, bangsa Indonesia ke depan," tuturnya.

"Bagaimanapun juga cawapresnya sendiri harus mengerti, harus sinkron dan bisa bekerja sama dengan capresnya. Kalau soal militer sipilnya, saya kira nggak terlalu dipersoalkan pokoknya capable aja bisa bekerja sama," kata Rachmawati.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X