Polri: Pembobolan ATM dengan Skimmer Kejahatan Terorganisir

Kompas.com - 22/03/2018, 07:31 WIB
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Selasa (30/1/2018). KOMPAS.com/AMBARANIE NADIAKepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta, Selasa (30/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, penyidik tidak bisa mengungkap sindikat pembobolan ATM dengan metode skimming dalam waktu singkat.

Kejahatan ini diduga telah dirancang sedemikian rupa oleh jaringan yang melibatkan warga negara lain.

"Memang ini kejahatan yang terorganisir. Ada yang mengambil data, mencetak, menjual, dan mengambil duitnya," ujar Setyo di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Baca juga: Marak Skimming ATM, Jusuf Kalla Minta Bank Perbaiki Sistem

Setyo mengatakan, Polri membutuhkan waktu lebih lama untuk melacak pelaku-pelaku lain. Upaya pelacakan ini dilakukan juga melalui kerja sama internasional dengan beberapa negara, salah satunya dalam pertukaran informasi dan data.

"Upaya represifnya kita kejar pelakunya. Sekarang ini kita sudah dapet beberapa tersangka dan barang buktinya," kata Setyo. 

Di sisi lain, polisi meminta pihak Imigrasi untuk memperketat pemantauan terhadap warga negara asing yang masuk ke Indonesia. Jangan sampai alat skimmer itu lolos dari keamanan perbatasan.

Modus pembobolan dengan skimmer ini merupakan cara lama.

Setyo mengatakan, ia pernah mengungkap kasus pemalsuan kartu kredit. Modusnya sama seperti saat ini, yaitu pelaku meng-copy data nasabah pada kartu yang dimasukkan ke ATM dan kemudian disalin di kartu kosong.

Baca juga: Kejahatan Skimming ATM dan Keterlibatan Warga Negara Asing

Dengan maraknya kejahatan tersebut, Polri juga memberi instruksi khusus kepada jajaran Polda dan Polres.

"Kalau ada Polda yang mengalami kasus, kami biasa berikan penerangan kesatuan. Begitu ada kejadian, kita beri info ke wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan," kata Setyo.

Setyo meminta masyarakat waspada saat menggunakan mesin ATM. Kalau bisa, transaksi jangan dilakukan di ATM yang sepi dan jaih dari pantauan keamanan. 

Selain itu, pihak bank juga diminta memperkuat sistem pengamanan mereka.

"Dengan adanya perkembangan teknologi perbankan juga dituntut menciptakan kartu yang tingkat security-nya ditingkatkan," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X