Pasca-Eksekusi Mati TKI, Kalla Yakin Hubungan RI-Arab Saudi Tetap Baik

Kompas.com - 20/03/2018, 19:17 WIB
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika ditemui di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (13/2/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIRWakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika ditemui di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla yakin hubungan diplomatik Indonesia dengan Arab Saudi pasca- eksekusi mati tenaga kerja Indonesia bernama Muhammad Zaini Misrin tetap berjalan baik.

Berkaca pada eksekusi mati sejumlah warga negara asing oleh Pemerintah Indonesia, beberapa waktu lalu, hubungan diplomatik Indonesia dengan negara asal terpidana mati juga tetap baik-baik saja.

"Kita juga menghukum mati puluhan orang, tetapi tetap saja ya hubungan kita dengan mereka baik. Walaupun ada orang Perancis, Pakistan (yang dieksekusi mati di Indonesia), tetap baik," ujar Kalla di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (20/3/2018).

Diketahui, sejak pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, pemerintah sudah mengeksekusi mati 18 orang. Eksekusi mati itu dilakukan dalam tiga tahap.

Tahap pertama, yakni eksekusi terhadap 6 orang pada 18 Januari 2015. Tahap kedua, eksekusi mati terhadap 8 orang pada 29 April 2015. Tahap ketiga, yakni eksekusi sebanyak 4 orang pada 29 Juli 2016.

(Baca juga: Pesan Terakhir Zaini, TKI yang Dieksekusi Mati di Arab Saudi)

Kalla mengatakan, pasca-eksekusi mati yang dilakukan Pemerintah Indonesia, hubungan diplomatik dengan sejumlah negara yang warga negaranya dieksekusi sempat mengalami gangguan. Namun, gangguan itu lama kelamaan hilang dengan sendirinya.

"Ya awalnya memang marah-marah ya, tapi setelah itu dipahami bahwa memang dia bersalah sesuai dengan hukum kita," kata Kalla.

Demikian pula dengan Misrin. Meski menyayangkan terhadap eksekusi TKI asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu, Pemerintah Indonesia menghormati hukum yang berlaku di Arab Saudi.

"Kita harus memahami hukum yang berlaku di negara lain. Sama juga yang kita harapkan itu orang memahami hukum di Indonesia, yang Anda tahu kita menghukum mati berapa puluh orang sudah? Jadi saling mengerti," ujar Kalla.

Misrin sebelumnya dituduh membunuh majikannya di Kota Mekkah, 2004 silam. Presiden Jokowi sempat meminta bantuan Raja Salman untuk meninjau kembali kasus pidana yang menjerat WNI tersebut.

Namun, segala upaya diplomasi gagal setelah pada Minggu (18/3/2018) lalu, otoritas Arab Saudi mengeksekusi mati tenaga kerja asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X