Fadli Zon: Pernyataan Prabowo soal Indonesia Bubar pada 2030 Hanya Peringatan - Kompas.com

Fadli Zon: Pernyataan Prabowo soal Indonesia Bubar pada 2030 Hanya Peringatan

Kompas.com - 20/03/2018, 14:16 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (2/3/2018).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Wakil Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (2/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai pernyataan Ketua Umum Prabowo Subianto soal adanya kajian dari pihak asing yang menyatakan Indonesia tidak akan ada lagi pada 2030 merupakan peringatan pemerintah untuk memperbaiki diri.

Adapun pernyataan tersebut dimuat dalam video yang di-post di akun Facebook resmi Partai Gerindra, pada Senin (19/3/2018) silam.

"Itu namanya warning. Kami ingin Indonesia lebih dari 1.000 tahun, kalau perlu sampai kiamat. Tetapi kalau cara memimpin Indonesia seperti sekarang ya bisa kacau," ujar Fadli Zon di Gedung DPP Partai Gerindra, Selasa (20/3/2018).

Menurut Fadli, pernyataan Prabowo merupakan peringatan bagi pemerintah agar tidak salah jalan. Hal itu demi menjaga eksistensi Indonesia ke depannya.

"Menurut saya kita sekarang ini sudah banyak salah jalan, masuk ke jurang, masuk ke jerat utang dan lain lain," ujar Fadli.

(Baca juga: Jika Jadi Presiden, Gerindra Optimistis Prabowo Bisa Perbaiki Ekonomi Indonesia)

Fadli mengaku optimistis Prabowo bisa menjadi figur pemimpin yang meningkatkan kedaulatan Indonesia dari segi ekonomi. Sebab, Partai Gerindra mengutamakan ekonomi kerakyatan sebagai semangat partai untuk mengabdi ke masyarakat.

"Ya bisa dipastikan, karena platform ekonomi kita adalah ekonomi kerakyatan. Kan kita malah jadi raja utang, mempermudah pekerja asing untuk masuk, padahal di dalam negeri kita membutuhkan banyak pekerjaan. Kemudian penguasaan lahan kita hanya segelintir orang," ucap Fadli Zon.

Fadli menganggap semangat Trisakti yang diusung oleh Presiden Joko Widodo berbeda dengan kenyataannya di lapangan.

Dengan demikian, menurut dia, Indonesia membutuhkan kepala negara baru yang konsisten dan bisa membawa Indonesia menjadi negara terhormat secara politik, ekonomi, sosial dan budaya.

"Saya tanya langsung ke bawah, ke masyarakat, semua hidupnya susah dan makin susah di era Jokowi. Kiri-kanan lihat rakyat sengsara kan," kata Fadli.

(Baca juga: Sekjen Gerindra Sebut Daftar Cawapres Prabowo Diisi 15 Nama)

Menurut dia, perekonomian Indonesia harus berorientasi pada ekonomi kerakyatan. Fadli mengkritik langkah pemerintah yang terlalu fokus pada pembangunan infrastruktur dan mengesampingkan pembangunan manusia.

Dalam video tersebut, Prabowo mengungkapkan adanya kajian dari pihak asing yang meramalkan Indonesia tidak akan ada lagi pada 2030. Prabowo juga mengungkapkan sejumlah persoalan perekonomian yang dialami Indonesia.

Hingga pukul 13:52 WIB tadi, video tersebut telah disukai sekitar 3.300 pengguna, 700 komentar dan dibagikan sebanyak 952 kali.

Kompas TV Saat ini internal partai Gerindra tengah menyiapkan deklarasi calon presiden yang paling lambat dilakukan pada april mendatang.


Komentar
Close Ads X