Pimpinan DPR Anggap Arab Saudi Lecehkan Indonesia Terkait Eksekusi Mati TKI

Kompas.com - 20/03/2018, 13:14 WIB
Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengatakan bahwa pimpinan DPR akan segera menggelar Rapat Pimpinan untuk membahas surat Panitia Khusus Hak Angket DPR yang ingin rapat konsultasi bersama Presiden Joko Widodo. Jakarta, Selasa (19/9/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIR Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengatakan bahwa pimpinan DPR akan segera menggelar Rapat Pimpinan untuk membahas surat Panitia Khusus Hak Angket DPR yang ingin rapat konsultasi bersama Presiden Joko Widodo. Jakarta, Selasa (19/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menilai, Arab Saudi melecehkan Indonesia terkait eksekusi mati tenaga kerja Indonesia (TKI) Zaini Misrin tanpa pemberitahuan resmi.

Sebab, pemerintah sudah mencoba mencari informasi terkait Zaini Misrin, namun tak diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi.

"Kalau ini tanpa ada notifikasi dari Pemerintah Arab Saudi ke Indonesia tentu ini pelecehan," kata Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

(Baca juga : Migrant Care: Arab Saudi Sudah Eksekusi Mati 5 TKI Tanpa Pemberitahuan)

Ia meminta Pemerintah Indonesia bersikap tegas ke Arab Saudi karena mengeksekusi mati TKI tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

"Kita menghormati pemerintah yang sudah beberapa kali lakukan advokasi, tapi saat eksekusi tidak diinfokan oleh pemerintah Saudi," kata Taufik.

Ia menyinggung sambutan yang diberikan Indonesia saat Raja Salman berkunjung ke Tanah Air. Menurut Taufik, Arab Saudi tidak merespons positif sambutan tersebut.

Taufik juga menyinggung asuransi crane yang jatuh menimpa jemaah haji asal Indonesia yang hingga saat ini belum dibayarkan.

(Baca juga : Indonesia Layangkan Protes ke Arab Saudi Atas Eksekusi Mati Zaini Misrin)

"Jangankan yang TKI, gimana juga masalah asuransi yang kena crane di sana kan juga harus ada tindak lanjut dari Pemerintah Arab Saudi," lanjut politisi PAN itu.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri telah melayangkan protes resmi kepada Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, yakni Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi atas eksekusi hukuman mati kepada Zaini Misrin.

Hal itu diungkapkan Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia, Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal di Kantor Kemenlu RI, Jakarta, Senin (19/3/2018).

"Hari ini pemerintah Indonesia sudah menyampaikan protes resmi dan meminta penjelasan atas kejadian ini dengan memanggil Dubes Arab Saudi dipanggil," kata Iqbal.

(Baca juga : Kisah Perantauan Zaini Misrin yang Berakhir di Tangan Algojo Arab Saudi...)

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia menyampaikan keprihatinan dan protes atas eksekusi yang dilakukan kepada tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur itu tanpa notifikasi.

"Bahkan mengesampingkan fakta bahwa proses peninjauan kembali (PK) yang kedua baru berjalan," kata Iqbal.

Tak hanya itu, rencananya Duta Besar RI di Arab Saudi akan melayangkan nota protes dari Indonesia langsung ke Kementerian Luar Negeri Arab Saudi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X