Mengapa Prabowo Tak Kunjung Deklarasi Pencapresan?

Kompas.com - 19/03/2018, 07:21 WIB
Menolak Hasil Pilpres - Calon presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato penolakkannya terhadap hasil pilpres 2014 di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Selasa (22/7/2014). Pernyataan sikap tanpa kehadiran calon wakil presiden Hatta Rajasa tersebut merupakan bentuk kekecewaan dari tim pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terhadap pelaksanaan pilpres 2014 yang mereka nilai banyak diwarnai oleh kecurangan. KOMPAS/WAWAN H PRABOWOMenolak Hasil Pilpres - Calon presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato penolakkannya terhadap hasil pilpres 2014 di Rumah Polonia, Jakarta Timur, Selasa (22/7/2014). Pernyataan sikap tanpa kehadiran calon wakil presiden Hatta Rajasa tersebut merupakan bentuk kekecewaan dari tim pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa terhadap pelaksanaan pilpres 2014 yang mereka nilai banyak diwarnai oleh kecurangan.

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengatakan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan mendeklarasikan diri sebagai bakal calon presiden pada awal April.

Hal itu dikatakan Ferry saat ditemui di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Minggu (18/3/2018).

"Minggu awal April itu, beliau akan menyatakan secara resmi menjawab permintaan dari daerah. Dari keluarga besar Gerindra secara internal menginginkan Pak Prabowo bersedia mencalonkan lagi," kata Ferry.

Baca juga: Ketum PPP: Jokowi dan Prabowo Sepakat "Rematch" di Pilpres 2019

Ketika ditanya mengapa Prabowo terus mengulur waktu pendeklarasian, Ferry mengatakan, ada banyak hal yang harus dilakukan mantan Komandan Jenderal Kopassus itu.

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Ferry Juliantono.KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Ferry Juliantono.
Menurut Ferry, Prabowo masih fokus pada konsolidasi jelang Pemilihan Kepala Daerah 2018.

Di beberapa daerah, Prabowo akan menjadi juru kampanye untuk memenangkan pasangan calon yang diusung Gerindra.

Selain itu, Gerindra juga masih berkomunikasi dengan parpol lain untuk penjajakan koalisi.

Sejauh ini, Gerindra baru mendapatkan kepastian koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mengusung Prabowo.

Baca juga: Gerindra DKI: Kalau Prabowo Sudah "Ngapa-ngapain", Lewat Tuh Jokowi

Ferry membantah bahwa faktor koalisi ini yang menjadi penghambat Prabowo mendeklarasikan diri. Menruut dia, koalisi Gerindra dan PKS cukup untuk mengusung Prabowo. Meski demikian, masih terbuka komunikasi dengan partai lain.

Ferry mengatakan, penjajakan dilakukan dengan parpol-parpol yang pada Pilkada DKI Jakarta 2017 mengusung Agus Harimurti Yudhoyono dan hingga kini belum menentukan pilihan di Pilpres.

"PKB, Demokrat, atau partai lain yang kemarin (Pilkada Jakarta) sudah dukung putra Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) kemudian ada gelagat calonnya enggak bakal dipilih jadi cawapresnya Pak Jokowi ada kemungkinan akan goyah," lanjut Ferry.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X