13 Napi Kasus Korupsi Dapat Remisi Hari Raya Nyepi - Kompas.com

13 Napi Kasus Korupsi Dapat Remisi Hari Raya Nyepi

Kompas.com - 17/03/2018, 16:52 WIB
Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 di wilayah Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Sabtu (17/3/2018). Pengamanan tersebut dilakukan untuk menjamin kelancaran umat Hindu yang menjalani catur brata penyepian atau tidak menggunakan api (amati geni), tidak bepergian (amati lelungan), tidak menikmati hiburan (amati lelanguan), dan tidak bekerja (amati karya) selama 24 jam.ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 di wilayah Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Sabtu (17/3/2018). Pengamanan tersebut dilakukan untuk menjamin kelancaran umat Hindu yang menjalani catur brata penyepian atau tidak menggunakan api (amati geni), tidak bepergian (amati lelungan), tidak menikmati hiburan (amati lelanguan), dan tidak bekerja (amati karya) selama 24 jam.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Ade Kusmanto mengatakan, 13 narapida kasus korupsi mendapat remisi di Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940.

Mereka termasuk bagian dari 811 napi yang mendapat remisi Hari Raya Nyepi ini.

"(Untuk) kasus korupsi yang remisi Nyepi 13 orang," kata Ade lewat pesan singkat kepada Kompas.com, Sabtu (17/3/2018).

Namun, tidak ada dari ke-13 napi tersebut yang termasuk ke 5 napi yang langsung bebas karena dapat remisi di hari raya umat Hindu ini. "Tidak ada," ujar Ade ketika ditanya soal remisi yang langsung bebas untuk napi.

Remisi yang diberikan kepada setiap narapidana tidak semuanya sama. Pemberian remisi mulai dari 15 hari sampai dengan 2 bulan, tergantung dengan pidana yang sudah dijalani.

Dari informasi yang dihimpun Kompas.com, napi yang mendapatkan remisi Hari Raya Nyepi tahun ini salah satunya yakni mantan Kadisdikporabud Kabupaten Jembrana, Bali periode 2009-2010, Anak Agung Gede Putra Yasa.

Baca juga : Layanan IndiHome di Bali Dimatikan Selama Nyepi

Dilansir dari Tribun Bali, Anak Agung Gede Putra Yasa merupakan salah satu pelaku yang tersangkut kasus korupsi dana Bansos di Stikes Jembrana. Dia ditangkap oleh Kejaksaan Tinggi Bali.

Sebelumnya, sebanyak 811 narapidana beragama Hindu mendapat remisi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Remisi tersebut diberikan bertepatan dengan hari raya Nyepi yang akan diperingati pada 17 Maret 2018.

"Remisi diberikan kepada napi yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, seperti telah menjalani pidana minimal 6 bulan, tidak terdaftar pada register F, serta turut aktif mengikuti program pembinaan di lapas atau rutan," ujar Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mardjoek dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (16/3/2018).

Adapun, narapidana beragama Hindu di seluruh Indonesia berjumlah 1.467 orang.

Dari 806 penerima remisi, 244 narapidana menerima remisi 15 hari. Kemudian, 514 narapidana mendapat remisi 1 bulan.

Selain itu, 36 narapidana mendapat remisi 1 bulan 15 hari, dan 2 bulan remisi untuk 12 narapidana.

Baca juga : Kisah Perjuangan Bima di Balik Pawai Ogoh-ogoh Menyambut Nyepi

Sedangkan, dua orang langsung bebas usai menerima remisi 15 hari dan tiga orang bebas setelah menerima remisi 1 bulan.

Narapidana terbanyak mendapat Remisi Nyepi tahun 2018 berasal dari Kantor Wilayah (Kanwil) Bali sebanyak 573 orang, Kanwil Kalimantan Tengah sebesar 70 orang, dan Kanwil Sumatera Utara berjumlah 33 orang.


Komentar
Close Ads X