Jumat Siang, Komnas HAM Akan Temui KPK Bahas Kasus Novel Baswedan

Kompas.com - 16/03/2018, 10:47 WIB
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memenuhi panggilan Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM), Salasa (13/3/2018). Kompas.com/YOGA SUKMANAPenyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memenuhi panggilan Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM), Salasa (13/3/2018).
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Perwakilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM) akan datang menemui pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) di Gedung KPK Jakarta, Jumat (16/3/2018).

Kedatangan Komnas HAM itu guna membahas teror dan penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior Novel Baswedan.

"Sebagaimana telah kami sampaikan sebelumnya, KPK menerima surat dari Komnas HAM bahwa Tim Pemantauan Proses Hukum Novel Baswedan ingin melakukan koordinasi dengan KPK," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat.

Febri mengatakan, KPK sangat terbuka dengan kerja sama dan penguatan yang diinisiasi Komnas HAM.

(Baca juga: KPK Respons Positif Tim Pemantauan Komnas HAM untuk Kasus Novel)

KPK berharap pelibatan Komnas HAM dapat membantu mempercepat pengungkapan kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan.

"Ketika Komnas HAM melihat ada persoalan hak asasi manusia saat sejumlah penyidik KPK mengalami serangan berkali-kali, maka kami berharap proses ini dapat membantu pengungkapan lebih lanjut," kata Febri.

Sebelumnya, Ketua Tim Pemantauan Kasus Novel, Sandrayati Moniaga mengatakan, pembentukan tim pemantauan tersebut karena Komnas HAM melihat penanganan kasus ini terkesan berlarut.

Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM itu mengatakan, penanganan kasus Novel sudah memasuki hari ke-333, namun kasus tersebut belum menemukan titik terang.

Selain itu, kasus ini juga telah menarik perhatian publik secara luas. Pembentukan tim diharapkan mendorong percepatan penanganan kasus tersebut agar dapat diselesaikan dengan baik oleh kepolisian.

Rencananya, hasil pemantauan tim akan disampaikan pada sidang paripurna Komnas HAM dan kepada pemangku kepentingan terkait.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X