DPR Minta Polri Percepat Penuntasan Kasus Novel Baswedan

Kompas.com - 15/03/2018, 20:14 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan (kiri) didampingi oleh Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPenyidik KPK Novel Baswedan (kiri) didampingi oleh Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif, tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan meminta Polri mempercepat penuntasan kasus penyiraman air keras yang dialami oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Pasalnya, pihak Polda Metro Jaya telah melibatkan sebanyak 166 penyidik dalam proses penyelidikan.

"Tentunya dengan keberpihakan Kapolri dengan mengirim 166 penyidik untuk satu perkara kita apresiasi. Saya hanya meminta kepada Pak Kapolri agar lebih cepat lagi karena harapan rakyat ini juga ada batasnya," ujar Arteria saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/3/2018).

Arteria mengatakan, DPR masih memberikan ruang kepada Polri untuk menuntaskan kasus tersebut.

Oleh sebab itu, kata Arteria, DPR belum sepakat terkait desakan masyarakat sipil untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Novel.

Baca juga : Sebanyak 166 Penyidik Polri Dilibatkan Usut Kasus Novel Baswedan

Namun, tidak menutup kemungkinan Komisi III akan mendorong pembentukan TGPF jika Polri tak kunjung mengungkap pelaku dan motif penyiraman air keras ke wajah Novel.

"Jangan sampai nanti ruang yang sudah kita tutup karena kami komisi III menutup terbentuknya TGPF, nanti mau tidak mau kita paksa buka ruang itu. Mudah-mudahan Pak Kapolri bisa menyelesaikan permasalahan itu," kata Arteria.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis menegaskan bahwa penyidik hingga saat ini masih intens melakukan pengusutan kasus penyiraman air keras yang dialami oleh Novel Baswedan.

Menurut Idham, dirinya telah membentuk satuan tugas khusus untuk menangani kasus novel yang terdiri dari 166 penyidik Polda Metro Jaya.

Baca juga : Wapres JK Minta Polisi Diberi Waktu Tuntaskan Kasus Novel Baswedan

"Polda Metro Jaya masih intens melakukan pengusutan. Saya membentuk satuan tugas khusus untuk penanganan kasus Novel ini dengan membentuk 166 penyidik yang khusus mengerjakan kasus ini," ujar Idham dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR di gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Ia menuturkan selama 11 bulan proses pengusutan, penyidik telah memeriksa 68 saksi dan 38 rekaman CCTV. Selain itu, penyidik juga memeriksa 91 toko yang khusus menjual bahan-bahan kimia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekjen PDI-P: Ada yang Belokkan RUU HIP ke Wacana Penggantian Pancasila

Sekjen PDI-P: Ada yang Belokkan RUU HIP ke Wacana Penggantian Pancasila

Nasional
Pasca-ekstradisi Maria Pauline, Ketua Komisi III Minta Kasus Pembobolan BNI Diusut Tuntas

Pasca-ekstradisi Maria Pauline, Ketua Komisi III Minta Kasus Pembobolan BNI Diusut Tuntas

Nasional
Kronologi Ekstradisi Maria Pauline, dari Beograd hingga Jakarta

Kronologi Ekstradisi Maria Pauline, dari Beograd hingga Jakarta

Nasional
Maria Pauline Tiba di Bareskrim untuk Jalani Pemeriksaan

Maria Pauline Tiba di Bareskrim untuk Jalani Pemeriksaan

Nasional
Wapres Ma'ruf: Target yang Hendak Diraih Indonesia adalah 'High Income Country'

Wapres Ma'ruf: Target yang Hendak Diraih Indonesia adalah "High Income Country"

Nasional
PKPU Pilkada 2020: Debat Publik Hanya Dihadiri Paslon dan Tim Kampanye

PKPU Pilkada 2020: Debat Publik Hanya Dihadiri Paslon dan Tim Kampanye

Nasional
Survei Kemendikbud: 90 Persen Mahasiswa Pilih Kuliah Tatap Muka

Survei Kemendikbud: 90 Persen Mahasiswa Pilih Kuliah Tatap Muka

Nasional
Masjid Istiqlal Tak Selenggarakan Shalat Idul Adha

Masjid Istiqlal Tak Selenggarakan Shalat Idul Adha

Nasional
Maria Pauline Lumowa Buron Selama 17 Tahun, Mahfud: Bayangkan kalau Lolos

Maria Pauline Lumowa Buron Selama 17 Tahun, Mahfud: Bayangkan kalau Lolos

Nasional
Sosok Adrian Waworuntu, Pembobol Bank BNI Bersama Maria Pauline Lumowa

Sosok Adrian Waworuntu, Pembobol Bank BNI Bersama Maria Pauline Lumowa

Nasional
Jaga Keselamatan, Petugas Pilkada 2020 Maksimal Berusia 50 Tahun

Jaga Keselamatan, Petugas Pilkada 2020 Maksimal Berusia 50 Tahun

Nasional
Wapres Sebut Pemangkasan Perusahaan BUMN demi Hadapi Persaingan Global

Wapres Sebut Pemangkasan Perusahaan BUMN demi Hadapi Persaingan Global

Nasional
Mahfud MD: Maria Pauline Tunjuk Kuasa Hukum dari Kedubes Belanda

Mahfud MD: Maria Pauline Tunjuk Kuasa Hukum dari Kedubes Belanda

Nasional
Kemendikbud: Pembelajaran Berbasis Teknologi Bakal Terus Digunakan

Kemendikbud: Pembelajaran Berbasis Teknologi Bakal Terus Digunakan

Nasional
Mahfud Sebut Penangkapan Buron 17 Tahun Maria Pauline Dilakukan secara Senyap

Mahfud Sebut Penangkapan Buron 17 Tahun Maria Pauline Dilakukan secara Senyap

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X