Demokrat Berjuang Bentuk Poros Ketiga Hadapi Pilpres 2019 - Kompas.com

Demokrat Berjuang Bentuk Poros Ketiga Hadapi Pilpres 2019

Kompas.com - 14/03/2018, 11:32 WIB
Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan (kanan) saat berbincang sebelum rapat tertutup terkait dengan penyelenggaraan Pilkada 2018 di kantor kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (3/1/2018). KOMPAS.com/ MOH NADLIR Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Panjaitan (kanan) saat berbincang sebelum rapat tertutup terkait dengan penyelenggaraan Pilkada 2018 di kantor kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (3/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi III DPR sekaligus Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menuturkan, wacana pembentukan poros ketiga di luar pendukung Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih mungkin terjadi.

Menurut Hinca, komunikasi antarparpol saat ini masih sangat cair dan membuka segala kemungkinan jelang Pilpres 2019.

"Komunikasi politik itu kan keniscayaan terus berjalan, terus berlangsung dan enggak ada hentinya. Semuanya masih cair, semuanya masih terbuka," ujar Hinca di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

"Apakah poros ketiga, apakah poros lain. Kita tetap optimistis untuk terus melakukan komunikasi agar pilihannya banyak sehingga Pilpres kita lebih menarik dan pilihannya tersedia cukup," ucapnya.

(Baca juga : Fadli Zon: Poros Ketiga Sulit Terbentuk, Jokowi dan Prabowo Bakal Rematch)

Hinca menuturkan, saat ini Demokrat tengah membangun komunikasi dengan PAN dan PKB.

Sementara, masih tersisa lima partai yang belum mendeklarasikan capres, yakni PAN, Partai Keadilan Sejahtera, PKB, Partai Gerindra dan Partai Demokrat.

Jika Gerindra berkoalisi dengan PKS, maka Demorat bisa membentuk poros baru dengan PAN dan PKB.

"Anda lihat sendiri Rapimnas kami kemarin kami lepas dengan baik, setelah itu kami lanjutkan dengan komunikasi politik. Kalau Anda tanya sejauh ini seperti apa, kami sedang merancang pertemuan berikutnya dengan PAN dan PKB," kata Hinca.

(Baca juga : Romahurmuziy Sebut Pembentukan Poros Ketiga Hanya Basa-basi Politik)

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy menilai, wacana pembentukan poros ketiga pada Pilpres 2019 tak akan terbentuk.

Menurut politisi yang akrab disapa Romi itu, munculnya wacana poros ketiga merupakan bagian dari basa-basi politik.

"Poros ketiga itu tak akan ada, itu hanya bagian dari basa-basi politik yang hampir dipastikan tidak ada," ujar Romi saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

(Baca juga : SBY: Jika Ditakdirkan, Demokrat Senang Bisa Berjuang Bersama Jokowi)

Romi mengatakan, poros ketiga hanya bisa terbentuk jika Gerindra dan PKS sepakat untuk berkoalisi.

Sementara tiga partai lainnya berkoalisi membentuk poros baru atau poros ketiga mengusung calon lain.

Namun, lanjut Romi, jika dilihat dari sikap Partai Demokrat, ia meyakini poros ketiga tidak akan terbentuk.

Rapimnas Partai Demokrat 2018 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (10/3/2018) lalu, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan sinyal untuk mendukung Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang.

"Hanya akan mungkin kalau Gerindra-PKS bersatu. Terus tiga partai bersatu. Sementara sinyal dari Demokrat sudah 90 persen dukung Jokowi. Jadi hanya akan dua poros," tuturnya.

Kompas TV Partai Demokrat membantah pernyataan Ketua DPP PKS yang menuding Demokrat bermain tiga kaki jelang pendaftaran Capres-Cawapres Pemilu 2019.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya

Nurdin Halid Ungkap Ada Menteri Intervensi Pilkada Sulsel Sampai Ancam Bupati

Nurdin Halid Ungkap Ada Menteri Intervensi Pilkada Sulsel Sampai Ancam Bupati

Regional
Antisipasi 'Serangan Fajar' di Pilkada Jatim, PDI-P Intruksikan Kadernya Ronda

Antisipasi "Serangan Fajar" di Pilkada Jatim, PDI-P Intruksikan Kadernya Ronda

Nasional
'Baju Kertasku', Saat Kertas Bekas Jadi Berkah Bagi Keluarga Tak Mampu

"Baju Kertasku", Saat Kertas Bekas Jadi Berkah Bagi Keluarga Tak Mampu

Megapolitan
Dorong Pilkada Damai, MUI dan Polda Jabar Gelar Halal Bihalal dan Istigtsah

Dorong Pilkada Damai, MUI dan Polda Jabar Gelar Halal Bihalal dan Istigtsah

Regional
Basarnas akan Menganalisa Temuan Objek di Kedalaman 490 Meter di Danau Toba

Basarnas akan Menganalisa Temuan Objek di Kedalaman 490 Meter di Danau Toba

Regional
Tim Pemenangan Sudirman-Ida Protes TPS Digelar di Dalam Rumah

Tim Pemenangan Sudirman-Ida Protes TPS Digelar di Dalam Rumah

Regional
Pulangkan Sisa Jenazah Tentara Korban Perang, AS Kirim 100 Peti Mati ke Korea

Pulangkan Sisa Jenazah Tentara Korban Perang, AS Kirim 100 Peti Mati ke Korea

Internasional
Dicuri di Jerman Tiga Bulan Lalu, Mobil 'Crane' 48 Ton Ditemukan di Mesir

Dicuri di Jerman Tiga Bulan Lalu, Mobil "Crane" 48 Ton Ditemukan di Mesir

Internasional
Basarnas Belum Pastikan Objek di Dasar Danau Toba KM Sinar Bangun

Basarnas Belum Pastikan Objek di Dasar Danau Toba KM Sinar Bangun

Regional
SBY Curiga TNI, Polri, dan BIN Berpihak, Gerindra Minta Aparat Instrospeksi Diri

SBY Curiga TNI, Polri, dan BIN Berpihak, Gerindra Minta Aparat Instrospeksi Diri

Nasional
Sopir Angkot Diduga Bersekongkol dengan Copet

Sopir Angkot Diduga Bersekongkol dengan Copet

Megapolitan
Minat Masyarakat yang Ingin Naik KA Solo Ekspres Cukup Tinggi

Minat Masyarakat yang Ingin Naik KA Solo Ekspres Cukup Tinggi

Regional
Jaga Netralitas Pilkada, KPPOD Usulkan Pencabutan Hak Politik ASN

Jaga Netralitas Pilkada, KPPOD Usulkan Pencabutan Hak Politik ASN

Nasional
Mengintip Perawatan Bayi Gajah yang Kakinya Hampir Putus di Pidie...

Mengintip Perawatan Bayi Gajah yang Kakinya Hampir Putus di Pidie...

Regional
Urai Kepadatan Arus Balik, 'Contraflow' di Tol Cikampek Diperpanjang

Urai Kepadatan Arus Balik, "Contraflow" di Tol Cikampek Diperpanjang

Megapolitan

Close Ads X