Hakim PN Tangerang yang Kena OTT KPK Beberapa Kali Dilaporkan Terlibat Suap - Kompas.com

Hakim PN Tangerang yang Kena OTT KPK Beberapa Kali Dilaporkan Terlibat Suap

Kompas.com - 13/03/2018, 21:33 WIB
KPK umumkan penetapan tersangka pasca OTT di Tangerang, Selasa (13/3/2018).Kompas.com/Robertus Belarminus KPK umumkan penetapan tersangka pasca OTT di Tangerang, Selasa (13/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Basaria Pandjaitan mengatakan, hakim Pengadilan Negeri Tangerang Wahyu Widya Nurfitri sudah pernah dilaporkan masyarakat karena diduga terlibat suap.

Pada Senin (12/3/2018) kemarin, KPK mengamankan Wahyu bersama tiga tersangka lainnya atas dugaan menerima suap terkait penanganan perkara di PN Tangerang.

"Informasi yang kami terima dari masyarakat, bukan satu kali, sudah berulang kali terhadap orang yang bersangkutan," kata Basaria Pandjaitan, dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Baca juga : Suap Rp 30 Juta untuk Hakim dan Panitera PN Tangerang Diduga untuk Ubah Vonis


Basaria mengatakan, KPK tak membiarkan laporan masyarakat. Akan tetapi, saat itu KPK belum menemukan bukti bahwa hakim Wahyu menerima suap.

"Apakah dibiarkan tidak juga, tidak dibiarkan, tapi memang waktu itu belum ditemukan oleh KPK," ujar Basaria.

Dia mengatakan, KPK bisa melakukan pengembangan kasus atas laporan sebelumnya jika hal tersebut memungkinkan.

Tak hanya dalam kasus ini, jika melakukan OTT, KPK akan melakukan pengembangan perkara jika hal tersebut memungkinkan.

Baca juga : KPK Tetapkan Hakim dan Panitera PN Tangerang sebagai Tersangka Suap

"Jadi apakah akan dilakukan pengembangan terhadap laporan sebelumnya, ini masih akan mungkin. Nanti tergantung dari penyidik, apakah ini bisa dikembangkan apa tidak," ujar dia.

Sebelumnya, KPK menetapkan empat orang tersangka dalam kasus ini.

Selain Hakim PN Tangerang Wahyu Widya Nurfitri dan panitera pengganti PN Tangerang Tuti Atika, dua tersangka lainnya yakni advokat Agus Wiratno dan HM Saipudin.

Dua advokat itu diduga menyuap Wahyu dan Tuti senilai total Rp 30 juta, terkait pengurusan perkara perdata wanprestasi yang disidangkan di PN Tangerang.

Suap tersebut agar hakim mengubah putusan vonisnya agar memenangkan perkara yang ditangani Agus dan Saipudin.  


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Natal dan Tahun Baru, Tol Pandaan-Malang Dibuka Fungsional

Natal dan Tahun Baru, Tol Pandaan-Malang Dibuka Fungsional

Regional
Rangkaian Kereta LRT Jakarta Dapat Sertifikasi Layak Operasi Kemenhub

Rangkaian Kereta LRT Jakarta Dapat Sertifikasi Layak Operasi Kemenhub

Megapolitan
Marak Mafia Tanah, BPN DKI Jakarta Minta Pemilik Jangan Biarkan Lahan Kosong

Marak Mafia Tanah, BPN DKI Jakarta Minta Pemilik Jangan Biarkan Lahan Kosong

Megapolitan
Bukan 'Sinkhole', Ini yang Terjadi pada Jalan Ambles di Surabaya

Bukan "Sinkhole", Ini yang Terjadi pada Jalan Ambles di Surabaya

Regional
Pejabat Arab Saudi yang Dipecat dalam Kasus Khashoggi Kunjungi Israel

Pejabat Arab Saudi yang Dipecat dalam Kasus Khashoggi Kunjungi Israel

Internasional
Lengkap, Berkas Kasus Hercules Kembali Diserahkan ke Kejaksaan

Lengkap, Berkas Kasus Hercules Kembali Diserahkan ke Kejaksaan

Megapolitan
Lantik Dua Kepala Daerah, Ridwan Kamil Tekankan Reformasi Integritas

Lantik Dua Kepala Daerah, Ridwan Kamil Tekankan Reformasi Integritas

Regional
Wapres Kalla Yakin OTT di Kemenpora Tak Pengaruhi Persiapan Atlet

Wapres Kalla Yakin OTT di Kemenpora Tak Pengaruhi Persiapan Atlet

Nasional
Politisi Gerindra Sebut Masyarakat Tak Antusias Sambut Jokowi, Apa Kata Istana?

Politisi Gerindra Sebut Masyarakat Tak Antusias Sambut Jokowi, Apa Kata Istana?

Nasional
Satu Korban Banjir Bandang Dairi, Hanyut saat Berteduh di Gubuk Ladang

Satu Korban Banjir Bandang Dairi, Hanyut saat Berteduh di Gubuk Ladang

Regional
Berfoto Telanjang di Vatikan, Model Playboy Ditahan

Berfoto Telanjang di Vatikan, Model Playboy Ditahan

Internasional
KKP Selamatkan 47 Pekerja Migran Ilegal yang Sembunyi di Semak

KKP Selamatkan 47 Pekerja Migran Ilegal yang Sembunyi di Semak

Regional
Pemprov DKI Akan Larang Penggunaan Kantong Plastik, Ini Tanggapan Pedagang Pasar

Pemprov DKI Akan Larang Penggunaan Kantong Plastik, Ini Tanggapan Pedagang Pasar

Megapolitan
KPU Usulkan 14 Tema Debat Capres, dari Ekonomi hingga HAM

KPU Usulkan 14 Tema Debat Capres, dari Ekonomi hingga HAM

Nasional
6 Bayi Anjing Laut Ditemukan Mati Tanpa Kepala di Selandia Baru

6 Bayi Anjing Laut Ditemukan Mati Tanpa Kepala di Selandia Baru

Internasional

Close Ads X