Jusuf Kalla Sebut Investasi Dana Haji di Arab Saudi Menguntungkan - Kompas.com

Jusuf Kalla Sebut Investasi Dana Haji di Arab Saudi Menguntungkan

Kompas.com - 13/03/2018, 19:26 WIB
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika ditemui di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (13/2/2018).KOMPAS.com/ MOH NADLIR Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika ditemui di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, Indonesia akan diuntungkan jika menginvestasikan dana haji yang dikelola Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) ke Arab Saudi.

Total dana haji yang dikelola BPKH saat ini Rp 103 triliun.

"Perkembangan haji itu makin tinggi dan perkembangan umrah juga hampir sejuta setahun. Maka kalau Indonesia, BPKH investasi di Arab Saudi itu bisa menguntungkan. Karena sudah bisa dipakai setahun," kata Kalla, di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Baca juga: Rp 103 Triliun Dana Haji Akan Diinvestasikan di Arab Saudi

"Zaman dulu bikin hotel di sana paling dipakainya tiga bulan. Sekarang karena umrah sudah sedemikian banyaknya maka fasilitas dipakai selama setahun sehingga bisa menguntungkan," lanjut dia.

Menurut Kalla, jika investasi yang ditanamkan Indonesia melalui BPKH menguntungkan, akan berimbas pada lebih murahnya biaya ibadah haji dan biaya umrah bagi jemaah Indonesia.

"Setidaknya bisa (membuat) ongkos haji lebih murah. Apalagi seperti tadi, sejuta lebih jemaah umrah itu bisa lebih murah (biaya umrahnya)," kata Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia tersebut.

Baca juga: Investasi Dana Haji Dinilai untuk Optimalisasi Ibadah Jemaah

"Kalau haji, dia (jemaah) bisa jauh-jauh (lokasi penginapannya). Kalau umrah mau dekat semua. Sangat tergantung lokasi. Kalau dapat lokasi yang baik tentu dapat keuntungan," lanjut Kalla.

Sebelumnya, Kepala BPKH Anggito Abimanyu mengatakan, ada keinginan agar dana haji yang dikelola lembaganya diinvestasikan di Arab Saudi.

"Arahan Wapres (Jusuf Kalla) 'Investasikan di Arab Saudi'. Karena bisa menghilangkan risiko valas, dan juga return-nya juga cukup tinggi," kata Anggito ketika ditemui di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Oleh karena itu, BPKH akan fokus menginvestasikan dana ratusan triliunan tersebut di Arab Saudi. Apalagi, saat ini jemaah umroh asal Indonesia cukup besar jumlahnya.



Close Ads X