Ulama Kalsel Usulkan Jokowi Gandeng Tokoh Agama di Pilpres 2019

Kompas.com - 13/03/2018, 15:27 WIB
Wakil Ketua MUI Kalsel Hafiz Anshary bersama para ulama Kalsel memberikan keterangan kepada wartawan usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/3/2018) siang. KOMPAS.com/IhsanuddinWakil Ketua MUI Kalsel Hafiz Anshary bersama para ulama Kalsel memberikan keterangan kepada wartawan usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/3/2018) siang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Para ulama asal Kalimantan Selatan mengusulkan agar Presiden Joko Widodo menggandeng tokoh Islam sebagai calon wakil presidennya pada Pemilihan Presiden 2019.

Hal ini disampaikan para ulama Kalsel kepada wartawan seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/3/2018) siang.

Pertemuan berlangsung tertutup selama selama sekitar dua jam dan diisi dengan santap siang bersama. Ada sekitar 40 ulama dari berbagai wilayah, pondok pesantren, dan organisasi di Kalimantan Selatan.

Baca juga : Ketua Komisi II: Menteri Punya Hak Politik Bahas Cawapres Jokowi

Wakil Ketua Majelis Ulama Indoensia Kalimantan Selatan Hafiz Anshary mengatakan, para ulama yang hadir sudah melakukan pertemuan terlebih dulu untuk membahas berbagai isu yang akan disampaikan kepada Presiden. Salah satunya, mengenai calon pendamping Jokowi.

"Kami berharap, di samping memliki kemampuan, kapasitas, kapabilitas sebagai pendamping Beliau, itu memiliki nuasa keagamaan karena Indonesia ini apapun alasannya negara yang agamais," kata Hafiz.

"Agar yang mendampingi Beliau memiliki kepedulian dan juga kemampuan yang cukup di bidang keagaamaan, sehingga kehidupan kita betul-betul masyarakat kita akan diarahkan kehidupan yang agamais," ujar dia. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga : Gerindra DKI: Kalau Prabowo Sudah Ngapa-ngapain, Lewat Tuh Jokowi

Namun, Hafiz mengaku usul tersebut tak sempat disampaikan kepada Jokowi saat pertemuan. Menurut dia, pertemuan dengan Jokowi lebih banyak membahas masalah-masalah kebangsaan.

"Ya tadi kami terfokus pembicaraan dan berpindah, dan terpenting adalah bagaimana mempertahankan NKRI ini, bagaimana persatuan kesatuan dapat terjaga dengan baik, dan peran ulama apa yang bisa dimainkan bersama dengan pemerintah," kata mantan Ketua KPU RI ini.

Kompas TV Sebelumnya, wakil Ketua Partai Gerindra Sufmi Dasco mengklaim deklarasi akan berlangsung pada bulan Maret ini.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara, KPK Nyatakan Pikir-pikir

Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah Divonis 5 Tahun Penjara, KPK Nyatakan Pikir-pikir

Nasional
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Bagaimana Aturan Masuk Tempat Wisata?

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Bagaimana Aturan Masuk Tempat Wisata?

Nasional
Kasus Penanganan Perkara di KPK, Azis Syamsuddin Segera Disidang

Kasus Penanganan Perkara di KPK, Azis Syamsuddin Segera Disidang

Nasional
Ketum PBNU: Tanggal Pelaksanaan Muktamar Diputuskan Pekan Ini

Ketum PBNU: Tanggal Pelaksanaan Muktamar Diputuskan Pekan Ini

Nasional
9 Rekomendasi IDAI Terkait Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka

9 Rekomendasi IDAI Terkait Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka

Nasional
Adu Jotos Prajurit Marinir Vs Raider, Mabes TNI: Sedang Diproses Hukum

Adu Jotos Prajurit Marinir Vs Raider, Mabes TNI: Sedang Diproses Hukum

Nasional
PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Warteg-Kafe Masih Berlakukan Waktu Makan

PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Warteg-Kafe Masih Berlakukan Waktu Makan

Nasional
Kasus Dugaan Suap di Kolaka Timur, Kepala BPBD Anzarullah Segera Disidang

Kasus Dugaan Suap di Kolaka Timur, Kepala BPBD Anzarullah Segera Disidang

Nasional
Saat Komnas HAM Anggap KPI Pusat Gagal Jamin Keamanan Pekerja dari Perundungan dan Pelecehan Seksual

Saat Komnas HAM Anggap KPI Pusat Gagal Jamin Keamanan Pekerja dari Perundungan dan Pelecehan Seksual

Nasional
PPKM Jawa-Bali hingga 13 Desember, Ini Aturan Terbaru Masuk Mal

PPKM Jawa-Bali hingga 13 Desember, Ini Aturan Terbaru Masuk Mal

Nasional
Aturan Terbaru Tempat Ibadah Selama PPKM Level 1, 2, dan 3 di Jawa-Bali

Aturan Terbaru Tempat Ibadah Selama PPKM Level 1, 2, dan 3 di Jawa-Bali

Nasional
PPKM Level 2 di 10 Daerah Jabodetabek, Ini Rincian Aturan untuk Aktivitas Masyarakat

PPKM Level 2 di 10 Daerah Jabodetabek, Ini Rincian Aturan untuk Aktivitas Masyarakat

Nasional
Kemenkes: Varian Omicron Mengelabui Imunitas Tubuh dan Turunkan Efikasi Vaksin Covid-19

Kemenkes: Varian Omicron Mengelabui Imunitas Tubuh dan Turunkan Efikasi Vaksin Covid-19

Nasional
Sebut Mobilitas Masyarakat Mulai Naik, Luhut: Mendekati Idul Fitri 2021

Sebut Mobilitas Masyarakat Mulai Naik, Luhut: Mendekati Idul Fitri 2021

Nasional
Saat Panglima TNI Soroti Peristiwa Bentrokan Kopassus Vs Brimob di Timika...

Saat Panglima TNI Soroti Peristiwa Bentrokan Kopassus Vs Brimob di Timika...

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.