Kompas.com - 13/03/2018, 09:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa dalam kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) Setya Novanto dapat dikategorikan sebagai beneficial owner dari salah satu perusahaan peserta lelang e-KTP, yakni PT Murakabi Sejahtera.

Hal itu berdasarkan keterangan mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Yunus Husein di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (12/3/2018). Yunus dihadirkan sebagai ahli oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Beneficial owner bisa dia ikut mengendalikan atau korporasi yang sudah dikuasai keluarganya," ujar Yunus saat persidangan.

(Baca juga: Jokowi Teken Perpres Beneficial Owner, PPATK Harap Korporasi Lebih Transparan)

Menurut Yunus, beneficial owner adalah pemilik sebenarnya dari suatu perusahaan. Namun, beneficial owner bisa tercatat secara langsung di dalam strukrur organisasi, maupun tidak secara langsung.

Sebagai contoh, menurut Yunus, Muhammad Nazaruddin yang memiliki perusahaan Permai Grup, namun tidak secara langsung tercatat sebagai pimpinan atau pengurus perusahaan.

"Contohnya Nazaruddin tidak duduk di perusahaannya, tapi bisa mengendikan orang-orang di situ dan mendapatkan keuntungan paling besar," kata Yunus.

Selain itu, menurut Yunus, seseorang bisa dikatakan sebagai beneficial owner apabila mendapatkan keuntungan, namun yang tercatat sebagai pemegang saham di perusahaan adalah anggota keluarganya.

Dalam persidangan, muncul dugaan bahwa sejumlah anggota keluarga Novanto diduga terlibat kasus korupsi e-KTP. Misalnya, dua anak Novanto, Reza Herwindo dan Dwina Michaela.

Kemudian, istri Novanto, Deisti Astriani, dan keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi.

(Baca juga: KPK dan PPATK Dorong Perpres tentang Beneficial Owner)

Dalam persidangan terungkap bahwa anggota keluarga Novanto memiliki saham di perusahaan yang mengikuti lelang proyek e-KTP, yakni PT Murakabi Sejahtera. Adapun, mayoritas saham Murakabi dikuasai oleh PT Mondialindo Graha Perdana.

PT Murakabi Sejahtera dan PT Mondialindo sama-sama berkantor di Lantai 27 Gedung Menara Imperium, Kuningan, Jakarta. Kantor tersebut dimiliki oleh Setya Novanto.

Kompas TV Irvanto adalah keponakan Novanto yang juga menjadi tersangka kasus KTP elektronik.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

242 WNI Jadi Korban Penipuan Loker di Kamboja Periode April 2021-Juni 2022

242 WNI Jadi Korban Penipuan Loker di Kamboja Periode April 2021-Juni 2022

Nasional
Cak Imin Tanggapi Yenny Wahid: Itu Masa Lalu, Enggak Usah Dibahas

Cak Imin Tanggapi Yenny Wahid: Itu Masa Lalu, Enggak Usah Dibahas

Nasional
Harta Mardani Maming Capai Rp 44,8 Miliar, Naik Signifikan Dibanding Saat Awal Menjabat Bupati

Harta Mardani Maming Capai Rp 44,8 Miliar, Naik Signifikan Dibanding Saat Awal Menjabat Bupati

Nasional
PDI-P Sulit Berkoalisi dengan Demokrat, Hasto Singgung Pemerintahan SBY

PDI-P Sulit Berkoalisi dengan Demokrat, Hasto Singgung Pemerintahan SBY

Nasional
Kemlu Imbau Warga Tak Mudah Percaya Iklan Lowongan Kerja ke Luar Negeri

Kemlu Imbau Warga Tak Mudah Percaya Iklan Lowongan Kerja ke Luar Negeri

Nasional
Hasto Ungkap Alasan PDI-P Sulit Koalisi dengan PKS

Hasto Ungkap Alasan PDI-P Sulit Koalisi dengan PKS

Nasional
Ganjar Pranowo di antara Megawati dan Surya Paloh Menuju Pilpres 2024...

Ganjar Pranowo di antara Megawati dan Surya Paloh Menuju Pilpres 2024...

Nasional
Tersangka Kasus Indosurya Bebas, Para Korban Akan Unjuk Rasa

Tersangka Kasus Indosurya Bebas, Para Korban Akan Unjuk Rasa

Nasional
35 WNI Terjebak Perusahaan Judi 'Online' di Bhavet, Kemlu Koordinasi ke Polisi Kamboja

35 WNI Terjebak Perusahaan Judi "Online" di Bhavet, Kemlu Koordinasi ke Polisi Kamboja

Nasional
Masinton Pasaribu Dapat Teguran dari PDI-P

Masinton Pasaribu Dapat Teguran dari PDI-P

Nasional
Bareskrim Tegaskan Kasus Indosurya Tetap Lanjut meski Masa Tahanan Tersangkanya Selesai

Bareskrim Tegaskan Kasus Indosurya Tetap Lanjut meski Masa Tahanan Tersangkanya Selesai

Nasional
Pakar Hukum Pidana Sebut RUU KUHP Masih Bernuansa Kolonial

Pakar Hukum Pidana Sebut RUU KUHP Masih Bernuansa Kolonial

Nasional
PDI-P Sebut Pertemuan Ganjar dan AHY di Masjid Hanya Kebetulan

PDI-P Sebut Pertemuan Ganjar dan AHY di Masjid Hanya Kebetulan

Nasional
Jusuf Kalla Dukung Konversi Bank Riau Kepri Menjadi Bank Syariah

Jusuf Kalla Dukung Konversi Bank Riau Kepri Menjadi Bank Syariah

Nasional
Puan Sebut Megawati Pantau Kondisi Tjahjo Kumolo yang Dirawat di RS

Puan Sebut Megawati Pantau Kondisi Tjahjo Kumolo yang Dirawat di RS

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.