Kompas.com - 12/03/2018, 20:54 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri), Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan memberikan keterangan pers di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2017). Anies Baswedan mengucapkan terima kasih kepada warga Jakarta yang telah berpartisipasi memberikan hak suaranya dalam pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOKetua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (kiri), Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan memberikan keterangan pers di Kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2017). Anies Baswedan mengucapkan terima kasih kepada warga Jakarta yang telah berpartisipasi memberikan hak suaranya dalam pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra dari 34 Provinsi berkumpul di sebuah hotel di kawasan Cikini, Jakarta, Senin (12/3/2018) malam. Mereka berkumpul untuk mendesak Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto segera mendeklarasikan diri sebagai calon presiden di pemilu 2019 mendatang.

Pantauan Kompas.com pukul 20.00 WIB, ketua DPD dari berbagai provinsi di Indonesia sudah datang ke lokasi, seperti Ketua DPD DKI Jakarta, Lampung, Sulawesi Barat, Gorontalo, hingga Papua Barat.

Sementara dari Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra telah hadir Wakil Sekjen Andre Rosiade dan Ketua Adbokasi Habiburrahman.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik mengatakan, 34 DPD Gerindra seluruh Indonesia sudah bulat untuk melakukan Prabowo. Bahkan, hampir semua DPD sudah melakukan deklarasi masing-masing.

Baca juga : Gerindra: Prabowo Belum Putuskan Nyapres di Pemilu 2019

"Kan kemarin tanggal 11 Maret itu hampir seluruh DPD sudah mendeklarasikan, bahkan ada yang sebelumnya (sudah deklarasi)," kata Taufik sebelum pertemuan dimulai.

Oleh karena itu, menurut Taufik, pertemuan pada malam hari ini akan menyatukan sikap dari 34 DPD Gerindra untuk kemudian disampaikan ke DPP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Memang mekanisme di kita begitu. Mekanisme di kita mesti dari bahwa lalu disampaikan ke Prabowo," kata dia.

Taufik mengakui, saat ini Prabowo memang belum memutuskan akan maju kembali di pilpres 2019.

Baca juga : Poros Ketiga Untungkan Demokrat di antara Koalisi Jokowi dan Prabowo 

Namun, Taufik meyakini, dengan adanya desakan dari 34 DPD Gerindra se-Indonesia ini, maka Prabowo akan bersedia untuk kembali mencalonkan diri.

"Kami punya keyakinan Pak Prabowo akan menjawab keinginan masyarakat yang diantarkan oleh ketua DPD," kata Taufik.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani sebelumnya mengatakan, Prabowo Subianto belum memutuskan untuk maju menjadi calon presiden pada Pemilu 2019.

"Di tengah masalah Indonesia yang makin berat, beliau masih berpikir apakah nanti sanggup membangun Indonesia yang berjaya," kata Muzani di Lapangan Arcici, Jakarta, Minggu (11/3/2018), seperti yang dikutip dari Antaranews.com.

Kendati ada banyak hal yang sedang dipertimbangkan Prabowo, Ahmad Muzani berharap dukungan dari Gerindra seluruh Indonesia akan meyakinkannya bahwa dia tidak berjuang sendiri.

Kompas TV Partai Gerindra merayakan ulang tahunnya yang ke-10 di Lapangan Arcici, Rawasari, Jakarta.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapolsek Parigi Moutong yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Segera Diberhentikan Tidak Hormat

Kapolsek Parigi Moutong yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Segera Diberhentikan Tidak Hormat

Nasional
Kemenag: Pergeseran Libur Tak Ubah Substansi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Kemenag: Pergeseran Libur Tak Ubah Substansi Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Nasional
Jokowi: Rehabilitasi Hutan Mangrove Ditargetkan Bisa Capai 600.000 Hektar dalam 3 Tahun

Jokowi: Rehabilitasi Hutan Mangrove Ditargetkan Bisa Capai 600.000 Hektar dalam 3 Tahun

Nasional
Stepanus Robin Bantah Ada 8 'Orang Dalam' Azis Syamsuddin di KPK

Stepanus Robin Bantah Ada 8 "Orang Dalam" Azis Syamsuddin di KPK

Nasional
Survei SMRC: 48,2 Persen Responden Nilai Kondisi Pemberantasan Korupsi Buruk

Survei SMRC: 48,2 Persen Responden Nilai Kondisi Pemberantasan Korupsi Buruk

Nasional
KSAL Sematkan Panglima TNI Brevet Kehormatan Hidro-Oseanografi

KSAL Sematkan Panglima TNI Brevet Kehormatan Hidro-Oseanografi

Nasional
Kontras Nilai Demokrasi Perlahan Mati di Tahun Ke-2 Kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf

Kontras Nilai Demokrasi Perlahan Mati di Tahun Ke-2 Kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf

Nasional
Kemenkes: Masih Banyak Lansia yang Belum Mau Divaksin karena Terpapar Hoaks

Kemenkes: Masih Banyak Lansia yang Belum Mau Divaksin karena Terpapar Hoaks

Nasional
Ini Skema Penyelenggaraan Umrah 1443 Hijriah yang Disiapkan Kemenag...

Ini Skema Penyelenggaraan Umrah 1443 Hijriah yang Disiapkan Kemenag...

Nasional
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Menag Ingatkan tentang Empati untuk Jaga Persatuan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Menag Ingatkan tentang Empati untuk Jaga Persatuan

Nasional
Aturan Lengkap PPKM Level 1 dan 2 Luar Jawa-Bali hingga 8 November 2021

Aturan Lengkap PPKM Level 1 dan 2 Luar Jawa-Bali hingga 8 November 2021

Nasional
7 Langkah Ini Dilakukan Kemenag untuk Siapkan Penyelenggaraan Ibadah Umrah 1443 Hijriah

7 Langkah Ini Dilakukan Kemenag untuk Siapkan Penyelenggaraan Ibadah Umrah 1443 Hijriah

Nasional
Kompolnas Sarankan Warga Digeledah Polisi Tak Sesuai Aturan Lapor lewat Propam Presisi

Kompolnas Sarankan Warga Digeledah Polisi Tak Sesuai Aturan Lapor lewat Propam Presisi

Nasional
Telegram Kapolri Selalu Terbit Setelah Banyak Kasus, Anggota DPR: Kultur Hukum Ketinggalan Kereta

Telegram Kapolri Selalu Terbit Setelah Banyak Kasus, Anggota DPR: Kultur Hukum Ketinggalan Kereta

Nasional
Jika Terbukti Bersalah, Rahel Venya Terancam 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 100 Juta

Jika Terbukti Bersalah, Rahel Venya Terancam 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 100 Juta

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.