Jokowi Terima Laporan Membaiknya Kondisi Kesehatan Habibie

Kompas.com - 11/03/2018, 06:29 WIB
Tim Garam Farmasi BPPT menerima penghargaan Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award 2016 yang diserahkan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Unggul Priyanto (kanan), di Jakarta, Kamis (18/8/2016). Sebanyak tujuh peneliti dan perekayasa tersebut berhasil mencipta inovasi garam farmasi sebagai bahan baku obat-obatan. Tim tersebut terdiri dari Bambang Srijanto, Arie Fachruddin, Eriawan Rismana, Purwa Tri Cahyana, Tarwadi, dan Imam Paryanto (kiri ke kanan). Seorang anggota tim Wahono Sumaryono tidak hadir. KOMPAS/HERU SRI KUMOROTim Garam Farmasi BPPT menerima penghargaan Bacharuddin Jusuf Habibie Technology Award 2016 yang diserahkan Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Unggul Priyanto (kanan), di Jakarta, Kamis (18/8/2016). Sebanyak tujuh peneliti dan perekayasa tersebut berhasil mencipta inovasi garam farmasi sebagai bahan baku obat-obatan. Tim tersebut terdiri dari Bambang Srijanto, Arie Fachruddin, Eriawan Rismana, Purwa Tri Cahyana, Tarwadi, dan Imam Paryanto (kiri ke kanan). Seorang anggota tim Wahono Sumaryono tidak hadir.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo, Sabtu (10/3/2018), menerima laporan terakhir dari tim dokter kepresidenan terkait kondisi kesehatan Presiden ketiga RI, BJ Habibie.

Habibie saat ini masih menjalani perawatan di Munich, Jerman.

Habibie dilaporkan mengalami sesak saat kunjungan pribadinya ke Jerman pada 27 Februari 2018. Ia kemudian dibawa ke salah satu rumah sakit di Munich untuk dilakukan pertolongan.

Sejak 4 Maret 2018, perawatan Habibie didampingi langsung oleh dokter kepresidenan.

Presiden Jokowi saat itu mengutus Prof. dr. Lukman Hakim Makmun, SpPD, KKV(K), salah satu dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari tim dokter kepresidenan untuk berangkat ke Jerman.

Setelah dilakukan beberapa tindakan di klinik Starnberg, Munich, Jerman, tim dokter mendiagnosis terdapat kelainan pada katup jantung dengan derajat ringan.

Melalui komunikasi dan koordinasi erat dengan tim dokter di Munich, dapat disimpulkan kelainan katup jantung tersebut belum memerlukan tindakan yang invasif.

“Perawatan dengan obat-obatan diberikan secara intensif dan berkelanjutan dengan memantau keluhan sesak yang berangsung-angsur hilang,” kata Ketua Dokter Kepresidenan RI Prof. Dr. H. Azis Rani, SpPD, K-GEH dalam laporannya sebagaimana dikutip siaran pers resmi Istana.

Tim dokter juga melaporkan keadaan umum dan pernafasan saat ini sudah lebih membaik, tidak ada kegawatan, gangguan gizi dan gangguan lainnya.

Habibie direncanakan masih melanjutkan perawatan dalam beberapa hari ke depan.

Presiden berharap Habibie dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala. Melalui sambungan telepon pada 4 Maret lalu, ia menyempatkan berbincang sejenak sekaligus mendoakan kesembuhan beliau.

"Kita semua di Indonesia, seluruh rakyat Indonesia, mendoakan Bapak. Semoga segera sehat kembali, bisa beraktivitas dan kembali ke Indonesia," ucap dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X