Gubernur Sultra Nur Alam Juga Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp 2,7 Miliar - Kompas.com

Gubernur Sultra Nur Alam Juga Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp 2,7 Miliar

Kompas.com - 08/03/2018, 18:13 WIB
Gubernur nonaktif Sulawesi Tenggara Nur Alam di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (8/3/2018).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Gubernur nonaktif Sulawesi Tenggara Nur Alam di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (8/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur nonaktif Sulawesi Tenggara Nur Alam tidak hanya dituntut pidana penjara selama 18 tahun dan denda Rp 1 miliar. Politisi Partai Amanat Nasional itu juga dituntut membayar uang pengganti Rp 2,7 miliar.

Menurut jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nur Alam terbukti menerima keuntungan sebesar Rp 2,7 miliar. Keuntungan itu diperoleh dari izin pertambangan yang diberikan Nur Alam kepada pengusaha.

"Menuntut supaya terdakwa membayar uang pengganti Rp 2,7 miliar," ujar jaksa Subari Kurniawan saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (8/3/2018).

Menurut jaksa, apabila uang pengganti tidak dibayar setelah lebih dari satu bulan setelah putusan hakim berkekuatan hukum tetap, maka harta benda milikny akan disita dan dilelang.

Baca juga : Gubernur Sultra Nur Alam Juga Didakwa Terima Gratifikasi Rp 40 Miliar

Namun, apabila jumlah harta tidak mencukupi, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun.

Menurut jaksa, Nur Alam melakukan perbuatan melawan hukum dalam memberikan Persetujuan Pencadangan Wilayah Pertambangan, Persetujuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi.

Kemudian, Persetujuan Peningkatan IUP Eksplorasi menjadi IUP Operasi  Produksi kepada PT Anugerah Harisma Barakah (AHB).

Dari perbuatannya itu, Nur Alam diperkaya Rp 2,7 miliar. Kekayaan itu diperoleh Nur Alam dalam bentuk mobil dan rumah.

Baca juga : Keluarga Menangis saat Nur Alam Keluar Gunakan Rompi Tahanan KPK

Menurut jaksa, keuntungan yang diperoleh Nur Alam didapat dari pemberian Rp 1 miliar untuk membayar pelunasan satu unit mobil BMW Z4 tipe 2.3 warna hitam. Kemudian, pembelian sebidang tanah berikut bangunan di Komplek Perumahan Premier Estate Blok I/9 seharga Rp 1,7 miliar.

Baik mobil dan rumah tersebut dibeli Nur Alam menggunakan nama Ridho Insana, yang merupakan pegawai negeri sipil di bawah Sekretaris Daerah Sulawesi Tenggara.

"Kami berpendapat persetujuan terdakwa dalam penerbitan izin telah memperkaya terdakwa Rp 2,7 miliar," ujar jaksa Muhammad Nur Aziz.

Kompas TV Sidang lanjutan terdakwa korupsi Gubernur non aktif Sulawesi Tenggara Nur Alam kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.



Terkini Lainnya

Ketika Taufik Temui Ketua DPRD DKI dengan Keyakinan Penuh Dicalonkan Jadi Wagub

Ketika Taufik Temui Ketua DPRD DKI dengan Keyakinan Penuh Dicalonkan Jadi Wagub

Megapolitan
Hingga Penutupan, Pendaftar CPNS 2018 di Karawang 6.100 Orang

Hingga Penutupan, Pendaftar CPNS 2018 di Karawang 6.100 Orang

Regional
Ulang Tahun ke-67, Ini Imbauan Prabowo bagi Para Pendukungnya

Ulang Tahun ke-67, Ini Imbauan Prabowo bagi Para Pendukungnya

Nasional
Gugatan Aktris Porno kepada Trump Kandas, Begini Ejekan Trump

Gugatan Aktris Porno kepada Trump Kandas, Begini Ejekan Trump

Internasional
Ibunda Pendiri Sriwijaya Air Wafat, Pesawat Khusus Disiapkan ke Pangkal Pinang

Ibunda Pendiri Sriwijaya Air Wafat, Pesawat Khusus Disiapkan ke Pangkal Pinang

Regional
Kadisorda: Jakmania Sudah Menagih Stadion Sepak Bola

Kadisorda: Jakmania Sudah Menagih Stadion Sepak Bola

Megapolitan
Kompas.com Tersertifikasi dalam Jaringan Internasional Penguji Informasi

Kompas.com Tersertifikasi dalam Jaringan Internasional Penguji Informasi

Nasional
Terpeleset Saat Naik Motor, Dua Remaja Tewas Tertabrak Metro Mini di Koja

Terpeleset Saat Naik Motor, Dua Remaja Tewas Tertabrak Metro Mini di Koja

Megapolitan
Kasus 'Peluru Nyasar' di Gedung DPR RI dan Fakta-fakta di Baliknya...

Kasus "Peluru Nyasar" di Gedung DPR RI dan Fakta-fakta di Baliknya...

Megapolitan
KPK Pertimbangkan Tuntutan Maksimal terhadap Billy Sindoro

KPK Pertimbangkan Tuntutan Maksimal terhadap Billy Sindoro

Nasional
Aksi Cabul Kakek 80 Tahun ke Bocah 8 Tahun Diintip Rekan Korban

Aksi Cabul Kakek 80 Tahun ke Bocah 8 Tahun Diintip Rekan Korban

Regional
Ketika Prasetio Ingin Menjadi Ahok di DPRD DKI...

Ketika Prasetio Ingin Menjadi Ahok di DPRD DKI...

Megapolitan
Tol Bawen-Yogyakarta Ditolak, Ganjar Pranowo Minta Dewan Lakukan Riset Ulang

Tol Bawen-Yogyakarta Ditolak, Ganjar Pranowo Minta Dewan Lakukan Riset Ulang

Regional
Berkas Lengkap, Kasus Pemilik Mercy Tabrak Pemotor di Solo Segera Disidangkan

Berkas Lengkap, Kasus Pemilik Mercy Tabrak Pemotor di Solo Segera Disidangkan

Regional
Berita Populer: Bonus bagi Karyawan yang Tidur hingga Jurnalis Saudi

Berita Populer: Bonus bagi Karyawan yang Tidur hingga Jurnalis Saudi

Internasional
Close Ads X