Harian "Kompas" Luncurkan Kompas.id, Aplikasi Premium Berbasis Langganan

Kompas.com - 08/03/2018, 10:20 WIB
Tampilan aplikasi Kompas.id di telepon seluler. Kompas.id resmi diluncurkan sebagai aplikasi pada 8 Maret 2018. Arsip Kompas.idTampilan aplikasi Kompas.id di telepon seluler. Kompas.id resmi diluncurkan sebagai aplikasi pada 8 Maret 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah meluncurkan laman berita berbasis langganan, Kompas.id, pada Februari 2017, harian Kompas kembali melansir inovasi digital terbarunya. Kompas.id kini bisa diakses melalui aplikasi premium Kompas.id yang dapat diunduh di ponsel pintar berbasis Android. 

Siaran pers harian Kompas pada Kamis (8/3/2017), memaparkan, kehadiran Kompas.id merupakan respons dari harian Kompas terhadap perubahan pola konsumsi masyarakat yang terjadi dengan tetap menjaga nilai-nilai jurnalistik khas harian Kompas. Kompas.id merupakan situs premium harian Kompas yang menjadi ekstensa konten versi cetak.

Pemimpin Redaksi harian Kompas Budiman Tanuredjo, dalam tulisan di harian Kompas pada Kamis (8/3/2018) berjudul "Tonggak Baru Harian Kompas", mengatakan, konten Kompas.id dalam bentuk web ataupun dalam bentuk aplikasi merupakan ekstensa jurnalisme harian Kompas yang mengutamakan kedalaman berbasis data, menawarkan perspektif, dan berupaya untuk terus menawarkan solusi.

"Jurnalisme data diyakini bisa menjadi salah satu cara menangkal berita hoaks atau berita bohong," papar Budiman. 

Baca juga: Kisah Komputer Pertama di Redaksi Harian "Kompas"

Didukung tim redaksi yang mengedepankan prinsip jurnalisme presisi selama 52 tahun dan data riset yang komprehensif, Kompas.id menyajikan berita yang dilengkapi dengan pendekatan multimedia interaktif. Dengan demikian, diharapkan akan memperkaya pemahaman pembaca melalui video, audio, infografik, dan galeri foto tambahan.

Tampilan aplikasi Kompas.id di telepon seluler. Kompas.id resmi diluncurkan sebagai aplikasi pada 8 Maret 2018. Arsip Kompas.id Tampilan aplikasi Kompas.id di telepon seluler. Kompas.id resmi diluncurkan sebagai aplikasi pada 8 Maret 2018.
Pembaca dapat mengakses konten freemium atau gratis akses, yaitu berita-berita di tab “Bebas Akses”, hanya dengan melakukan registrasi. Freemium adalah pendekatan dengan penawaran konten gratis sebagian, dan jika menginginkan lebih maka pelanggan harus berlangganan. 

Berbeda dengan portal berita lain, pembaca Kompas.id harus berlangganan untuk mengakses konten premium yang disajikan secara komprehensif. Beberapa konten unggulan dalam situs premium Kompas.id antara lain Tutur Visual, Riset, dan Infografik.

Baca juga: Harian Kompas Raih Penghargaan Media Nasional dengan "Cover" Terbaik

Tutur Visual merupakan sajian artikel lengkap yang memadukan teks, foto, video, dan interaktivitas. Lain lagi dalam fitur Riset, berbagai persoalan dan fenomena akan dikaji dengan pendekatan data.

Adapun melalui fitur Infografik, harian Kompas mengajak pembaca memahami suatu persoalan dengan jernih, lengkap, dan menyenangkan.

Dengan peluncuran aplikasi Kompas.id, kini pembaca dapat mengakses konten harian Kompas melalui aplikasi untuk perangkat mobile. Selain itu, aplikasi Kompas.id juga memungkinkan pembaca untuk melakukan personalisasi, memantau topik pilihan, dan membaca berita sesuai kebutuhan.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelombang PHK di Tengah Wabah Corona: 4 Faktor dan 7 Solusi Usulan KSPI

Gelombang PHK di Tengah Wabah Corona: 4 Faktor dan 7 Solusi Usulan KSPI

Nasional
Penjarakan Penghina Presiden Dianggap Kontradiktif dengan Upaya Pengosongan Penjara di Tengah Wabah Corona

Penjarakan Penghina Presiden Dianggap Kontradiktif dengan Upaya Pengosongan Penjara di Tengah Wabah Corona

Nasional
Kemenristek Bentuk Konsorsium Riset Penanganan Covid-19

Kemenristek Bentuk Konsorsium Riset Penanganan Covid-19

Nasional
Catatan Pengadaan Alat Kesehatan Covid-19: Efektivitas Rapid Test dan APD Buatan Lokal

Catatan Pengadaan Alat Kesehatan Covid-19: Efektivitas Rapid Test dan APD Buatan Lokal

Nasional
Wacana Yasonna Bebaskan Koruptor yang Tak Pernah Dibahas Bersama Jokowi

Wacana Yasonna Bebaskan Koruptor yang Tak Pernah Dibahas Bersama Jokowi

Nasional
Polri: Pemidanaan dalam Pencegahan Covid-19 Upaya Terakhir

Polri: Pemidanaan dalam Pencegahan Covid-19 Upaya Terakhir

Nasional
Penularan Covid-19 Capai 2.491 Kasus, Masyarakat Diminta Disiplin Pakai Masker hingga Isolasi Mandiri

Penularan Covid-19 Capai 2.491 Kasus, Masyarakat Diminta Disiplin Pakai Masker hingga Isolasi Mandiri

Nasional
Pengamat: Blunder Pemerintah Terkait Covid-19 karena Faksi Politik yang Sebabkan 'Noise'

Pengamat: Blunder Pemerintah Terkait Covid-19 karena Faksi Politik yang Sebabkan "Noise"

Nasional
Pemilihan Ketua MA 2020 di Tengah Pandemi Covid-19...

Pemilihan Ketua MA 2020 di Tengah Pandemi Covid-19...

Nasional
KBRI Washington Pantau Kesehatan WNI Kelompok Rentan Covid-19 Secara Online

KBRI Washington Pantau Kesehatan WNI Kelompok Rentan Covid-19 Secara Online

Nasional
Amnesty: Pidana bagi Penghina Jokowi Picu Pelanggaran Kebebasan Berpendapat

Amnesty: Pidana bagi Penghina Jokowi Picu Pelanggaran Kebebasan Berpendapat

Nasional
Lima WNI di New York Positif Covid-19, Satu Orang Meninggal

Lima WNI di New York Positif Covid-19, Satu Orang Meninggal

Nasional
Kembangkan Rapid Test Covid-19, Kemenristek Siapkan 100.000 Alat dalam 2 Bulan

Kembangkan Rapid Test Covid-19, Kemenristek Siapkan 100.000 Alat dalam 2 Bulan

Nasional
Mudik di Tengah Pandemi Covid-19 yang Jadi Polemik

Mudik di Tengah Pandemi Covid-19 yang Jadi Polemik

Nasional
Gugus Tugas Covid-19: Rapid Test Tak Semunya Efektif, Kita Perbanyak PCR Test

Gugus Tugas Covid-19: Rapid Test Tak Semunya Efektif, Kita Perbanyak PCR Test

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X