KPK Akan Hibahkan Barang Rampasan Kasus Nazaruddin dan Fuad Amin ke Polri - Kompas.com

KPK Akan Hibahkan Barang Rampasan Kasus Nazaruddin dan Fuad Amin ke Polri

Kompas.com - 07/03/2018, 21:14 WIB
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (22/1/2018).Kompas.com/Robertus Belarminus Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (22/1/2018).

Muhammad Nazaruddin bersaksi dalam sidang kasus korupsi pengadaan e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/11/2017).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Muhammad Nazaruddin bersaksi dalam sidang kasus korupsi pengadaan e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/11/2017).
JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) akan menghibahkan barang rampasan dari kasus korupsi mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dan mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin kepada Polri.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan barang rampasan itu akan diserahkan kepada Polri dalam acara Rakernis Bareskrim 2018 di Hotel Mecure Ancol, Kamis (8/3/2018).

"Besok, sebagai bagian dari agenda Rakernis Bareskrim 2018 di Hotel Mecure Ancol, direncanakan akan dilakukan penyerahan barang rampasan dari kasus Nazaruddin dan Fuad Amin," kata Febri, lewat pesan tertulis, Rabu (7/3/2018).

Baca juga : KPK Serahkan Rampasan dari Aset Nazaruddin Rp 24,5 Miliar kepada ANRI

Febri mengatakan, barang rampasan perkara Nazaruddin itu berupa 2 bidang tanah dan bangunan seharga Rp 12,4 miliar yang bertempat di Jalan Wijaya Graha Puri Blok C Nomor 15 Kelurahan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Aset rampasan kasus Nazaruddin itu diserahkan untuk digunakan oleh Bareskrim Polri dalam mendukung pelaksanaan tugas penegakan hukum.

Kemudian, KPK akan menghibahkan barang rampasan kasus Fuad Amin berupa 1 unit mobil yang akan digunakan oleh Polres Tanah Toraja.

KPK menyatakan, hibah atau penyerahan barang milik negara ini dilakukan sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan RI.

Kompas TV KPK menyatakan siap menerima laporan soal kasus korupsi dari siapapun. Namun, semua akan diverifikasi.


Komentar

Close Ads X