Puluhan Ulama dari Afganistan dan Pakistan Akan Berkumpul di Indonesia

Kompas.com - 06/03/2018, 14:29 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berjalan santai keluar dari ruang kerja Wapres, Selasa (6/2/2018) siang. Presiden baru saja bertandang ke Kantor Wapres sekaligus makan siang bersama. Setelah makan siang, beberapa topik seperti upaya peningkatan investasi, peningkatan ekspor, dan persiapan Asian Games dibicarakan.

Kompas/Nina Susilo (INA)
06-02-2018KOMPAS/NINA SUSILO Presiden Joko Widodo (kiri) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berjalan santai keluar dari ruang kerja Wapres, Selasa (6/2/2018) siang. Presiden baru saja bertandang ke Kantor Wapres sekaligus makan siang bersama. Setelah makan siang, beberapa topik seperti upaya peningkatan investasi, peningkatan ekspor, dan persiapan Asian Games dibicarakan. Kompas/Nina Susilo (INA) 06-02-2018

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia akan menjadi tuan rumah forum ulama trilateral antara Indonesia, Afghanistan, dan Pakistan pada Maret 2018. Pertemuan di Jakarta tersebut akan dihadiri 45 orang ulama dari ketiga negara. Masing-masing negara akan mengirimkan 15 perwakilan ulamanya.

"Pertemuan para ulama Afghanistan, Pakistan dan Indonesia Insya Allah direncanakan bulan ini," kata Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla ketika ditemui di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Dalam pertemuan tersebut akan dibahas mengenai solusi perdamaian bagi Afghanistan yang selama ini berkonflik.

"Pertemuan itu kita harapkan menghasilkan suatu kesepakatan atau fatwa bersama bagaimana mendamaikan Afghanistan," kata Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu.

Baca juga : Berkaca Perang di Afghanistan, Jokowi Minta Masyarakat Jaga Persatuan Saat Pilkada

"Di Afghanistan seperti di Indonesia, suara alim ulama sangat penting. Jadi pertemuan ini hasilnya kami harapkan sebagai payung sebelum ada pertemuan perdamaian yang lebih teknis," sambungnya.

Forum tersebut juga merupakan tindaklanjut pertemuan dengan High Peace Council (HPC) Afghanistan atau Kabul Peace Process Conference beberapa waktu lalu.

"Kesepakatan yang kita capai dalam pertemuan RI-Afghanistan perlu ada payung dari sisi agama, pandangan ulama tentang perdamaian ini. Itu yang kita sepakati," kata Kalla.

Usai pertemuan tersebut akan diupayakan forum ulama yang lebih besar. "Berikutnya ada pertemuan, diupayakan hasilnya ada pertemuan ulama internasional," kata dia.

Baca juga : Jokowi di Afghanistan dan Bayang-Bayang Ledakan Bom Kabul

Tak berbeda, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengungkapkan pertemuan tersebut adalah salah satu bentuk kontribusi Indonesia bagi perdamaian Afghanistan.

"Kita siapkan segera kontribusi kita untuk peace building. Terutama dalam mempersiapkan pertemuan ulama trilateral antara Indonesia, Afganistan dan Pakistan," kata Retno.

Indonesia sendiri dianggap oleh Afghanistan sebagai negara yang netral, dan tak punya kepentingan politik atau ekonomi secara langsung terhadap negara yang porak-poranda karena invasi militer Amerika Serikat tersebut.

"Indonesia juga negara muslim yang paling besar dan yang tidak kalah penting kita punya track record yang bagus di bidang perdamaian," kata dia.

"Jadi semua elemen itu yang akhirnya menjadikan Afganistan meminta Indonesia untuk bekrontribusi, baik di bidang peace building maupun di bidang peace process," sambungnya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X