LBH: Pernyataan Jokowi Picu Meningkatnya Tembak Mati Pengedar Narkoba

Kompas.com - 05/03/2018, 20:05 WIB
Presiden Joko Widodo pada Senin (23/1/2018) pagi mengunjungi Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Kunjungan tersebut dalam rangka memberikan pengarahan kepada pesert Rapat Pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun 2018. Dalam kunjungan itu, Jokowi sempat menjajal mobil jip khusus. PRESIDENTIAL PALACE/ AGUS SUPARTOPresiden Joko Widodo pada Senin (23/1/2018) pagi mengunjungi Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Kunjungan tersebut dalam rangka memberikan pengarahan kepada pesert Rapat Pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) Tahun 2018. Dalam kunjungan itu, Jokowi sempat menjajal mobil jip khusus.
Penulis Yoga Sukmana
|

JAKARTA, KOMPAS.com - LBH Masyarakat mengungkapkan adanya tren kenaikan angka tembak mati pengedar narkoba pasca Presiden Joko Widodo melemparkan pernyataan terkait kasus tersebut.

Peneliti LBH Masyarakat Ma'ruf Bajammal mengatakan, gambaran kenaikan tren kenaikan tembak mati kasus narkoba bisa terlihat sepanjang 2017 lalu.

Dari data yang dihimpun LBH Masyarakat, pada Januari 2017 terdapat 12 korban tewas akibat penembakan dalam kasus narkoba.

"Sementara itu ada 16 orang luka-luka," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (5/3/2018).

Angka korban tewas akibat tembak ditempat pada Januari 2017 menjadi yang tertinggi pada semester pertama 2017.

Baca juga : Jokowi: Saya Sudah Katakan, Tembak di Tempat Saja...

Menurut LBH Masyarakat, tingginya korban tewas itu terjadi sebulan pasca Pidato Presiden dalam acara pemusnahan barang bukti narkoba. Saat itu, kata Ma'ruf, Presiden mempertanyakan mengenai jumlah bandar narkoba yang meninggal dunia

Pada semester kedua 2017, data korban tewas akibat tembak di tempat dalam kasus narkoba terjadi pada Agustus 2017. Korban tewas mencapai 13 orang. Sementara itu 18 orang mengalami luka-luka dalam penanganan kasus narkoba pada Agustus 2018.

Pada Juli 2017, kata Ma'ruf, Jokowi dalam pidatonya meminta agar aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku tindak pidana narkotika.

"Kami menilai ada keterkaitan sehingga pada Agustus menjadi tinggi," kata dia.

Baca juga : Prosedur Tembak di Tempat Pengedar Narkotika Diadukan ke Ombudsman

Peneliti Amnesty Internasional Indonesia Brahmantya Basuki menilai, pernyataan dari Presiden juga diikuti oleh pejabat publik lainnya, mulai dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian hingga mantan Kepala BNN Budi Waseso.

Akibat penyataan itu menurut dia, membuat adanya semacam instruksi yang ditangkap oleh jajaran penegak hukum untuk mengambil tindakan keras kepada para pengedar narkoba dengan menembaknya.

Berdasarkan data yang dihimpun LBH Masyarakat, terjadi 183 kasus penembankan dalam kasus narkoba sepanjang 2017. Akibatnya 215 orang menjadi korban penembakan.

Dari data itu, 99 orang meninggal dunia, dan 116 mengalami luka-luka.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Gibran Sowan ke Elite Parpol demi Dukungan di Pilkada Solo...

Saat Gibran Sowan ke Elite Parpol demi Dukungan di Pilkada Solo...

Nasional
Ini 9 Kota dengan Lebih dari 1.000 Kasus Covid-19 Aktif, 5 Ada di DKI Jakarta

Ini 9 Kota dengan Lebih dari 1.000 Kasus Covid-19 Aktif, 5 Ada di DKI Jakarta

Nasional
Panglima TNI Minta Babinsa Ikut Sosialisasikan Kebiasaan Baru

Panglima TNI Minta Babinsa Ikut Sosialisasikan Kebiasaan Baru

Nasional
Pemerintah Beri Santunan Rp 300 Juta untuk 22 Tenaga Medis Penerima Bintang Tanda Jasa

Pemerintah Beri Santunan Rp 300 Juta untuk 22 Tenaga Medis Penerima Bintang Tanda Jasa

Nasional
Amien Rais Sebut Perkembangan Politik di Era Jokowi Semakin Kurang Demokratis

Amien Rais Sebut Perkembangan Politik di Era Jokowi Semakin Kurang Demokratis

Nasional
KPK Selidiki Kasus Korupsi di Balik Mundurnya Kepsek di Indragiri Hulu

KPK Selidiki Kasus Korupsi di Balik Mundurnya Kepsek di Indragiri Hulu

Nasional
Bawaslu Ungkap 4 Modus Politisasi SARA yang Potensial Terjadi di Pilkada 2020

Bawaslu Ungkap 4 Modus Politisasi SARA yang Potensial Terjadi di Pilkada 2020

Nasional
Klaster Sekolah  Bermunculan, Ini Komentar Satgas Covid-19

Klaster Sekolah Bermunculan, Ini Komentar Satgas Covid-19

Nasional
Wapres Minta Kementerian Bangun Kepercayan Publik soal Penanganan Covid-19

Wapres Minta Kementerian Bangun Kepercayan Publik soal Penanganan Covid-19

Nasional
Saat Sri Mulyani Mengenang 'Tukang Mebel' 22 Tahun Lalu yang Kini Jadi Presiden

Saat Sri Mulyani Mengenang 'Tukang Mebel' 22 Tahun Lalu yang Kini Jadi Presiden

Nasional
Doni Monardo Daftar Jadi Relawan Vaksin Covid-19

Doni Monardo Daftar Jadi Relawan Vaksin Covid-19

Nasional
Wapres Minta Kementerian/Lembaga Siapkan Skenario jika Tak Bisa Serap Anggaran

Wapres Minta Kementerian/Lembaga Siapkan Skenario jika Tak Bisa Serap Anggaran

Nasional
Jerinx Ditahan, Ini Pesan Satgas Covid-19 untuk Figur Publik

Jerinx Ditahan, Ini Pesan Satgas Covid-19 untuk Figur Publik

Nasional
Masker Medis Bekas Dijual Lagi, Kemenkes: Jangan Buang Sembarangan

Masker Medis Bekas Dijual Lagi, Kemenkes: Jangan Buang Sembarangan

Nasional
Sebaran 2.098 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi dengan 608

Sebaran 2.098 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta Tertinggi dengan 608

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X