Jika Terpilih di Pileg 2019, PSI Wajibkan Calegnya Lapor Kinerja ke Medsos

Kompas.com - 03/03/2018, 07:25 WIB
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (kiri) bersama Calon Legislatif (Caleg) PSI yang juga Ketua DPP PSI Bidang Eksternal Tsamara Amany (kanan) menunjukkan formulir pendaftaran Tsamara Amany sebagai Caleg PSI di Kantor DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/10). Dalam kesempatan tersebut Tsamara Amany juga mendeklarasikan gerakan Solidaritas Kaum Muda Melawan Korupsi (SIKAP) yang merupakan sayap gerakan PSI untuk mengajak anak-anak muda berjuang memerangi korupsi. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/ama/17. Aprillio AkbarKetua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (kiri) bersama Calon Legislatif (Caleg) PSI yang juga Ketua DPP PSI Bidang Eksternal Tsamara Amany (kanan) menunjukkan formulir pendaftaran Tsamara Amany sebagai Caleg PSI di Kantor DPP PSI, Tanah Abang, Jakarta, Kamis (26/10). Dalam kesempatan tersebut Tsamara Amany juga mendeklarasikan gerakan Solidaritas Kaum Muda Melawan Korupsi (SIKAP) yang merupakan sayap gerakan PSI untuk mengajak anak-anak muda berjuang memerangi korupsi. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/ama/17.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia menegaskan bahwa partainya selalu mengutamakan transparansi dan profesionalitas dalam bekerja. Langkah itu juga akan diterapkan jika calon legislatif yang diusung oleh PSI berhasil terpilih.

Grace ingin masyarakat bisa memantau kinerja caleg PSI terpilih dengan memanfaatkan media sosial.

"Kami ingin bangun apllikasi teknologi untuk pelayanan publik. Idenya PSI, kita ingin agar semua anggota dewan PSI nantinya DPR RI, DPD, DPRD tingkat 1, tingkat 2 itu setiap hari mereka harus melaporkan pekerjaannya setiap hari via media sosial," ujar Grace di DPP PSI, Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Grace mengatakan, aplikasi yang dibuat akan mirip dengan aplikasi Qlue yang sering digunakan Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dalam menyelesaikan aduan warga. PSI telah bekerjasama dengan sang perancang Qlue, Rama Raditya untuk menciptakan aplikasi tersebut.

Baca juga : 90 Menit, Jokowi Bahas Strategi Pemenangan Pilpres 2019 dengan PSI

"Intinya mereka harus update, upload dia rapat apa, kalau ada kunjungan kenapa perlu, ketemu siapa, apa yang didapatkan. Kalau misalnya dia membahas undang-undang misalnya, posisinya dia apa, semua tau dari awal," ujarnya.

Melalui aplikasi tersebut, PSI dan konstituen bisa segera mengetahui potensi inkonsistensi kinerja caleg. Grace juga menegaskan bahwa aplikasi ini tidak akan disalahgunakan oleh internal partai.

"Siapapun mau ketua umum, sekjen, enggak akan bisa mengotak atik, masyarakat yang jadi pengawal," ujarnya.

Baca juga : PSI, Grace Natalie, dan Citra Partai Anak Muda

Grace menjelaskan bahwa transparansi dan profesionalitas juga telah digunakan dalam proses perekrutan calon legislatif. Ia menilai, selama ini partai-partai lama melakukan proses rekrutmen tanpa sepengetahuan publik, sehingga berpotensi membahayakan konstituennya.

"Kalau sudah internal, enggak kompeten dipaksa buat jadi wakil rakyat gimana? Dan mereka membuat undang-undang yang berefek ke masyarakat indonesia, itu yang jadi masalah," katanya.

Oleh karena itu, Grace bersama PSI mendobrak perekrutan dengan mekanisme profesional dan transparan agar publik bisa senang karena ikut mengawasi kinerja caleg pilihannya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X