Polri Ingin Kepala BNN yang Baru Tingkatkan Capaian Budi Waseso

Kompas.com - 01/03/2018, 15:15 WIB
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Heru Winarko (kiri) bersama mantan Kepala BNN Budi Waseso mengacungkan ibu jari ketika pelantikan di Istana Negara Jakarta, Kamis (1/3/2018). Presiden Joko Widodo resmi melantik Irjen Pol Heru Winarko yang sebelumnya menjabat sebagai deputi penindakan KPK, menjadi kepala BNN menggantikan Komjen Pol Budi Waseso yang memasuki masa pensiun. ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO AKepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Heru Winarko (kiri) bersama mantan Kepala BNN Budi Waseso mengacungkan ibu jari ketika pelantikan di Istana Negara Jakarta, Kamis (1/3/2018). Presiden Joko Widodo resmi melantik Irjen Pol Heru Winarko yang sebelumnya menjabat sebagai deputi penindakan KPK, menjadi kepala BNN menggantikan Komjen Pol Budi Waseso yang memasuki masa pensiun.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengucapkan selamat kepada Irjen Heru Winarko yang baru dilantik sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional.

Setyo mengatakan, jabatan baru tersebut merupakan tantangan bagi Heru untuk mempertahankan prestasi yang sudah dicapai Komjen Pol Budi Waseso selama ini.

"Tentunya kita harapkan beliau mempertahankan dan meningkatkan apa yang sudah diraih oleh pak Buwas selama ini," ujar Setyo di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Setyo mengatakan, Heru merupakan salah satu putra terbaik Polri. Ia meyakini Heru dapat menjalankan amanah yang baru diembannya.

Heru sebelumnya merupakan Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dengan dilantiknya Heru, maka diduga ada pergeseran perwira tinggi Polri dalam jabatan strategis.

"Kita tunggu tanggal mainnya saja ya," kata Setyo saat disinggung soal mutasi tersebut.

(Baca juga: Fadli Zon Minta BNN Koordinasi dengan TNI Berantas Narkoba)

 

Presiden Joko Widodo memilih Irjen Heru Winarko sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional ( BNN) atas alasan integritas.

Presiden menilai Heru memiliki karena latar belakang institusi asal, yakni KPK.

"Yang paling penting dari sisi integritasnya. Karena peredaran narkoba, duitnya gede sekali, omzetnya gede sekali, gampang menggoda orang untuk berbuat tidak baik," ujar Jokowi di Istana Negara.

Jokowi berharap, di tangan Heru, BNN menjadi lembaga yang lebih profesional dari sebelumnya. Ia ingin standar yang diterapkan Heru di KPK juga dibawa ke BNN.

"Ada standar good governence dan standard tata kelola organisasi," kata Jokowi.

Jokowi menyebut, tantangan BNN ke depan masih sama, bahkan bertambah, yakni soal bagaimana mencegah barang haram itu masuk ke Indonesia sekaligus menurunkan jumlah penyalahguna narkoba.

"Tantangannya, yang jelas agar semakin sedikit narkoba yang masuk. Kemudian juga menurunkan sebanyak-banyaknya pengguna. Dari sisi rehabilitasi baik, dari sisi pencegahan agar barang yang masuk juga baik," ujar Jokowi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X