Kompas.com - 01/03/2018, 15:07 WIB
Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Selasa (28/11/2017). KOMPAS.com/Nabilla TashandraKetua MPR RI Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Selasa (28/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan membenarkan dirinya akan bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam waktu dekat untuk membahas Pemilu 2019.

Pertemuan tersebut akan digelar antara tanggal 5-8 Maret 2018.

Saat ditanya mengapa lebih mendahulukan bertemu Megawati daripada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Zul, sapannya, mengaku dekat dengan putri proklamator Sukarno itu.

"Saya dekat (dengan) Mbak Mega, Mbak Mega dukung kami amandemen UUD (soal) haluan negara, komunikasi bagus, dan saya udah janji duluan. Yang lain setelah Mbak Mega," kata Zul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/3/2018).

(Baca juga : PDI-P: Zulkifli Hasan Minta Diprioritaskan Bertemu Megawati)

Selain itu, Zul beralasan, sebagai partai pemenang pemilu, PDI-P layak didahulukan untuk ditemui.

Selain itu, ia menganggap Megawati selaku politisi senior yang tepat untuk dimintai pandangan terkait pemilu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, ia mengatakan, PAN tetap terbuka untuk menjalin komunikasi bersama partai selain PDI-P.

Karena itu, selepas bertemu PDI-P, PAN juga mengagendakan pertemuan dengan sejumlah partai lainnya.

(Baca juga : Ini Kriteria PDI-P untuk Cawapres Jokowi pada Pilpres 2019)

Setelah bertemu dengan partai-partai, Zul mengatakan, PAN akan mengolah hasilnya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan berlangsung pada April 2018.

"Iya, semua penting. Kalau enggak ketemu gimana? Kami perlu bicara dan diskusi untuk tentukan sikap PAN gimana. Kami akan Rakernas April besok," tutur Zul.

"Justru itu, dalam partai kan kami enggak sendiri, tapi perwakilan daerah-daerah. Kami smpaikan berbagai pendapat kalangan dan pertimbangan, akan kami sampaikan pada pengurus partai lalu bisa diambil keputusan," lanjut dia.

(Baca juga : PDI-P Umumkan Nama Pendamping Jokowi pada Pilpres 2019 Sebelum Lebaran)

Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto sebelumnya mengatakan, Zulkifli Hasan sejak awal telah meminta waktu bertemu Megawati seusai pengundian nomor urut peserta pemilu 2019.

"Bahkan Pak Zul (Zulkifli Hasan) sudah mengajukan harapannya untuk bisa bertemu Ibu Mega beberapa waktu lalu sebelum penetapan calon kepala daerah. Pak Zul minta dapat diprioritaskan bertemu Ibu Mega," kata Hasto di Prime Plaza Hotel, Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (24/2/2018).

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penuhi Kebutuhan Oksigen, Pemerintah Kerja Sama dengan Berbagai Negara

Penuhi Kebutuhan Oksigen, Pemerintah Kerja Sama dengan Berbagai Negara

Nasional
Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 3 Staf Benny Tjokro sebagai Saksi

Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 3 Staf Benny Tjokro sebagai Saksi

Nasional
Menkes Sebut Sosiolog dan Tokoh Masyarakat Punya Peran Penting dalam Edukasi Protokol Kesehatan

Menkes Sebut Sosiolog dan Tokoh Masyarakat Punya Peran Penting dalam Edukasi Protokol Kesehatan

Nasional
Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang Meningkat, Korban Mayoritas Perempuan dan Anak

Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang Meningkat, Korban Mayoritas Perempuan dan Anak

Nasional
Ketua DPR: Fasilitas Isolasi Khusus Anggota Dewan Belum Diperlukan

Ketua DPR: Fasilitas Isolasi Khusus Anggota Dewan Belum Diperlukan

Nasional
Airlangga Ingatkan Perlunya Indonesia Produksi Vaksin Covid-19 Secara Mandiri

Airlangga Ingatkan Perlunya Indonesia Produksi Vaksin Covid-19 Secara Mandiri

Nasional
Orangtua Diharapkan Jaga Nutrisi dan Tumbuh Kembang Anak Saat Pandemi

Orangtua Diharapkan Jaga Nutrisi dan Tumbuh Kembang Anak Saat Pandemi

Nasional
KPK Setor Uang Rampasan Rp 654 Juta dan 41.350 dollar Singapura dari Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan ke Kas Negara

KPK Setor Uang Rampasan Rp 654 Juta dan 41.350 dollar Singapura dari Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan ke Kas Negara

Nasional
Minta Testing Ditingkatkan, Menkes: Vaksin Benar, tapi Bukan Satu-satunya Cara Atasi Pandemi

Minta Testing Ditingkatkan, Menkes: Vaksin Benar, tapi Bukan Satu-satunya Cara Atasi Pandemi

Nasional
Jokowi: Kalau Vaksinasi Sudah 70 Persen, Daya Tular Virus Corona Agak Melambat

Jokowi: Kalau Vaksinasi Sudah 70 Persen, Daya Tular Virus Corona Agak Melambat

Nasional
Setjen DPR Siapkan Wisma Kopo untuk Isolasi Mandiri Anggota Dewan

Setjen DPR Siapkan Wisma Kopo untuk Isolasi Mandiri Anggota Dewan

Nasional
Kemendikbud Ristek Anggarkan Rp 3,7 Triliun untuk Laptop hingga Peralatan TIK pada 2021

Kemendikbud Ristek Anggarkan Rp 3,7 Triliun untuk Laptop hingga Peralatan TIK pada 2021

Nasional
Syarat Vaksinasi Jemaah Umrah, Kemenag Sebut Dubes Saudi Berpendapat yang Terpenting Disetujui WHO

Syarat Vaksinasi Jemaah Umrah, Kemenag Sebut Dubes Saudi Berpendapat yang Terpenting Disetujui WHO

Nasional
Sidang Tahunan 2021 Akan Digelar Ekstra Minimalis

Sidang Tahunan 2021 Akan Digelar Ekstra Minimalis

Nasional
Menkes Sebut RI dan WHO Finalisasi Konsep Pengembangan Vaksin Covid-19 Teknologi Baru

Menkes Sebut RI dan WHO Finalisasi Konsep Pengembangan Vaksin Covid-19 Teknologi Baru

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X