Akbar Tandjung Sebut Jusuf Kalla Tak Mungkin Lagi Jadi Cawapres

Kompas.com - 28/02/2018, 21:32 WIB
Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (28/2/2018) Kompas.com/Rakhmat Nur HakimWakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tanjung di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (28/2/2018)
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung menilai bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla tak mungkin lagi maju mendampingi Presiden Joko Widodo sebagai calon wakil presiden ( cawapres) pada Pemilu 2019.

Hal itu disampaikan Akbar saat ditemui di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar di Slipi, Jakarta Barat, Rabu (28/2/2018).

Akbar mengikuti pernyataan Kalla di media terkait dengan pencalonannya sebagai wakil presiden. Namun, pencawapresan Kalla dinilai Akbar terganjal aturan yang tertuang dalam UUD 1945, tepatnya pada Pasal 7.

"Dengan demikian, kita bisa simpulkan bahwa memang kelihatannya tidak mungkin (maju). Karena itu yang dirumuskan dalam amandemen UUD 1945," kata Akbar.


Akbar mengungkapkan, saat ini memang Partai Golkar telah sepakat untuk mengusung Jokowi untuk maju kembali pada Pemilu 2019. Karena itu, saat ini tersisa penentuan cawapres bagi mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

(Baca juga: Sibuk Konsolidasi Kader di Daerah, Golkar Belum Mau Bicarakan Cawapres)

Saat ditanya peluang Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebagai pendamping Jokowi, Akbar menjawab kemungkinan tersebut masih terbuka.

"Kalau pilpres sudah jelas, kan, Pak Jokowi. Wapres belum. Sepengetahuan saya belum ada pembicaraan," kata Akbar.

"Kalau ketum partai tentu memiliki peluang karena dia merupakan tokoh dan posisi tertinggi di dalam partai. Tapi, pembicaraan resminya belum pernah ada," ujar dia.

Baca tentang
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X