Kapal Pesiar Mewah yang Disita di Bali Buruan FBI dalam Kasus Cuci Uang

Kompas.com - 28/02/2018, 17:59 WIB
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya. KOMPAS.com/AMBARANIE NADIADirektur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya mengatakan, kapal pesiar yang disita di Pelabuhan Benoa, Bali, merupakan hasil tindak pidana pencucian uang.

Peristiwa pidana itu terjadi di Amerika Serikat.

"Itu adalah kapal hasil kejahatan pencucian uang di Amerika. Kepolisian Amerika telah menetapkan tersangkanya," ujar Agung saat dihubungi, Rabu (28/2/2018).

Kapal tersebut diketahui masuk ke Indonesia pada November 2017. FBI kemudian melakukan koordinasi dengan penegak hukum Indonesia untuk melakukan penyitaan.

"Jadi FBI Amerika melakukan joint investigation dengan Bareskrim. Bareskrim membantu," kata Agung.

(Baca juga: Diburu Pemerintah AS, Kapal Pesiar Senilai Rp 3,5 Triliun Disita di Bali)

Sebelumnya diberitakan, Mabes Polri menyita sebuah kapal pesiar senilai 250 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,5 triliun di Pelabuhan Benoa, Bali, Rabu (28/2/2018).

Tindakan ini dilakukan atas permintaan Pemerintah Amerika Serikat.

Sejauh ini, masih dilakukan penyelidikan pemilik kapal dan yang menangani kapal tersebut selama di Indonesia. Dari hasil pemeriksaan juga tidak ditemukan benda mencurigakan lainnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X