Kompas.com - 27/02/2018, 07:51 WIB
Ketua umum PPP Romahurmuziy usai menghadiri Rakornas PPP di Hotel Milenium, Jakarta, Rabu (24/1/2018). KOMPAS.com/IhsanuddinKetua umum PPP Romahurmuziy usai menghadiri Rakornas PPP di Hotel Milenium, Jakarta, Rabu (24/1/2018).
Penulis Moh. Nadlir
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP)  M Romahurmuziy atau Romy disebut sebagai salah satu calon wakil presiden, pendamping Presiden RI Joko Widodo pada Pilpres 2019. Baliho Romy pun tampak tersebar di sejumlah wilayah, termasuk di Ibu Kota.

Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengakui baliho tersebut untuk mengenalkan Romy sebagai pucuk pimpinan partai dan bukan sebagai cawapres Jokowi.  Buktinya, kata Arsul, pada baliho Romy tak ada embel-embel kata "Cawapres" seperti halnya baliho milik Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

"Memperkenalkan pak Romy sebagai Ketua Umum PPP iya. Bukan sebagai cawapres," kata Arsul kepada Kompas.com, Senin (26/2/2018).

Karenanya, ia menegaskan baliho tersebut bukanlah media sebagai promosi Romy kepada masyarakat untuk menjadi cawapres Jokowi.

"Baliho Pak Romy ada tetapi enggak ada tulisan cawapres. Itu tandanya enggak ngotot. Kalau yang ada tulisannya barangkali yang ingin beneran," kata Arsul.

(Baca juga: Kriteria Cawapres Jokowi dari PPP, Muda dan Santri)

Arsul pun lantas menyindir baliho pimpinan partai dengan embel-embel kata "cawapres". Padahal belum jelas, siapa calon presiden yang akan menggandengnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"(Romy) beda dengan sama sebelah. Kalau sebelah Capresnya enggak jelas. Itu dia pakai ilmu teh botol," ucap Arsul.

Meski demikian, Arsul menghormati setiap orang untuk menggunakan hak politiknya mengajukan diri sebagai Cawapres.

"Kalau Pak Jokowi yang memilih ya kita serahkan ke Pak Jokowi. Pokoknya kita enggak "ke-geer-an" jadi Cawapres, lain dengan yang sebelah," kata dia.

Kompas TV Semakin besar koalisi, semakin besar pula tantangan untuk mengakomodir kepentingan masing-masing parpol.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal, Ketua DPR: Kita Tidak Boleh Kebobolan Lagi

Pemerintah Hapus Cuti Bersama Natal, Ketua DPR: Kita Tidak Boleh Kebobolan Lagi

Nasional
Perlunya Jokowi Cari Juru Bicara Baru dan Kriteria Pengganti Fadjroel

Perlunya Jokowi Cari Juru Bicara Baru dan Kriteria Pengganti Fadjroel

Nasional
Kapolri: Masih Banyak Polisi yang Baik Dibanding Oknum...

Kapolri: Masih Banyak Polisi yang Baik Dibanding Oknum...

Nasional
Sumpah Pemuda dan Kedaulatan Bahasa Indonesia

Sumpah Pemuda dan Kedaulatan Bahasa Indonesia

Nasional
Ini Pertimbangan MK Tolak Gugatan Terkait UU Minerba

Ini Pertimbangan MK Tolak Gugatan Terkait UU Minerba

Nasional
Periksa Kepsek SMA 8 Tangsel, KPK Dalami Dugaan Adanya Calo Pengadaan Tanah SMKN 7

Periksa Kepsek SMA 8 Tangsel, KPK Dalami Dugaan Adanya Calo Pengadaan Tanah SMKN 7

Nasional
Jadi Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Ditahan Kejagung

Jadi Tersangka Kasus Korupsi Perum Perindo, Eks Dirut Ditahan Kejagung

Nasional
KTT ASEAN Plus Three, Jokowi Tekankan Perlunya Dana Darurat Kesehatan Kawasan

KTT ASEAN Plus Three, Jokowi Tekankan Perlunya Dana Darurat Kesehatan Kawasan

Nasional
Epidemiolog Minta Pemerintah Gencarkan Imbauan Prokes Saat Libur Nataru

Epidemiolog Minta Pemerintah Gencarkan Imbauan Prokes Saat Libur Nataru

Nasional
Ini Kriteria Jubir Jokowi Menurut Johan Budi...

Ini Kriteria Jubir Jokowi Menurut Johan Budi...

Nasional
Hasto Sebut Megawati dan Jokowi Diserang Pihak yang Ingin Rusak PDI-P

Hasto Sebut Megawati dan Jokowi Diserang Pihak yang Ingin Rusak PDI-P

Nasional
Eks Dirut Tersangka Dugaan Korupsi Perum Perindo, Ini Perannya Menurut Kejagung

Eks Dirut Tersangka Dugaan Korupsi Perum Perindo, Ini Perannya Menurut Kejagung

Nasional
Disebut Layak Jadi Jubir Jokowi, Johan Budi: Saya Sudah Pernah, Sebaiknya Orang Lain

Disebut Layak Jadi Jubir Jokowi, Johan Budi: Saya Sudah Pernah, Sebaiknya Orang Lain

Nasional
KPK Gelar Raker di Yogyakarta, Sekjen: Harmonisasi Regulasi Pasca Pegawai Jadi ASN

KPK Gelar Raker di Yogyakarta, Sekjen: Harmonisasi Regulasi Pasca Pegawai Jadi ASN

Nasional
'Generasi Muda Peduli Pesisir dan Sungai', Aksi BRSDM Wujudkan Ekonomi dan Laut Sehat

"Generasi Muda Peduli Pesisir dan Sungai", Aksi BRSDM Wujudkan Ekonomi dan Laut Sehat

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.