Gunakan Bahasa Jawa, Keponakan Novanto Bicarakan 7 Persen untuk Senayan - Kompas.com

Gunakan Bahasa Jawa, Keponakan Novanto Bicarakan 7 Persen untuk Senayan

Kompas.com - 26/02/2018, 14:16 WIB
Mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (3/11/2017).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (3/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com — Keponakan Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi, pernah membicarakan adanya rencana pembagian fee ke Senayan yang diduga untuk anggota DPR.

Hal itu dikatakan Jimmy Iskandar Tedjasusila alias Bobby saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (26/2/2018).

Bobby bersaksi untuk terdakwa Setya Novanto.

Menurut Bobby, pada waktu itu sekitar pukul 16.00 atau 17.00, ia sedang berada di ruang kerja Irvanto di Menara Imperium, Kuningan, Jakarta.

Ia dan Irvanto yang merupakan Direktur PT Murakabi Sejahtera sedang menunggu dokumen prakualifikasi lelang yang harus ditandatangani.

"Sewaktu sedang bicara tentang pekerjaan kami yang berat, tiba-tiba dia bilang, 'Abot. Sing kono njaluk pitu'," kata Bobby.

(Baca juga: Kata Setya Novanto soal Biaya Rp 20 Miliar jika Berurusan dengan KPK)

Menurut Bobby, kata-kata itu memaksudkan bahwa Irvanto merasa berat karena ada bagian 7 persen yang harus diberikan.

Saat mengucapkan kata-kata dalam bahasa Jawa itu, menurut Bobby, Irvanto sambil menunjuk ke luar jendela. Ternyata, Irvanto memaksudkan 7 persen untuk Senayan.

"Lalu, saya tanya apa maksudnya nunjuk ke jendela, dia bilang Senayan," kata Bobby.

Dalam kasus e-KTP, Irvan mewakili PT Murakabi Sejahtera juga tergabung dalam konsorsium peserta lelang e-KTP.

Irvanto juga disebut sebagai salah satu anggota tim yang berkumpul di sebuah ruko di Fatmawati.

Tim yang dipimpin Andi Agustinus alias Andi Narogong itu yang merancang tiga konsorsium peserta lelang.


Kompas TV Terdakwa kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto menjamin 1.000 persen tuduhan Nazaruddin terhadap Fahri Hamzah tidak benar.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X