Cerita Elza Syarief soal Anas dan Nazaruddin yang Saling Cinta hingga Benci - Kompas.com

Cerita Elza Syarief soal Anas dan Nazaruddin yang Saling Cinta hingga Benci

Kompas.com - 26/02/2018, 13:55 WIB
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (kiri) menjalani persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin )kanan) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Jakarta, Senin (25/8/2014). Anas diduga terkait korupsi dalam proyek Hambalang, yang juga melibatkan mantan Menpora Andi Malarangeng.TRIBUNNEWS/DANY PERMANA Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (kiri) menjalani persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin )kanan) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Jakarta, Senin (25/8/2014). Anas diduga terkait korupsi dalam proyek Hambalang, yang juga melibatkan mantan Menpora Andi Malarangeng.

JAKARTA, KOMPAS.com — Advokat Elza Syarief bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (26/2/2018). Elza bersaksi untuk terdakwa mantan Ketua DPR Setya Novanto.

Dalam persidangan, Elza mengaku pertama kali mendengar korupsi dalam proyek pengadaan e-KTP dari kliennya, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.

Menurut Elza, Nazaruddin menceritakan kronologi kasus tersebut saat diperiksa di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2011.

Sesuai keterangan Nazaruddin, kata Elza, kasus tersebut dikendalikan dua orang.

Pertama, Anas Urbaningrum selaku Ketua Fraksi Partai Demokrat. Anas bertugas memuluskan persetujuan eksekutif dan legisatif.

Elza Syarief di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (26/2/2018).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Elza Syarief di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (26/2/2018).

Sementara itu, pihak lainnya adalah Setya Novanto selaku Ketua Fraksi Partai Golkar. Novanto bertugas mencari pengusaha untuk menyukseskan proyek.

(Baca juga: Elza Syarief Akui Keterangan Nazaruddin Kadang Berubah-ubah)

Majelis hakim kemudian menanyakan, apakah Nazaruddin terlibat langsung dalam proyek e-KTP atau hanya menjalankan perintah Anas Urbaningrum.

"Saya tidak tahu dia terlibat atau tidak, tetapi dia selalu dampingi Anas," kata Elza.

Elza mengatakan, Nazaruddin pernah bercerita bahwa dia dan Anas sebelumnya memiliki hubungan yang sangat dekat.

Bahkan, Nazaruddin menyebut Anas sebagai sahabat dekatnya.

"Katanya dia (Nazaruddin) selalu mendampingi. Ke mana pun Anas, dia juga ada. Sampai baju saja seragaman. Pokoknya cinta bangetlah," kata Elza.

Namun, menurut Elza, semuanya berubah setelah Nazaruddin tersangkut kasus korupsi. Bahkan, karena begitu dendamnya, dalam hal apa pun Nazaruddin selalu membicarakan mengenai Anas dan kasus-kasus yang melibatkannya.

"Kayaknya dia (Nazaruddin) dendam sama Anas. Apa-apa terus Mas Anas," kata Elza.


Kompas TV Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebut Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin tidak waras.

Komentar

Close Ads X