Menurut PKB, Kondisi Ekonomi Jadi Tantangan Jokowi di Pilpres 2019 - Kompas.com

Menurut PKB, Kondisi Ekonomi Jadi Tantangan Jokowi di Pilpres 2019

Kompas.com - 23/02/2018, 11:49 WIB
Ketua Desk Pemilu DPP PKB Daniel Johan, Senin (8/1/2018).KOMPAS.com/Ihsanuddin Ketua Desk Pemilu DPP PKB Daniel Johan, Senin (8/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) Daniel Johan mengakui, kondisi ekonomi menjadi tantangan bagi Presiden Joko Widodo saat ini.

Hal ini disampaikan dalam menanggapi hasil survei Media Survei Nasional (Median) yang menyatakanyan elektabilitas Jokowi menurun karena masalah ekonomi.

"Tantangan terberatnya memang tetap menjaga kondisi ekonomi dan keamanan," ujar Daniel kepada Kompas.com, Jumat (23/2/2018).

Anggota Komisi IV DPR itu mencontohkan, kebijakan pemerintah di sektor pertanian.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh Kementerian Pertanian, terjadi kemajuan besar khususnya dalam peningkatan produksi.

Baca juga: Elektabilitas Jokowi Turun, PDI-P Akui Sektor Ekonomi Belum Optimal

Namun, di tengah keberhasilan tersebut, pemerintah justru mengambil kebijakan impor beras.

Menurut Daniel, kebijakan tersebut membuat masyarakat tidak melihat pencapaian yang diklaim pemerintah melalui data Kementerian Pertanian.

Selain itu, kebijakan impor beras juga dinilai tidak berpihak ke para petani.

"Kalau data yang disampaikan resmi oleh Kementan itu valid, maka telah terjadi kemajuan besar khususnya dalam peningkatan produksi, tinggal kita pastikan saja datanya valid," kata dia.

"Tapi saya kecewa di tengah keberhasilan tersebut kok malah ambil kebijakan impor beras, sama saja meniadakan kesuksesannya sendiri sekaligus membuat petani susah," kata Daniel.

Survei Median yang dilakukan 1-9 Februari 2018 menunjukkan elektabilitas Jokowi mengalami penurunan.

Responden yang memilih Jokowi hanya 35 persen.

Baca juga: Survei Median: Elektabilitas Jokowi dan Prabowo Turun, Tokoh Lain Naik

Padahal, pada survei Oktober 2017, elektabilitas Jokowi masih di angka 36,2 persen. Lalu, pada survei sebelumnya, April 2017, elektabilitas Jokowi masih mencapai 36,9 persen.

"Suara Jokowi secara konsisten mengalami penurunan tipis dari bulan ke bulan," kata Direktur Eksekutif Median Rico Marbun saat merilis hasil surveinya di Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Rico menyebutkan, menurunnya elektabilitas Jokowi karena permasalahan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Faktor ekonomi ini juga diukur melalui survei.

Pada survei Oktober 2017, sebesar 36,2 persen responden meyakini Jokowi tidak mampu menyelesaikan masalah ekonomi.

Dalam survei di bulan ini, angka responden yang yakin Jokowi tak mampu menyelesaikan permasalahan ekonomi meningkat menjadi 37,9 persen.

"Ini sudah lampu kuning bagi Jokowi. Kalau terus didiamkan bisa lampu merah," ucap Rico.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Close Ads X