Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/02/2018, 22:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kunjungan kenegaraan ke Afghanistan, Januari 2018 lalu, masih menyisakan kesan mendalam bagi Presiden Joko Widodo. Kali ini, Presiden Jokowi bercerita pengalamannya tersebut ke dua ribuan peserta dzikir kebangsaan Majelis Dzikir Hubbul Wathon di Gedung Serba Guna II Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (21/2/2018).

"Waktu itu banyak yang menyampaikan kepada saya, ke Afghanistan itu dibatalkan saja," ujar Jokowi.

Saran itu muncul lantaran Kabul, Ibu Kota Afghanistan, dihantam serangan bom berkali-kali oleh kelompok teror.

"Delapan hari sebelum saya datang ke Kabul, ada bom yang menewaskan 20 orang. Dua hari sebelum saya mendarat, ada bom yang menewaskan 103 orang. Bahkan 3 jam sebelum saya turun di Kabul, ada serangan yang menewaskan 5 orang dan belasan luka-luka. Jadi kalau memberikan saran saya jangan ke Afghanistan ada benarnya," ujar Jokowi.

Baca juga : Enam Jam Jokowi di Afghanistan...

Namun, Jokowi memiliki pertimbangan lain. Ia merasa harus tetap datang ke Afghanistan meski dalam kondisi keamanan yang tidak stabil. Sebab, Indonesia sudah berkomitmen untuk berkontribusi terhadap perdamaian di negara tersebut.

Komitmen itu telah disampaikan Jokowi kepada Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Ibu Negara Rula Ghani, para ulama beserta Majelis Tinggi Perdamaian di Afghanistan saat mereka melawat ke Jakarta.

"Dalam pertemuan pertama dengan Presiden Ashraf Ghani, beliau menyampaikan, Pak Jokowi, kelihatannya hanya Indonesia yang dapat mempertemukan kelompok-kelompok bertikai di Afghanistan, mewujudkan rekonsiliasi. Oleh sebab itu, saya menindaklanjuti ke sana," ujar Jokowi.

Sebelum terbang ke Kabul, Jokowi menyempatkan diri menelepon Ashraf Ghani. Jokowi ingin memastikan kondisi keamanan di kota itu pascaserangkaian serangan bom.

Baca juga : Di Afghanistan, Presiden Jokowi Tolak Pakai Rompi Antipeluru

Presiden Ghani pun menjamin bahwa Jokowi dan rombongan akan aman selama kegiatan di Kabul.

"Presiden Ashraf Ghani menyampaikan Presiden Jokowi tidak usah khawatir. Saya pribadi yang akan memberikan jaminan Bapak akan aman di Kabul. Yang jadi jaminan Presiden sendiri, ya saya bismillah saja, berangkat," ujar Jokowi.

Meski mendapatkan jaminan, sesampainya di Bandar Udara Internasional Hamid Karzai, Kota Kabul, Jokowi masih merasa deg-degan.

"Bagaimana enggak deg-degan, di sana bukit di sana bukit, wah pesawat diroket gampang banget. Saya telepon lagi ke Pak Ashraf Ghani agar kami dijemput panser antipeluru dan antiroket. Lalu disanggupi. Wah kalau seperti ini sih saya berani," seloroh dia.

Baca juga : Cerita Menegangkan Presiden ke Afghanistan, Selimut Jadi Syal hingga Sujud Syukur di Pesawat

Namun, Wakil Presiden Afghanistan Sarwar Danish yang menjemput Presiden Jokowi di ruang VVIP bandara menyatakan, pihaknya tidak bisa menyediakan panser antipeluru dan antiroket. Alasannya, jika Presiden Jokowi menumpang panser dan dikawal sebegitu ketatnya, maka citra Kabul sebagai kota yang tidak aman akan mengemuka.

"Saya pikir satu, dua, tiga, empat, lima menit risiko apa enggak ya ini? Saya sempat nanya balik, apakah ada jaminan? Beliau bilang dijamin. Ya sudah bismillah, berangkat lagi," ujar Jokowi.

Ia pun menumpang mobil sedan yang disediakan oleh pemerintah Afghanistan menuju ke Istana Presiden Arg.

Namun, perjalanan itu tidak seseram yang ia bayangkan. Bahkan, Jokowi bisa tersenyum lega. Sebab, hampir di setiap simpang jalan yang dilaluinya, terdapat panser dan tank. Di atas kendaraan Presiden Jokowi pun terbang sebuah helikopter penjaga.

"Dan alhamdulilah sampai ke Istananya, enggak ada apa-apa. Begitulah akibat pertikaian selama lebih dari 40 tahun di sana," ujar Jokowi.

Kompas TV Presiden Jokowi menilai kunjungannya ke Afghanistan merupakan agenda yang sudah direncanakan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi: Tahun Ini Akan Jadi Momen Kebangkitan Pariwisata Indonesia

Jokowi: Tahun Ini Akan Jadi Momen Kebangkitan Pariwisata Indonesia

Nasional
Hasil Pertemuan Jokowi-Surya Paloh Belum Disampaikan ke Publik, Pengamat: Tak Sesuai Keinginan Nasdem?

Hasil Pertemuan Jokowi-Surya Paloh Belum Disampaikan ke Publik, Pengamat: Tak Sesuai Keinginan Nasdem?

Nasional
Sekjen PDI-P: Saya Dengar, Pak Surya Paloh Sudah Lama Mau Ketemu Pak Jokowi

Sekjen PDI-P: Saya Dengar, Pak Surya Paloh Sudah Lama Mau Ketemu Pak Jokowi

Nasional
Tanam Pohon dan Bersih-bersih Kota Bandung, Sekjen PDI-P Sampaikan Pesan Megawati

Tanam Pohon dan Bersih-bersih Kota Bandung, Sekjen PDI-P Sampaikan Pesan Megawati

Nasional
Megawati Disebut Sudah Kantongi Nama Capres, Hasto: Tinggal Tunggu Momentum yang Tepat

Megawati Disebut Sudah Kantongi Nama Capres, Hasto: Tinggal Tunggu Momentum yang Tepat

Nasional
PDI-P Batal Gelar Konsolidasi di GBK 1 Juni: Ada Piala Dunia U-20, Digeser 24 Juni

PDI-P Batal Gelar Konsolidasi di GBK 1 Juni: Ada Piala Dunia U-20, Digeser 24 Juni

Nasional
Mengenal Inggit Ganarsih, Sosok yang Disinggung dalam Pesan Megawati ke Ridwan Kamil

Mengenal Inggit Ganarsih, Sosok yang Disinggung dalam Pesan Megawati ke Ridwan Kamil

Nasional
Di Tengah Isu Reshuffle, PDI-P Singgung Rabu Pon Momentum Ambil Keputusan Strategis

Di Tengah Isu Reshuffle, PDI-P Singgung Rabu Pon Momentum Ambil Keputusan Strategis

Nasional
Surya Paloh Bertemu Jokowi, Pengamat: Ada 2 Kemungkinan, Lepas Anies atau Pamitan

Surya Paloh Bertemu Jokowi, Pengamat: Ada 2 Kemungkinan, Lepas Anies atau Pamitan

Nasional
Soal Gugatan UU Desa ke MK, Apdes: Jangan Jadi Masalah Besar

Soal Gugatan UU Desa ke MK, Apdes: Jangan Jadi Masalah Besar

Nasional
Cerita PKN Dituding PKI Saat Proses Verifikasi Pemilu 2024

Cerita PKN Dituding PKI Saat Proses Verifikasi Pemilu 2024

Nasional
Partai Buruh Akan Gelar Aksi di DPR Tolak Perppu Cipta Kerja 6 Februari

Partai Buruh Akan Gelar Aksi di DPR Tolak Perppu Cipta Kerja 6 Februari

Nasional
PKS: Deklarasi Dukungan untuk Anies Hanya Masalah Timing dan Momentum

PKS: Deklarasi Dukungan untuk Anies Hanya Masalah Timing dan Momentum

Nasional
PDI-P Akan Hormati Apapun Putusan Terkait UU Desa, baik Gugatan di MK Maupun Wacana Revisi

PDI-P Akan Hormati Apapun Putusan Terkait UU Desa, baik Gugatan di MK Maupun Wacana Revisi

Nasional
Viral Foto Anak Korban Penculikan Diambil Organnya di Depok, Bareskrim: Hoaks!

Viral Foto Anak Korban Penculikan Diambil Organnya di Depok, Bareskrim: Hoaks!

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.