Kompas.com - 19/02/2018, 21:35 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat ditemui di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Rabu (29/11/2017). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat ditemui di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Rabu (29/11/2017).
Penulis Yoga Sukmana
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan mulai mengalihkan fokus kepada pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk mempersiapkan tenaga kerja yang andal.

Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy mengatakan bahwa hal itu merupakan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo dan akan dimulai pasca-2018.

"Setelah (fokus di) infrastruktur kerasnya, walaupun belum selesai betul, tetapi mencoba mengalihkan fokus ke pengembangan SDM," ujar Muhadjir di Kantor Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta, Senin (19/2/2018).

Sebagai tahap awal, kata Muhadjir, Kementerian Pendidikan (Kemendikbud) akan meningkatkan program vokasi atau kejuruan sehingga menghasilkan SDM yang ahli dalam bidang tertentu.

(Baca juga: Terima Keluhan Sistem Zonasi, Menteri Muhadjir Minta Semua Pihak Bersabar)

Pemerintah akan merekrut para ahli-ahli yang sudah berpengalaman dari luar Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) untuk menjadi tenaga pengajar di sekolah-sekolah.

Hal ini dinilai sangat penting untuk menyalurkan ilmu para ahli di bidangnya masing-masing kepada anak didik yang disiapkan menjadi tenaga kerja terampil.

Bahkan, pemerintah juga akan mengusahakan agar para ahli tersebut memperoleh sertifikat keguruan sehingga memudahkannya mengajar di sekolah-sekolah.

"Termasuk menjadi trainer untuk para guru," kata dia.

Terkait dengan mekanisme anggaran, Muhajir mengatakan, saat ini pemerintah masih membahasnya. Hanya saja, ia optimis terkait dengan pemberian sertifikat keguruan kepada para ahli tersebut.

Sebab, para ahli tersebut dipastikan ahli yang sudah mendapatkan rekomendasi dfari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kompas TV Kemendikbud akan mengevaluasi kekurangan ini  untuk melakukan perbaikan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Edy Mulyadi Minta Maaf dan Klarifikasi Pernyataanya yang Menyinggung Warga Kalimantan

Edy Mulyadi Minta Maaf dan Klarifikasi Pernyataanya yang Menyinggung Warga Kalimantan

Nasional
Dewan Pakar PKS Dilantik, Ini Susunan Lengkapnya

Dewan Pakar PKS Dilantik, Ini Susunan Lengkapnya

Nasional
Antisipasi Omicron di Desa, Gus Halim Minta Relawan dan Elemen Desa Berkoordinasi

Antisipasi Omicron di Desa, Gus Halim Minta Relawan dan Elemen Desa Berkoordinasi

Nasional
Besok Jokowi Bertemu PM Singapura untuk Pimpin Pertemuan Bilateral hingga Teken Nota Kesepahaman

Besok Jokowi Bertemu PM Singapura untuk Pimpin Pertemuan Bilateral hingga Teken Nota Kesepahaman

Nasional
Daftar Lengkap 52 Kantor Imigrasi yang Layani Penerbitan Paspor Elektronik

Daftar Lengkap 52 Kantor Imigrasi yang Layani Penerbitan Paspor Elektronik

Nasional
UPDATE: 258.792 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate 1,67 Persen

UPDATE: 258.792 Spesimen Diperiksa, Positivity Rate 1,67 Persen

Nasional
Jokowi Serahkan Bantuan untuk Mak Unah, Lansia yang Tinggal di Dekat Kandang Ayam

Jokowi Serahkan Bantuan untuk Mak Unah, Lansia yang Tinggal di Dekat Kandang Ayam

Nasional
Jangan Ada Lagi Nakes Meninggal Dunia, PDGI: Waspadai Covid Gelombang Ketiga

Jangan Ada Lagi Nakes Meninggal Dunia, PDGI: Waspadai Covid Gelombang Ketiga

Nasional
UPDATE 24 Januari: Capaian Vaksinasi Dosis Kedua 59,85 Persen

UPDATE 24 Januari: Capaian Vaksinasi Dosis Kedua 59,85 Persen

Nasional
Ditanya Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, Kakak Terbit Rencana Perangin Angin Bungkam

Ditanya Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Nonaktif Langkat, Kakak Terbit Rencana Perangin Angin Bungkam

Nasional
UPDATE 24 Januari: Tambah 944, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.124.211

UPDATE 24 Januari: Tambah 944, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.124.211

Nasional
UPDATE: 20.867 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: 20.867 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 24 Januari: 2.927 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 27 Provinsi

UPDATE 24 Januari: 2.927 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 27 Provinsi

Nasional
UPDATE 24 Januari: 5.032 Kasus Suspek Covid-19 di Tanah Air

UPDATE 24 Januari: 5.032 Kasus Suspek Covid-19 di Tanah Air

Nasional
UPDATE 24 Januari: Kasus Kematian akibat Covid-19 Bertambah 7

UPDATE 24 Januari: Kasus Kematian akibat Covid-19 Bertambah 7

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.