Wiranto: Rizieq Shihab Enggak Jadi Pulang - Kompas.com

Wiranto: Rizieq Shihab Enggak Jadi Pulang

Kompas.com - 19/02/2018, 20:32 WIB
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.Fabian Januarius Kuwado Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab batal pulang ke Indonesia.

Atas dasar itu, Wiranto menilai tidak perlu ada persiapan pengamanan atau bahkan penyambutan di bandara seperti kabar yang mencuat selama ini.

"Untuk apa (pengamanan)? Karena (Rizieq Shihab) enggak jadi pulang," ujar Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (19/2/2018).

"Persiapan atau usaha-usaha untuk penyambutan, untuk merayakan, atau untuk mengadakan pertemuan khusus, saya kira engak perlu karena orangnya enggak ada," kata dia.

(Baca juga: "Video Conference" dengan Para Kapolda, Polri Tak Bahas Kepulangan Rizieq Shihab)

Wiranto menilai, rencana Rizieq Shihab mau pulang ke Indonesia tidak perlu lagi dibicarakan. Apalagi kata dia, pihak kepolisian sudah memberikan pernyataan soal kabar tersebut.

Ia menuturkan, sudah ada komunikasi antara pihak kepolisian dengan pihak Rizieq Shihab terkait hal tersebut.

Adapun, ucap Wiranto, rapat dengan Panglima TNI dan Wakapolri Komjen Pol Syafruddin siang tadi hanya pertemuan rutin terkait pilkada. Namun, ia tak mau mengungkapkannya secara rinci kepada publik.

"Enggak perlu saya laporkan kepada teman-teman media yang barangkali belum saatnya untuk disampaikan. Sebab, terkait masalah keamanan nasional, stabilitas nasional, dan cara-cara kita menanggulanginya," kata dia.

(Baca juga: Menurut Polri, Rizieq Shihab Batal Pulang ke Indonesia)

Sebelumnya, Wakapolri sempat menggelar video conference dengan Kepala Polda se-Indonesia terkait dengan pengamanan tempat-tempat ibadah dan para tokoh agama.

Awalnya, beredar kabar kalau video conference Wakapolri dengan Kapolda terkait dengan rencana kepulangan Rizieq Shihab pada 21 Februari 2018. Namun, kabar itu dibantah oleh Polri.



Close Ads X