Pesawat "Delay", Cak Imin Tagih Konsumsi dan Ingin Beli Pesawat

Kompas.com - 16/02/2018, 08:04 WIB
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar dan sejumlah pengurus GP Ansor, di Kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu (31/1/2018). Dok. PKBKetua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar dan sejumlah pengurus GP Ansor, di Kantor DPP PKB, Jakarta, Rabu (31/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengalami hal yang kurang menyenangkan ketika akan bertolak dari Makassar ke Jakarta  pada Kamis malam (15/2/2018).

Pesawat Garuda Indonesia yang akan ditumpanginya mengalami penundaan penerbangan atau delay

Saking kesalnya karena lama menunggu tak juga terbang. Cak Imin pun nge-tweet di akun Twitter pribadinya, @CakImiNOW.

Ia mengungkapkan  sudah menunggu kurang lebih 4 jam di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, agar bisa diberangkatkan ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Saking tak sabarnya ingin agar bisa cepat sampai di Jakarta, Cak Imin pun sempat berkelakar untuk sewa pesawat pribadi. Namun, niatnya itu ia urungkan lantaran karena biaya sewanya yang terlampau mahal.

Tak cukup sampai di situ, bahkan Cak Imin pun juga mengutarakan hasratnya untuk membeli sebuah pesawat pribadi. Sayangnya, tak ada pesawat yang bisa ia beli  lantaran tak ada orang yang menjualnya ketika ia butuh.

"Sudah sejak jam 15 nunggu pesawat @IndonesiaGaruda ke Jakarta di bandara Hasanudin Makasar, mau sewa pesawat pribadi harganya mahal banget, mau beli kok gak ada yang jual..," tulis Cak Imin seperti dikutip dari akun Twitter-nya, Jumat (16/2/2018).

Gayung bersambut, pihak Garuda Indonesia melalui akun Twitter-nya merespons tweet kekesalan Cak Imin tersebut. Garuda Indonesia menginformasikan bahwa pesawat Cak Imin akan terbang kurang lebih 2 jam lagi karena ada kendala teknis.

"Terima kasih untuk informasinya. Delay penerbangan GA619 dikarenakan kendala teknis dan diestimasikan akan berangkat pada pukul 21.00 waktu setempat. Semoga penerbangan Anda dapat segera diberangkatkan. - Harry," ujar admin Twitter maskapai tersebut.

Rupanya, jawaban pihak Garuda Indonesia tak cukup mengobati kekesalan mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi tersebut karena menunggu penundaan penerbangan cukup lama.

Cak Imin pun kembali nge-tweet. Isinya ia kesal karena Garuda Indonesia hanya menginformasikan perihal kapan pesawatnya terbang tanpa memberikan makanan dan minuman untuk penumpang.

"Cuma semoga doang, kasih konsumsi kek," kata sosok yang digadang-gadang sebagai salah satu kandidat calon wakil presiden Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 itu.

Dua jam berlalu,  pesawat yang akan ditumpangi Cak Imin ternyata belum berangkat juga ke Jakarta. Padahal, sudah lebih kurang setengah jam dari jadwal penerbangan pascapenundaan yang diinformasikan.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seleksi Deputi Penindakan KPK Mengerucut ke Tiga Kandidat

Seleksi Deputi Penindakan KPK Mengerucut ke Tiga Kandidat

Nasional
Update 30 Maret: 1.414 Kasus Positif Covid-19 di 31 Provinsi, Persentase Kematian 8,63 Persen

Update 30 Maret: 1.414 Kasus Positif Covid-19 di 31 Provinsi, Persentase Kematian 8,63 Persen

Nasional
Pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja di Tengah Wabah Virus Corona

Pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja di Tengah Wabah Virus Corona

Nasional
Bahaya Penyemprotan Disinfektan ke Tubuh Manusia, Tak Efektif Cegah Virus Corona

Bahaya Penyemprotan Disinfektan ke Tubuh Manusia, Tak Efektif Cegah Virus Corona

Nasional
Penundaan Pemungutan Suara Pilkada 2020 akibat Wabah Virus Corona

Penundaan Pemungutan Suara Pilkada 2020 akibat Wabah Virus Corona

Nasional
Tiga Dasar Hukum Pembatasan Sosial Skala Besar dan Darurat Sipil, Salah Satunya Perppu Era Soekarno

Tiga Dasar Hukum Pembatasan Sosial Skala Besar dan Darurat Sipil, Salah Satunya Perppu Era Soekarno

Nasional
Perkara Jiwasraya, Kejagung Periksa Pengelola Saham Benny Tjokro

Perkara Jiwasraya, Kejagung Periksa Pengelola Saham Benny Tjokro

Nasional
Pilkada 2020 Ditunda, DPR Minta Dananya Dialokasikan untuk Penanganan Covid-19

Pilkada 2020 Ditunda, DPR Minta Dananya Dialokasikan untuk Penanganan Covid-19

Nasional
Pilkada 2020 Ditunda, Bawaslu Minta Kepastian Pelaksanaan Pilkada Selanjutnya Dimasukkan dalam Perppu

Pilkada 2020 Ditunda, Bawaslu Minta Kepastian Pelaksanaan Pilkada Selanjutnya Dimasukkan dalam Perppu

Nasional
Pilkada 2020 Ditunda karena Covid-19, Presiden Segera Terbitkan Perppu

Pilkada 2020 Ditunda karena Covid-19, Presiden Segera Terbitkan Perppu

Nasional
Komisi II Usulkan Opsi Pilkada Dilanjut Paling Lambat Desember 2020

Komisi II Usulkan Opsi Pilkada Dilanjut Paling Lambat Desember 2020

Nasional
Pilkada 2020 Ditunda, Anggaran Direalokasi untuk Penanganan Corona

Pilkada 2020 Ditunda, Anggaran Direalokasi untuk Penanganan Corona

Nasional
Penundaan Hari Pencoblosan Pilkada 2020 Akan Diatur di Perppu

Penundaan Hari Pencoblosan Pilkada 2020 Akan Diatur di Perppu

Nasional
KPU: Tampaknya Pilkada 2020 Tak Bisa Dilaksanakan Tahun 2020

KPU: Tampaknya Pilkada 2020 Tak Bisa Dilaksanakan Tahun 2020

Nasional
Pilkada 2020 Ditunda, Ini Tiga Opsi Terkait Pelaksanaannya

Pilkada 2020 Ditunda, Ini Tiga Opsi Terkait Pelaksanaannya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X