Kompas.com - 14/02/2018, 23:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Alexander Marwata menyatakan, pihaknya tengah mendalami dugaan pencucian uang oleh Anggota Komisi I DPR Fayakhun Andriadi.

Fayakhun sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI.

"Itu nanti pasti kita akan dalami. Kalau memang itu tujuannya untuk menyembunyikan harta yang diduga dari hasil korupsi itu terjadi, maka TPPU bisa kita terapkan," kata Alex dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

(Baca juga : KPK Tetapkan Anggota DPR Fayakhun Andriadi sebagai Tersangka Kasus Suap di Bakamla)

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (24/1/2018), jaksa KPK menunjukkan barang bukti berupa percakapan WhatsApp antara Fayakhun dan pengusaha dari perusahaan Rohde & Schwarz, Erwin Arif.

Bukti tersebut menunjukkan politisi Golkar itu mengarahkan agar uang sekitar 900.000 dollar AS kepadanya diserahkan melalui akun bank luar negeri.

Menurut Alex, jika melihat modus transaksinya melalui lembaga keuangan di luar negeri, ada indikasi hal tersebut merupakan upaya untuk menyembunyikan.

Dalam definisi pencucian uang, kata Alex, jika maksud mentransfer ke luar negeri dengan tujuan untuk menyembunyikan uang, maka unsur pencucian uang dapat terpenuhi.

"Rasa-rasanya kalau dilihat dari modusnya kenapa transaksi harus dilakukan melalui lembaga-lembaga di luar negeri, itu kan tentu supaya kita tidak bisa melacak, yang tujuannya adalah untuk menyembunyikan. Kalau rasanya lihat definisinya pasti terpenuhi unsur-unsur itu," ujar Alex.

(Baca juga : KPK Duga Fayakhun Terima Fee Rp 12 Miliar dan 300.000 Dollar AS dalam Kasus Bakamla)

KPK sebelumnya menetapkan Fayakhun sebagai tersangka dalam kasus pengadaan satelit monitoring di Bakamla RI.

Dalam kasus ini, Fayakun diduga menerima suap berupa hadiah atau janji yang terkait dengan jabatannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.