Mendagri Heran Ada yang Nyinyir dengan Prestasi Sri Mulyani - Kompas.com

Mendagri Heran Ada yang Nyinyir dengan Prestasi Sri Mulyani

Kompas.com - 14/02/2018, 17:20 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (11/1/2018).KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTO Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo mengapreasi penghargaan yang diraih Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai menteri terbaik dunia. Apalagi, penghargaan itu diberikan oleh forum internasional.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo pun ikut mengapresiasi penghargaan yang diraih menteri yang akrab disapa Ani tersebut.

"Menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi terhadap Menkeu yang telah menunjukkan prestasi dan diakui oleh semua negara-negara di dunia sebagai menteri terbaik," kata Tjahjo dikutip dari laman resmi Kementerian Dalam Negeri, Rabu (14/2/2018).

Menurut Tjahjo, kebanggaan atas prestasi Menkeu itu bukan hanya kebanggaan kabinet, tetapi juga kebanggaan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Kebanggaan ini juga kebanggaan tidak hanya kebanggaan kabinet, tapi juga kebanggaan untuk masyarakat bangsa dan negara," ujarnya.

(Baca juga: Jadi Menteri Terbaik Dunia, Sri Mulyani Dedikasikan untuk Jokowi dan 257 Juta Rakyat Indonesia)

Bahkan, Tjahjo heran jika kemudian ada orang yang justru nyinyir dengan prestasi yang diraih Menkeu.

"Kalau ada orang yang nyinyir, yaitu saya kira siapa orangnya, kan, kita harus tahu, pada posisi apa dia tidak setuju," kata Tjahjo.

"Tapi, sebagai bangsa harusnya kita bangga karena Ibu Sri Mulyani tidak atas nama pribadi, tapi atas nama bangsa dan negara Indonesia. Tentunya beliau sebagai anggota kabinet di bawah Presiden Pak Jokowi," tuturnya.

Kompas TV Menteri Keuangan Sri Mulyani menerima penghargaan sebagai menteri terbaik di dunia.


Komentar

Terkini Lainnya

Ombudsman Sebut Penghentian Layanan Publik Di Bekasi Terbukti dan Dilakukan Sistematis

Ombudsman Sebut Penghentian Layanan Publik Di Bekasi Terbukti dan Dilakukan Sistematis

Megapolitan
Ibu yang Ditahan di Bandara Dubai Mengaku Diperlakukan Tak Manusiawi

Ibu yang Ditahan di Bandara Dubai Mengaku Diperlakukan Tak Manusiawi

Internasional
Beredar Video Kepala Korps Brimob Polri Beri Sambutan sebagai Kapolda Metro Jaya, Ini Kata Polisi

Beredar Video Kepala Korps Brimob Polri Beri Sambutan sebagai Kapolda Metro Jaya, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Ridwan Kamil Ajak Pemerintah Inggris Kerja Sama di Bidang Transportasi

Ridwan Kamil Ajak Pemerintah Inggris Kerja Sama di Bidang Transportasi

Regional
Obor Asian Games 2018 Tiba di Balai Kota

Obor Asian Games 2018 Tiba di Balai Kota

Megapolitan
Peras Kelompok Ternak Rp 36 Juta, KPK Gadungan Ditangkap Polisi

Peras Kelompok Ternak Rp 36 Juta, KPK Gadungan Ditangkap Polisi

Regional
Pengamen Binaan UPK Kota Tua Diminta Tak Beroperasi Saat Kirab Obor Asian Games

Pengamen Binaan UPK Kota Tua Diminta Tak Beroperasi Saat Kirab Obor Asian Games

Megapolitan
Hilang Tiga Hari di Hutan, Bocah Usia 2 Tahun Ditemukan Selamat

Hilang Tiga Hari di Hutan, Bocah Usia 2 Tahun Ditemukan Selamat

Internasional
Diuji Coba Mulai Hari Ini, Kereta LRT Jakarta Melaju 40 km/jam

Diuji Coba Mulai Hari Ini, Kereta LRT Jakarta Melaju 40 km/jam

Megapolitan
Penumpang Keluhkan Perpindahan Jalur KRL Bogor di Stasiun Manggarai, Ini Kata PT KCI

Penumpang Keluhkan Perpindahan Jalur KRL Bogor di Stasiun Manggarai, Ini Kata PT KCI

Megapolitan
Ketua DPR Tegaskan Kualitas UU Lebih Penting Dibandingkan Kuantitas

Ketua DPR Tegaskan Kualitas UU Lebih Penting Dibandingkan Kuantitas

Nasional
Ketua KPK Tanggapi Kritik Wadah Pegawai KPK soal Rotasi Jabatan

Ketua KPK Tanggapi Kritik Wadah Pegawai KPK soal Rotasi Jabatan

Nasional
Pengusutan Dugaan Mahar Sandiaga Diharapkan Menjadi Ajang Klarifikasi

Pengusutan Dugaan Mahar Sandiaga Diharapkan Menjadi Ajang Klarifikasi

Nasional
Ini Tugas Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum

Ini Tugas Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum

Megapolitan
18 Tahun Berdiri, KY Sudah Usulan Sanksi 657 Hakim

18 Tahun Berdiri, KY Sudah Usulan Sanksi 657 Hakim

Nasional
Close Ads X