Membangun E-waste, Mengelola Sampah Lebih Mudah

Kompas.com - 13/02/2018, 05:03 WIB
Pegawai Bank Sampah Bintang Mangrove memilah sampah, Selasa (19/4/2016). KOMPAS.com/Achmad FaizalPegawai Bank Sampah Bintang Mangrove memilah sampah, Selasa (19/4/2016).

PENINGKATAN jumlah penduduk dan beragamnya aktivitas manusia akan sebanding dengan peningkatan sampah di lingkungan sekitar.

Menurut perkiraan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah sampah pada tahun 2020 di 384 kota di Indonesia mencapai 80.235,87 ton per hari.

Salah satu solusi yang saat ini sudah dijalankan di beberapa kota di Indonesia yaitu program bank sampah atau waste bank.

Pada umumnya, sistem kerja yang diterapkan bank sampah masih dilakukan secara manual dan belum optimal dari segi peran serta masyarakat.

Contohnya program bank sampah di Kota Malang, Jawa Timur. Operasionalnya menggunakan sistem jadwal untuk mengambil sampah nasabah, pengisian formulir pendaftaran dengan cara datang langsung ke bank sampah, dan transaksi serta proses pelayanan berupa pembayaran listrik dan air yang mengharuskan nasabah ke bank sampah.

Berdasarkan latar belakang tersebut, perlu ada teknologi berbasis aplikasi untuk menguatkan sistem antaranggota unit bank sampah dengan unit bank sampah, sekaligus memberi pelayanan publik yang lebih baik untuk mewujudkan kota cerdas (smart city) sebagai contoh e-waste.

E-waste merupakan sistem informasi manajemen pengelolaan (sampah) berbasis aplikasi pada smartphone dalam mewujudkan smart city.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Berbagai manfaat ditawarkan dari aplikasi e-waste, di antaranya kemudahan manajemen informasi bagi bank sampah pusat dengan adanya penambahan sistem server database, sehingga dapat memantau data yang masuk dari tiap unit bank sampah.

Tujuan jangka panjang jika kita mengaplikasikan e-waste, sistem informasi manajemen sampah berbasis aplikasi smartphone akan memudahkan alur koordinasi dan informasi tiap pihak yang terlibat, sehingga mendorong terciptanya smart city.

Keberhasilan pembuatan e-waste sebagai aplikasi pada smartphone yang mudah digunakan merupakan potensi pasar yang sangat besar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Toeti Heraty, Pendiri Jurnal Perempuan Sekaligus Guru Besar UI Meninggal Dunia

Toeti Heraty, Pendiri Jurnal Perempuan Sekaligus Guru Besar UI Meninggal Dunia

Nasional
YLBHI: TWK Pegawai KPK Itu Litsus di Pemerintahan Saat Ini

YLBHI: TWK Pegawai KPK Itu Litsus di Pemerintahan Saat Ini

Nasional
Marak Pekerja Anak di Indonesia, Ini Langkah Kemenaker Mengatasinya

Marak Pekerja Anak di Indonesia, Ini Langkah Kemenaker Mengatasinya

Nasional
Panglima TNI Ingatkan Pangdam Jaya hingga Kepala RSD Wisma Atlet Antisipasi Lonjakan Covid-19 di Jakarta

Panglima TNI Ingatkan Pangdam Jaya hingga Kepala RSD Wisma Atlet Antisipasi Lonjakan Covid-19 di Jakarta

Nasional
Penambahan Covid-19 dan Tingginya Lonjakan Kasus di Pulau Jawa

Penambahan Covid-19 dan Tingginya Lonjakan Kasus di Pulau Jawa

Nasional
Ini Kata Novel Baswedan soal TWK KPK yang Dikaitkan dengan Pilpres 2024

Ini Kata Novel Baswedan soal TWK KPK yang Dikaitkan dengan Pilpres 2024

Nasional
[POPULER NASIONAL] Sidang Etik Lili Pintauli jika Cukup Bukti | Megawati Dicap Komunis

[POPULER NASIONAL] Sidang Etik Lili Pintauli jika Cukup Bukti | Megawati Dicap Komunis

Nasional
 Novel Sebut TWK Jadi Cara Pamungkas Habisi Pemberantasan Korupsi di KPK

Novel Sebut TWK Jadi Cara Pamungkas Habisi Pemberantasan Korupsi di KPK

Nasional
Soeharto Pernah Minta Muhammadiyah Jadi Partai Politik, tapi Ditolak Ketum

Soeharto Pernah Minta Muhammadiyah Jadi Partai Politik, tapi Ditolak Ketum

Nasional
Yang Perlu Diketahui soal Profesor, Gelar yang Diperoleh Megawati dari Unhan

Yang Perlu Diketahui soal Profesor, Gelar yang Diperoleh Megawati dari Unhan

Nasional
Novel Sudah Pernah Minta Hasil Asesmen TWK KPK, tapi Tidak Diberikan

Novel Sudah Pernah Minta Hasil Asesmen TWK KPK, tapi Tidak Diberikan

Nasional
Anggota DPR: Pemerintah Harusnya Pikirkan Ketersediaan Pangan Tercukupi

Anggota DPR: Pemerintah Harusnya Pikirkan Ketersediaan Pangan Tercukupi

Nasional
Akselerasi Penurunan Kemiskinan secara Inklusif, Mensos Ajak Penerima Bansos Manfaatkan SKA

Akselerasi Penurunan Kemiskinan secara Inklusif, Mensos Ajak Penerima Bansos Manfaatkan SKA

Nasional
Busyro Muqoddas: Birokrasi Indonesia adalah Produk Demokrasi Pilkada Transaksional

Busyro Muqoddas: Birokrasi Indonesia adalah Produk Demokrasi Pilkada Transaksional

Nasional
Jelang Pembukaan Wisata Bali untuk Wisman, Demer: Pelaku Pariwisata Harus Beradaptasi

Jelang Pembukaan Wisata Bali untuk Wisman, Demer: Pelaku Pariwisata Harus Beradaptasi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X