Wiranto: Pelaku Penyerang Gereja Santa Lidwina adalah Teroris

Kompas.com - 12/02/2018, 18:44 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto bertemu dengan Duta Besar Myanmar untuk Indonesia, Ei Ei Khin Aye di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2017). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOMenteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto bertemu dengan Duta Besar Myanmar untuk Indonesia, Ei Ei Khin Aye di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto menegaskan, Suliono, pelaku penyerangan di Gereja Santa Lidwina Bedog, Yogyakarta, adalah bagian dari jaringan teroris.

"Dari hasil laporan aparat kepolisian, untuk (peristiwa penyerangan gereja) yang di Sleman, hasil penyelidikannya iya, dia teroris," ujar Wiranto di Kompleks Istana Presiden Jakarta, Senin (12/2/2018).

Namun, Wiranto belum dapat memastikan apakah Suliono bergerak sendiri atau bekerja berdasar jaringan kelompoknya. Polri tengah mendalami hal tersebut.

"Saya sudah dilapori tadi, sekarang ini lagi ada penjajakan, penyelidikan ke arah sana. Jadi tunggu dululah. Enggak kemudian setiap kejadian terus kita langsung tahu. Ada cara nyelidikinya," ujar Wiranto.

(baca: Kapolri: Penyerang Gereja Santa Lidwina Terindikasi Kena Paham Radikal)

Wiranto meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi di tengah situasi seperti ini. Percayakan proses penegakan hukum sepenuhnya kepada aparat kepolisian.

"Harapan saya media dan masyarakat sementara bersikap tenang dulu. Tak ikut meributkan karena aparat keamanan sudah diinstruksikan untuk lebih waspada dalam menjaga," ujar Wiranto.

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian sebelumnya mengatakan, Densus 88 Antiteror dan intelijen Polri tengah mendalami latar belakang Suliono.

(Baca juga: Jokowi: Tidak Ada Tempat bagi Mereka yang Intoleran di Indonesia)

Dari hasil pendalaman sementara, Suliono pernah berada di kantong-kantong teroris, seperti Sulawesi Tengah, Poso, dan Magelang.

"Ada indikasi kuat yang bersangkutan ini terkena paham radikal yang prokekerasan," ujar Tito.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemendes PDTT Sebut Dana Desa Bisa Digunakan untuk Siapkan Logistik Warga yang Dikarantina

Kemendes PDTT Sebut Dana Desa Bisa Digunakan untuk Siapkan Logistik Warga yang Dikarantina

Nasional
Pembatasan Sosial Berskala Besar, Jokowi Tegaskan Polri Bisa Ambil Langkah Hukum

Pembatasan Sosial Berskala Besar, Jokowi Tegaskan Polri Bisa Ambil Langkah Hukum

Nasional
Jokowi: Atasi Covid-19, Kita Tak Bisa Tiru Negara Lain Begitu Saja

Jokowi: Atasi Covid-19, Kita Tak Bisa Tiru Negara Lain Begitu Saja

Nasional
Tanggulangi Corona, Pemerintah Susun PP soal Pembatasan Sosial Skala Besar

Tanggulangi Corona, Pemerintah Susun PP soal Pembatasan Sosial Skala Besar

Nasional
Kapolri: Menkumham Minta Izin Presiden Keluarkan 30.000 Tahanan demi Cegah Covid-19

Kapolri: Menkumham Minta Izin Presiden Keluarkan 30.000 Tahanan demi Cegah Covid-19

Nasional
Pemerintah Diminta Ungkap Strategi Jangka Panjang Penanganan Covid-19

Pemerintah Diminta Ungkap Strategi Jangka Panjang Penanganan Covid-19

Nasional
Malaysia Deportasi Pekerja Migran Indonesia di Tengah Lockdown, Migrant Care Minta Pemerintah Protes

Malaysia Deportasi Pekerja Migran Indonesia di Tengah Lockdown, Migrant Care Minta Pemerintah Protes

Nasional
Jokowi Umumkan Pembebasan dan Diskon Tarif Listrik, Ini Rinciannya

Jokowi Umumkan Pembebasan dan Diskon Tarif Listrik, Ini Rinciannya

Nasional
Polisi Kini Tangani 63 Kasus Penyebaran Hoaks soal Virus Corona

Polisi Kini Tangani 63 Kasus Penyebaran Hoaks soal Virus Corona

Nasional
Jokowi: Darurat Sipil Baru Opsi, Tidak Diberlakukan Sekarang

Jokowi: Darurat Sipil Baru Opsi, Tidak Diberlakukan Sekarang

Nasional
Pemerintah Kembali Tegaskan Beri Perlindungan ke WNI di Negara Terjangkit Covid-19

Pemerintah Kembali Tegaskan Beri Perlindungan ke WNI di Negara Terjangkit Covid-19

Nasional
Terdakwa Kasus Korupsi Mulai Disidang secara Online, Begini Mekanismenya

Terdakwa Kasus Korupsi Mulai Disidang secara Online, Begini Mekanismenya

Nasional
Atasi Covid-19, Jokowi Minta Kepala Daerah Tak Buat Kebijakan Sendiri

Atasi Covid-19, Jokowi Minta Kepala Daerah Tak Buat Kebijakan Sendiri

Nasional
Kebijakan Darurat Sipil Dinilai Bisa Bikin Polisi Head To Head dengan Kepala Daerah

Kebijakan Darurat Sipil Dinilai Bisa Bikin Polisi Head To Head dengan Kepala Daerah

Nasional
Wapres: Ada Kemungkinan Karantina Wilayah Terbatas Berbasis Kelurahan

Wapres: Ada Kemungkinan Karantina Wilayah Terbatas Berbasis Kelurahan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X